Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
112. Semuanya serba males


__ADS_3

Rama kembali ke kamarnya untuk menemui istrinya dan ternyata istrinya masih tidur dengan nyenyak.


"Bangunlah sayang, sampai berapa lama kamu akan tidur sayang??" Ucap Rama sambil memainkan hidung Ana, membuat Ana merasa kegelian dan langsung membuka matanya.


"Kenapa sih sayang, kamu mengangguku tidur?? aku masih ngantuk sayang" Ucap Ana dengan nada manja.


"Bukankah kamu hari ini mau pergi menemui Angga?" Tanya Rama, dan Ana langsung terbangun.


"Haruskah aku menemuinya sayang?" tanya Ana dengan nada malas.


"Aku masih ngantuk sayang, perutku juga sedang tidak enak" jawab Ana dan langsung membaringkan tubuhnya kembali ke kasur.


"Apa kamu sedang sakit Ana" tanya Rama dengan nada kawatir.


"Tidak sayang, aku hanya mengantuk saja!!" Jawab dan langsung memejamkan matanya kembali.


Rama akhirnya membiarkan istrinya tertidur kembali sedangkan Rama langsung turun kebawah.


"Cari apa nak?" tanya mami.


"Mam, rehan kemana kok tidak keliatan?" tanya Rama.


"Rehan dikamar nak" Jawab mami.


Rama langsung meninggalkan Maminya dan langsung menuju kamar Rehan.

__ADS_1


Tuk..tuk..


"Rehan, kamu didalam boleh kakak masuk?" Tanya Rama dari luar kamar Rehan.


"Masuklah kakak" Jawab Rehan.


Rama langsung masuk dan melihat Rehan sedang fokus dengan laptopnya.


"Apa yang kamu kerjakan Rehan?" tanya Rama pada Rehan.


" sedang mengejarkan skripsi kak, sebentar lagi aku akan wisuda kakak" Ucap Rehan penuh dengan kebanggaan.


"Apakah secepat itu kamu wisuda bocah tengil?" tanya Rama pada Rehan.


Rama mengakui adiknya Rehan itu sangatlah pintar, hanya saja Rama tidak pernah memperhatikan adik nya sedetail mungkin.


"Kak, setelah lulus kuliah aku akan melamar ayu kak" Ucap Rehan tiba-tiba, dan membuat Rama begitu kaget.


"Tunggu, apa kamu yakin akan menikah dengan usia kamu yang masih muda?" tanya Rama pada Rehan.


"Yakin kak, lagian kan aku sudah mulai bekerja di perusahaan kakak dan aku juga tidak mau lama-lama berpacaran kak" Ucap Rehan penuh keyakinan.


"Baiklah, kumpulkan uangmu untuk menikah nanti" Ucap Rama agar adik nya menabung dan tidak menghambur-hamburkan uangnya.


Biarpun Rama mampu menanggung biaya pernikahan adiknya namun dalam hal ini Rama ingin Rehan berusaha sendiri.

__ADS_1


"Siap kakak" Jawab Rehan penuh semangat.


Rama keluar dari kamar Rehan dan menuju ke mami yang sedang berada diruang tengah.


"Mami" Panggil Rama tiba-tiba membuat maminya kaget.


"Ada apa Rama? kenapa kau mengagetkan mami??" tanya mami pada Rama.


"Rama kesal sama Ana, lagian Ana tidur terus katanya ngantuk terus" Keluh Rama pada Maminya.


"Mungkin Ana terlalu kecapean kali sayang, biarkan Ana istirahat" Jawab mami berusaha memberikan pengertian pada anaknya.


"Mungkin saja Mam" Jawab Rama singkat.


Rama asik menonton televisi bersama Maminya.


"Mam, Mami tidak nyusulin Papi lagi?" tanya Rama ingin tau.


"Nanti sayang, Ana kan baru 2 bulan kehilangan anaknya jadi Mami mau disini untuk menjaga Ana juga Rama" Ucap mami pada Rama.


"Waktu begitu cepat berlalu ya mam, tiba-tiba anakku sudah 2 bulan meninggalkan aku dan ana" Jawab Rama, 2 bulan setelah ana ke guguran dan menurut Rama semuanya berlalu dengan cepat.


Akhirnya Rama pun pergi meninggalkan mami nya dan masuk ke dalam kamar untuk melihat istrinya.


Selamat malam para pembaca setia 😘😘

__ADS_1


__ADS_2