Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
387.Kamu satu-satunya S2.


__ADS_3

David mendekatkan dirinya, ia memeluk Niah dengan paksa. Membuat istrinya meronta-ronta meminta dilepaskan tapi David malah mempererat pelukannya.


"Lepasankan aku!" Lirih Niah, ia menangis dipelukan suaminya.


"Istriku, aku bisa jelaskan." Kata David disela-sela pelukannya.


Niah menangis karena Niah tidak rela, jika suaminya sampai bermain wanita lain di belakangnya apalagi wanita itu adalah mantan kekasihnya dulu.


"Aku, mau pulang!" Niah terus berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan suaminya.


Sungguh David kesal sekali, gara-gara kedatangan Shely mantan kekasihnya. Istrinya jadi salah paham bahkan David sudah membuat wanita yang ia cintai menangis dalam pelukannya.


"Tenanglah, kamu hanya salah paham sayang! Aku sudah tidak apa-apa lagi dengan wanita itu." Disela-sela pelukannya, David terus menjelaskan pada istrinya.


Niah terus menangis dipelukan suaminya, ia kesal, marah pada suaminya apalagi dirinya yang tengah hamil sungguh perasaannya begitu sensitif.


David terus mengusap-usap rambut panjang Niah, ia berusaha menenangkan Niah agar berhenti menangis.


"Sayang, percayalah hati dan perasaanku hanya untukmu. Aku tidak pernah macam-macam dibelakangmu apalagi bermain wanita lain dibelakangmu, kamu adalah wanita satu-satunya dalam hidupku," Kata David, ia terus menyakinkan sang istri.


David melonggarkan pelukannya, ia melepaskan tangannya lalu berpindah ke kedua pipi mulus istrinya.


"Jangan nangis!" David menghapus buliran air mata yang membasahi pipi sang istri.


"Aku mau pulang!" Lirih Niah, ia masih merasa kesal pada suaminya.


"Baiklah, kita pulang sekarang. Tunggu aku telpon Randi dulu!" David merogoh ponselnya yang ada di dalam saku, ia menggeser layar ponselnya dan langsung menelpon Randi.


"Hallo Ran, kamu tolong urus semua pekerjaan yang ada! Aku mau pulang soalnya istriku minta pulang." Kata David.


"Baik tuan." Jawab Randi.


David mematikan saluran teleponnya, lalu menaruh kembali ponselnya ke dalam saku celananya. Dan ia langsung mengajak istrinya untuk pulang kerumah.


Randi cengengesan sendirian, ia merasa senang. Ia tahu pasti istri bosnya itu marah pada bosnya gara-gara melihat bosnya ketemu dengan sang mantan kekasih.


"Siap-siap tidur diluar tuan." Kata Randi, ia kembali sibuk dengan laptopnya.


.


.


.


Shely.

__ADS_1


Shely menelusuri jalanan, rasanya ia marah sekali pada Niah. Dan tentunya dihati Shely ia masih sangat berharap agar bisa kembali dengan David.


"Kalau saja, wanita itu tidak pernah muncul dalam hidup David pasti David sudah kembali bersamaku lagi." Kata Shely, ia menghentak-hentakan kakinya dengan kasar.


Shely lupa, dulu ia yang meninggal David begitu saja dan pergi dengan laki-laki lain. Ia tidak tahu seperti apa David berusaha melupakannya, dan sekarang giliran David sudah bahagia dengan istrinya, Shely ingin merebutnya kembali.


Tapi Shely tidak akan semudah itu mendapatkan cinta David kembali, apalagi David sudah sangat bahagia dan akan segera punya anak.


"David, aku masih mencintaimu, aku ingin kembali lagi padamu." Shely menitikkan air matanya, ia terus berjalan menelusuri jalanan dengan perasaan hancur.


.


.


.


Niah dan David.


Niah dan David, mereka baru saja sampai dirumah. Niah turun dari mobilnya ia membuka pintu rumahnya yang terkunci, lalu ia langsung berlari menuju masuk ke dalam rumahnya dan pergi menuju ke kamarnya.


Setelah memarkirkan mobilnya, David langsung menyusul istrinya yang sudah masuk lebih dulu.


"Wanita, kalau sudah cemburu atau salah paham itu gini, selalu saja susah diajak bicara baik-baik," David berdecak kesal, tapi ia juga harus sabar menghadapi istrinya apalagi saat ini istrinya sedang hamil. David tahu wanita yang sedang hamil itu pasti perasaannya sensitif.


