Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
189. Undangan dari Kevin


__ADS_3

Setelah acara wisuda Rehan selesei, Rama membawa semua keluarganya kembali menuju rumah. kali ini Rama, Ana, Mami dan Papi satu mobil dengan Rama sedangkan Ayu ikut dengan mobil Rehan.


Setelah beberapa saat semuanya sampailah dirumah Rama.


Dirumah Rama.


Via, Rian, Bagas dan Alena sudah menyiapkan kejutan untuk perayaan wisuda Rehan dengan nilai yang terbaik.


Rama dan semua keluarganya masuk kedalam rumah.


"Kejutan!!!" Ucap via dan semuanya sambil membawa kue tar untuk Rehan.


"Kalian?" ucap Rehan kaget.


"Kami datang kesini karena Rama sudah memberi tau kami, kalau kamu lulus dengan nilai terbaik dikampus. jadi kami semua menyiapkan kejutan ini untukmu" Ucap Via senang.


Rehan langsung mengembangkan senyumnya dan memeluk satu persatu sahabatnya, biarpun mereka beda usia namun mereka bersahabat dengan akrab.


"Terimakasih semuanya" ucap Rehan.


"Selamat Rehan atas kelulusannya" Ucap keempat sahabatnya dengan kompak


"Terimakasih semuanya sekali lagi" jawab Rehan.


"Ayo semuanya makan dulu" ajak mami


Berbagai macam makanan sudah siap dimeja makan dan semuanya makan bersama dengan penuh kebahagiaan.


"Via, apa kamu sudah hamil nak?" tanya mami


"Belum tante" jawab Via.


"Berusahalah lebih keras nak Rian" ucap mami.


"Iya tante pasti" jawab Rian semangat.


Setelah semuanya selesai makan, semuanya langsung berkumpul diruang keluarga sambil menonton televisi sedangkan mami dan papi langsung masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat.


Ana sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya, tiba-tiba ada pesan masuk.


Tring..


"Siapa?" guman ana.


Ana membuka pesan tersebut ternyata dari Kevin.


"Ana aku akan segera menikah, datanglah ke pernikahanku" Isi pesan Kevin.


"Dengan siapa? kamu akan menikah?" bales ana.


"Dengan wanita ini ana!! aku yakin kamu pasti sangat mengenalnya" Bales Kevin dengan mengirimkan satu foto wanita cantik yang ana kenal.



"Itu Siska? jelaskan padaku Vin!!. bales ana menuntut penjelasan dari Kevin.


"Akan ku ceritakan nanti kalau ketemu, besok aku pulang dan nanti kita ketemuan ya" bales Kevin.


"Baiklah, kamu hati-hati ya!! bales ana***.

__ADS_1


"Kalian sangat pandai sampai-sampai aku tidak tau kalau kalian punya hubungan dibelakangku!! tapi kapan kalian saling kenal? apa waktu acara pernikahanku? sudahlah nanti aku harus meminta Kevin menjelaskan semuanya padaku!!" Guman ana yang memikirkan Kevin dan Siska.


"Sayang, kamu kenapa sepertinya kesal gitu?" tanya Rama tiba-tiba.


"Aku tidak kesal sayang, aku hanya sedikit terkejut!!" jawab ana, yang masih memikirkan hubungan Kevin dan Siska.


"Apa aku besok temui Siska saja ya? tapi tunggu Kevin sajalah pasti dia akan menjelaskan semuanya padaku nanti" Guman ana yang sebenarnya sudah tidak sabar ingin tau semuanya.


"Sayang?" Panggil Rama.


"Iya sayang" jawab Ana.


"Ana bergabunglah dengan kami, ayo kita main game" ajak Alena.


"Baiklah" jawab ana, yang langsung pergi menghampiri teman-temannya yang dari tadi sedang asik berminat. ntah permainan apa? yang mereka lakukan hanya mereka yang tau.


Permainan game.


"Ayo putar lagi botolnya" ucap Rehan.


"Ingat ya hukumannya berkata jujur atau harus makan jeruk nipis yang asam ini"


Botol pun diputar dan mengarah tepat pada Rian.


"Aku mau bertanya pada kak Rian" ucap Ana.


"Kak Rian, apa selama ini wanita yang kamu tunggu adalah dokter Via?" tanya ana.


"Iya benar, selama ini aku hanya menunggu via" jawab Rian.


Botolpun kembali diputar dan mengarah ke Rama.


