
Rama terus berusaha menggoda Ana dengan kejailannya namun Ana tetap saja masih mengabaikannya biarpun Ana merawat dirinya yang sedang sakit ya mungkin itu sudah sebagai tugas seorang istri.
Telpon Rama berdering dan ternyata itu telpon dari Maminya diluar negeri sana.
"Jangan katakan hubungan kita saat ini kurang baik!! aku tidak mau sampe Mami kawatir pada kita" Ucap Ana sebelum Rama mengangkat telpon dari maminya.
Akhirnya Rama segera mengangkat telpon dari Maminya.
"Rama, dimana istrimu nak? Mami telpon no ponsel istrimu tapi tidak aktif terus no nya" Ucap Mami dengan nada kawatir.
Beruntung aku sedang bersama Ana.
"Mami, Mami menelponku tapi Mami malah menanyakan istriku" Ucap Rama dengan nada merajuk pada maminya.
"Hey sayang, apa kau sedang cemburu dengan istrimu?? sekarang Ana juga sekarang anak Mami nak, berikan telponnya pada Ana sekarang Rama!!" Jawab mami dengan suara cemprengnya.
"Mami!! Mami mau buat telinga Rama pecah apa? iya iya mam Rama panggilkan Ana dulu" Ucap Rama dengan nada kesal pada Maminya karena suara Maminya yang cempreng.
"Sayang, ini Mami" Ucap Rama Sambil memberikan ponselnya pada Ana, Ana menerima ponsel tersebut.
__ADS_1
"Sayang, kemana saja kamu nak Mami menelpon no ponselmu tapi tidak aktif terus?? Mami sangat merindukanmu nak!!" Ucap Mami dengan nada yang begitu lembut beda saat berbicara dengan Rama tadi.
"Maaf Mami, ponsel Ana rusak. sama Mami Ana juga sangat merindukan Mami" Ucap Ana dengan nada begitu manja.
Dirumah mami (Diluar negeri).
Papi Revan keluar dari kamarnya dan memanggil maminya karena ada acara dikantornya.
"Mami, ayo buruan nanti terlambat" Ajak papi Revan.
"Sebentar Pi" Jawab mami sedikit berteriak pada Papi.
"Ayo Pi kita berangkat" Ajak Mami.
Papi dan mami pergi menuju kantor karena takut terlambat.
Rama dana Ana.
"Ini ponselnya" Ucap Ana sambil memberikan ponsel tersebut pada Rama dan Rama langsung menarik tangannya ketika Ana memberikan ponselnya pada dirinya.
"Rama lepasan aku" Ucap Ana Sambil berusaha melepaskan tangannya yang ditarik oleh Rama.
__ADS_1
"Aku sangat merindukan kamu sayang" Ucap Rama pada Ana.
"Aku sedang tidak merindukanmu Rama Ardiyansyah" Ucap Ana dengan nada kesal, karena mengingat tentang kejadian dikantor waktu Rama sedang bersama Elina.
Rama melepaskan Ana dan membiarkan Ana pergi. Ana pergi meninggalkan Rama dikamar.
"Istirahatlah biar tubuh kamu cepat sehat" Suruh Ana dengan nada lembut.
"Aku sudah sehat sayang!! karena kamu sudah dengan baik merawatku" Ucap Rama pada Ana dengan sedikit kesal, karena Ana terus bersikap jutek padanya.
*apa sih mau wanita kalau sedang cemburu, semuanya serba salah* Guman Rama dalam hati.
"Sayang, aku ingin membicarakan masalah Elina aku tidak mau kamu salah paham terus" Ucap Rama pada Ana, yang masih berusaha membujuknya.
"lupakan masalah Elina Rama, aku terlalu malas untuk membalasnya" Ucap Ana dengan nada yang tidak mau tau.
Ana yang masih uring-uringan dan tidak mau mendengar cerita Rama tentang Elina membuat Rama tambah bingung, harus bagaimana cara menghadapi istrinya yang kadang sulit dimengerti dan dipahami apalagi ana yang sangat cemburuan sekali.
Bersambung
Terimakasih
__ADS_1