
Ana yang merasa malu dengan ucapan suaminya pun langsung pergi masuk kedalam kamar mandi karena memang ana belum mandi sore.
"Udah ih sayang, aku mau mandi dulu berhentilah menggodaku. kamu tahu kan aku sedang hamil anak kamu" Ucap ana, sambil mencubit kedua pipi suaminya dengannya tangannya.
"Apa salahnya aku menggoda istriku sendiri dimalam hari" Ucap rama dengan nada genit ditelinga istrinya.
Ana pun mendorong tubuh suaminya agar menjauh dari dirinya.
"Sayang, aku mau muntah" Ucap ana, dan langsung pergi meninggalkan rama ke dalam kamar mandi.
Rama pun mengikuti langkah kaki istrinya, namun ana menutup pintu kamar mandi.
"Sayang, kamu tidak apa-apakan?" Tanya rama pada ana.
"Aku tidak apa-apa sayang, kamu istirahatlah lebih dulu sayang. aku mau mandi sebentar" Jawab ana dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
Rama pun menuruti perkataan istrinya dan langsung menuju ke ranjang tempat tidurnya.
"Sayang, aku sangat merindukanmu sekali malam ini namun anak kita sedang tidak mau dimanjakan oleh papanya" Guman rama dalam hati.
Rama pun menunggu ana diranjang tempat tidurnya, sambil memainkan game kesukaan dirinya.
"Terus..ahh sial kalah lagi, kenapa begitu susah memainkan game ini sih padahalkan aku biasanya menang kenapa malam ini aku bisa kalah, kesal banget ih" Ucap rama yang memaki-maki ponselnya sendiri.
Ana pun keluar dari kamar mandi, namun merasa bingung melihat suaminya marah-marah sendiri, ana pun menghampiri suaminya yang sedang tiduran diranjang tempat tidurnya.
"Rama, apa yang membuat begitu kesal seperti itu?" Tanya ana dengan nada lembut.
Ana pun memeluk suaminya seperti sedang menenangkan anak kecil yang sedang kalah bermain game.
"Itu hanya sebuah game sayang, besok main lagi pasti akan menang" Ucap ana, sambil mengusap-usap pipi rama.
Rama pun memegang tangan ana dan mencium tangan ana.
__ADS_1
"Sayang, kenapa kamu kadang tidak mau dekat denganku?" Tanya rama pada ana.
"Bukan aku yang tidak mau, tapi anak yang dalam kandunganku sayang yang suka tiba-tiba tidak mau sama papanya" Ucap ana pada rama, sebenarnya ana juga merasa kasian pada suaminya namun semua ini karena anaknya.
"Anak papa, kamu menurutlah sama papa kelak kalau kamu lahir papa pasti akan sangat menyayangimu asal kamu tidak menyuruh mama kamu jauh-jauh dari papa" ucap rama sambil mengelus-elus perut istrinya yang belum terlihat buncit.
Ana pun tersenyum melihat suaminya membujuk anaknya yang ada didalam kandungannya.
"Iya papa, tapi aku tidak mau berbagi pokoknya mama punya aku" Ucap ana yang seolah-olah menirukan suara anaknya yang ada didalam kandungannya.
Ana pun melihat jam dinding yang ada ditembok dan sudah menunjukan pukul 11 malam.
"Sayang, ayo tidur ini sudah jam 11 malam, besok kamu kan kerja sayang" Ucap ana pada rama yang begitu penuh perhatian.
Rama pun menuruti ucapan istrinya dan menarik ana kedalam pelukannya.
"Sayang, aku sudah beberapa hari ini tidak memelukmu makan biarkan malam ini aku tidur memelukmu, mumpung anak kita sedang tidak rewel" Ucap rama, rama pun mempererat pelukannya pada ana.
__ADS_1
Ana pun mulai memejamkan matanya dipelukan suaminya dan menurut ana inilah tidur yang paling nyaman.
Selamat malam semuanya, terimakasih buat para pembaca setia karya author ya pokoknya author doain buat kalian semuanya mudah-mudahan sehat selalu 🙏🙏😘😘