"Aku makan jeruk nipis saja daripada nanti Ana tidak memberikan jatah padaku, jika aku menjawabnya" jawab rama, yang langsung memakan jeruk nipis yang begitu asam.


Ana langsung menatap Rama dengan tatapan mata yang begitu tajam, namun Rama hanya tersenyum pada Ana.


Botol kembali diputar dan mengarah ke Ana.


"Ana apa kamu masih sering mengingat Angga?" tanya Rama.


"Tidak sering hanya sedikit" jawab ana pelan.


"Jadi kamu masih sering mengingat Angga?" tanya Rama untuk kedua kalinya yang merasa kesal.


"Rama, aku hanya mengingatnya dan sudah tidak ada perasaan apa-apa padanya" kesal Ana.


"Sudah-sudah inikan hanya permainan" lereh Via.


"Masih mau lanjut?" tanya Rehan.


"Cukup Rehan, atau akan ada perang dingin untuk kesekian kalinya nanti" ledek Rian.


Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, semuanya berpamitan pada Rama dan Ana untuk segera pulang, Rehan juga pamit untuk mengantarkan Ayu.


"Rehan, aku lihat distatus Instragram Rama kamu sudah melamar Ayu?" tanya Via.


"Hehe.. iya kak aku sudah melamarnya" jawab Rehan sambil tersenyum pada Via.


"Asik dilamar" ledek Alena.

__ADS_1


"Cie sebentar lagi halal" timpal Rian.


"Ayu, apakah Rehan melamarmu, seromantis aku melamar Alena?" tanya Bagas tiba-tiba.


"Iya kak, lebih romantis malahan" jawab Ayu dengan penuh semangat.


Siapa yang menyangka Rehan, akan melamar dengan seromantis itu!! terimakasih Rehan.


"Sayang, ayo pulang ini sudah sore?" ucap Ayu pada Rehan.


Rehan menuruti ayu dan segera mengantar Ayu pulang kerumahnya.


"Kakak, Rehan antar Ayu dulu ya" pamit Rehan.


"Iya hati-hati dijalan" jawab Rama.


"Rama, Ana kita juga pamit pulang ya" ucap Rian.


"Saya juga pamit pulang tuan muda" ucap Bagas.


"Baiklah, kalian semua hati-hati dijalan" jawab Rama.


Rian dan yang lainnya meninggalkan rumah Rama. setelah semuanya pulang Rama dan Ana masuk ke dalam kamarnya.


"Sayang lihat ini!!" ucap Ana sambil menunjukkan pesan Kevin tadi.


"Kevin akan menikah?" tanya Rama.


"Iya Kevin akan menikah dengan Siska" jawab Ana yang membuat Rama terkejut.


"Aku tidak menyangka mereka menjalin hubungan, sejak kapan?" tanya Rama


"Aku juga tidak tau sayang, aku sendiri saja kaget waktu Kevin mengirim pesan ini!!" jawab Ana, yang memang tidak tau akan hubungan Kevin dan Siska.


Rama mengacak-acak rambut ana pelan.


"Jodoh itu tidak ada yang tau sayang" ucap Rama, sambil mengacak-acak rambut Ana.


"Sudah, jangan dipikirkan kamu mandilah!! dan tunggu Kevin pulang saja nanti pasti dia akan menjelaskan semuanya nanti" ucap Rama.


Ana menuruti suaminya dan langsung pergi menuju ke kamar mandi, setelah beberapa lama ana sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian tidurnya.


"Apa kamu jam segini sudah akan tidur? kenapa sudah memakai baju tidur?" tanya Rama.


"Iya sayang, aku hanya ingin memakainya saja, lagian kan hanya untuk dirumah sayang" jawab Ana, yang sekarang sudah merebahkan tubuhnya diatas kasur.


Rama mendekatkan wajahnya pada wajah Ana berniat menciumnya namun dihalangi oleh Ana dengan tangannya.


"Kenapa sayang?" kesal Rama.


"Mandi dulu baru boleh cium" jawab Ana, dengan senyuman manisnya.


"Baiklah sayang, aku mandi dulu" jawab Rama, yang langsung pergi menuju ke kamar mandi.


"Mandi dulu baru boleh cium, peraturan dari siapa? seperti itu!!" Kesal Rama.


Setelah beberapa saat Rama sudah selesai mandi dan melihat Ana sudah tertidur begitu pulas.


Bersambung 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2