
Ana dan Rama sampelah dikampus tempat ana kuliah, ana pun menelpon Dimas untuk segera turun menemuinya.
tut..tut..
"Hallo Dimas" ucap ana lembut.
"Hallo ana cantik sayang, ada apa kau menelponku cantik" ucap Dimas penuh semangat.
*Apa dia menyebut ana dengan panggilan ana sayang, ana cantik* guman Rama kesal.
"Turunlah kebawah, aku berada ditaman kampus" ucap ana dengan nada lembut.
"Baiklah, tunggu sebentar aku akan segera berlari memelukmu ana" ucap Dimas yang memang terbiasa bersikap seperti itu sama ana.
"Baiklah tuan Dimas, ajak Kevin sekalian" ucap ana pada Dimas.
"Baiklah" ucap Dimas sambil menutup telponnya.
Dikelas Dimas.
"Vin, ayo ikut denganku" ajak Dimas pada Kevin yang sedang duduk.
"Mau kemana dim" tanya Kevin pada Dimas.
"Ana ada ditaman bawah kampus" ucap kevin.
__ADS_1
Kevin pun langsung bangkit dari tempat duduknya dengan semangat dan langsung menerima ajakan Dimas, Kevin dan Dimas memang sudah sangat merindukan ana karena sudah lama tak bertemu. mereka yang biasanya bersama sekarang jarang sekali bertemu bahkan hampir tidak pernah saling ketemu karena memang semuanya sibuk.
Ana ditaman duduk disamping rama.
"Apakah kau dan Dimas punya hubungan special" tanya Rama tiba-tiba.
"Tidak" jawab ana singkat.
"Tapi Dimas memanggilmu dengan sebutan sayang dan berbicara padamu dengan kata-kata mesra" Ucap Rama kesal.
"Sayang, Dimas itu memang seperti itu dan aku tak pernah menggapnya lebih dengan sikap dia" ucap ana menjelaskan.
Dimas dan Kevin pun sampe ditaman.
"Anaaa, aku sangat merindukanmu" ucap Dimas yang mau memeluk ana tapi langsung ditahan oleh Rama.
"Kamu tidak boleh memeluk calon istriku sembarangan, anak kecil" ucap Rama pada Dimas yang memang usianya lebih muda dari Rama.
"Kita juga sangat merindukanmu ana" ucap Dimas dan Kevin bersamaan.
"Ana siapa tuan ini?" tanya Dimas.
"Dia calon suamiku" ucap ana menjelaskan.
"Apaaaa?" ucap Dimas dan kevin bersamaan karena merasa kaget.
"Berapa lama kita tidak bertemu dan kau tiba-tiba akan menikah?" Tanya Kevin.
"Kau membuatku patah hati ana" ucap Dimas yang memang pernah suka sama ana.
__ADS_1
"Ntahlah vin, Dimas kau jangan membuat singa jantan marah" ucap ana pada Kevin dan Dimas.
"Kau sudah tau kalau Angga sudah pulang?" Tanya Kevin.
"Sudah, Angga katanya datang ketempat kerjaku dan bertemu dengan ayu sahabatku" ucap ana menjelaskan pada Kevin.
"Siapa itu Angga?" tanya Rama tiba-tiba.
"Bukan siapa-siapa" ucap ana berbohong pada Rama.
"Jelaskan padaku ana, bukan siapa-siapa jelas-jelas Angga sampai mencarimu ketempat kerjamu" ucap Rama ingin tau.
"Sungguh Rama" ucap ana berbohong lagi.
"Ana aku tanya sekali jelaskan padaku siapa itu Angga" Ucap Rama dengan nada marah.
*Kevin kenapa kamu membahas masalah Angga disaat seperti ini* guman ana dalam hati.
"Baiklah, akan aku ceritakan tapi nanti ketika kita sedang berdua" ucap ana pelan.
"Dimas, Kevin ini undangan pernikahanku datanglah keacara pernikahanku nanti" ucap ana sambil memberikan undangan yang dibawah ditangannya.
"Baiklah kita pasti akan datang" ucap Dimas dan Kevin bersamaan.
"Ana, maafkan aku tapi ada baiknya kamu jelaskan tentang Angga pada calon suamimu, itu akan lebih baik ana. aku yakin pasti nanti Angga akan mencarimu lagi" Ucap Kevin menasehati ana.
"Iya Vin, terimakasih ya" Ucap ana dengan senyum manisnya.
Tentang Angga.
__ADS_1
Terimakasih kasih yang sudah membaca dan meninggalkan jejak dikarya author ya. mudah-mudahan kalian semuanya suka dengan ceritanya... jangan lupa like, komen, vote dan rate agar author lebih semangat lagi nulisnya 🙏🙏😘😘