"Sayang, percayalah kamu adalah satu-satunya." Batin David dalam hatinya.


David melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidur, ia duduk di tepi ranjang lalu mengusap-usap wajah cantik sang istri.


"Mau, sampai kapan kamu marah terus padaku?" Tanya David dengan lembut, tapi Niah malah membalikkan badannya dan sekarang posisinya sudah membelakangi suaminya.


David terus diam, ia berusaha sabar, ia tahu ia salah sudah menemui mantan kekasihnya tanpa seizin dari sang istri.


"Baiklah, kalau kamu terus marah. Aku mau melanjutkan pekerjaanku dulu, nanti kalau sudah selesai, aku baru bujukin kamu lagi." David mengusap rambut panjang istrinya, lalu menciumnya.


David beranjak dari tempat tidur dan pergi menuju ke meja kerjanya yang ada di dalam kamarnya.


Kini David fokus dengan laptopnya, ia sibuk membalas email yang masuk dari para kliennya.


Hati David tidak tenang, ia sering melihat istrinya tapi ia hanya diam dan memperhatikan istrinya dari meja kerjanya.


"Lihat saja, dia akan marah berapa lama?" Gumam David, ia tersenyum simpul. Mungkin ia kesal karena istrinya marah pada dirinya. Tapi ia juga bahagia karena istrinya itu menunjukkan perasaan cemburunya.


Niah yang sedang berbaring, sebenarnya merasa tambah kesal pada sang suami.


"Aku sedang marah, tapi dia malah sibuk dengan pekerjaannya." Batin Niah dalam hatinya.

__ADS_1


Niah hanya terdiam hingga dia tertidur, dan David juga masih sibuk dengan pekerjaannya.


Setelah selesai dengan kerjaannya, David beranjak dari meja kerjanya ia berjalan menuju ke ranjang tempat tidurnya. Ia tersenyum melihat ternyata istrinya sudah tertidur pulas.


David membaringkan tubuh disamping istrinya, ia membelai-belai pipi dengan lembut.


"Istriku, aku tahu kamu cemburu gara-gara kamu melihatku dengan Shely tadi. Tapi sungguh dihatiku hanya ada kamu." Kata David, ia membawa istrinya masuk ke dalam pelukannya, Niah juga tidak meronta ia masih tidur pulas, dan sekarang ia tertidur pulas dipelukan suaminya.


David juga ikut memejamkan matanya, dalam hati David ia sungguh mencintai Niah, dan setelah menikah dengan Niah David putuskan untuk tidak melirik atau melihat wanita lain lagi.


.


.


.


Jam menunjukkan pukul 5 sore, samar-samar Niah membuka matanya. Ia melihat suaminya ada disampingnya sambil memeluk dirinya.


Niah tersenyum melihat suaminya yang masih tertidur pulas.


"Aku tidak rela jika kamu bertemu dengan wanita lain, apalagi itu adalah mantan kekasihmu sayang." Niah memanyunkan bibirnya, tapi jari-jari Niah begitu nakal mereka dengan jailnya memainkan hidung mancung David.


"Kamu, istrinya marah malah ditinggal ngurusin kerjaan. Bukannya dibujukin sampai tidak marah lagi," Kata Niah, sekarang jari-jarinya sudah memainkan bibir sexy milik suaminya.


David tiba-tiba membuka matanya, ternyata dari tadi ia sudah bangun tapi membiarkan sang istri bermain-main dengan wajah tampannya.


Niah langsung mengalihkan tangannya, tapi belum sempat tangannya menjauh dari wajah tampan David, David sudah memegang tangan Niah dengan erat.


"Aku mendengar semua yang kamu katakan sayang." David tersenyum simpul, membuat pipi Niah merah karena merasa malu.


"Aku tarik, semua perkataanku!" Kata Niah sambil memayunkan bibirnya.


David melihat Niah, kali ini tatapannya begitu mesum.


"Kalau kamu menarik perkataanmu, biarkan aku membuatmu tidak marah dan aku akan menunjukkan cintaku padamu!" Kata David.


"Pakai apa?" Tanya Niah.


David langsung naik ke atas tubuh istrinya.


"Dengan ini sayang, aku mau menyiram benihku agar dia semakin subur!"


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2