Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
359.Ini bersifat rahasia S2.


__ADS_3

Ternyata Niah sudah membuka matanya dari tadi, tapi David tidak sadar.


"Aku tidak bisa tidur." Keluh Niah.


"Lalu aku harus bagaimana?" Tanya David.


Niah memanyunkan bibirnya dengan manja membuat David merasa sangat gemas pada dirinya.


"Kan tadi kamu nyuruh aku tidur diluar. Dan sekarang apa? Kamu tidak malah tidak bisa tidur." David mengingatkan kata-kata Niah.


"Apa kamu sekarang sedang meledekku?" tanya Niah dengan tatapan polosnya.


"Aku hanya mengulangi kata-katamu." jawab David yang membuat Niah semakin kesal.


David hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sikap manja istrinya malam ini.


"Sudahlah berhenti mengajakku berdebat, kamu juga sedang sakit." David mengusap pipi Niah, lalu membaringkan tubuhnya Niah.


Niah hendak mendorong tubuh David karena masih kesal pada David, tapi David menahan tangan Niah dan malah memasukkan Niah kedalam pelukannya.


"Tidurlah, aku tahu Niahku ini tidak bisa tidur tanpa pelukan hangat dariku." bisik David disela-sela pelukannya.


Niah hanya diam dan langsung membenamkan wajahnya di dada bidang David. Lagian benar kata David kalau dirinya tidak bisa tidur nyenyak tanpa pelukan sang suami.


David terus mengusap-usap rambut Niah dengan lembut, sampai Niah tertidur pulas dipelukan.


"Istriku kamu cantik sekali saat tertidur tapi kamu akan berubah jadi galak kalau sedang marah. Dan kamu akan berubah menjadi manja kapan saja kamu mau, dasar gadis bunglon senang sekali merubah-rubah suasana hatinya." David berbicara sendiri sambil tersenyum membelai rambut rambut panjang Niah.


Malam semakin larut akhirnya David ikut memejamkan matanya.


Keesokan harinya, hari ini adalah hari sabtu jadi David bisa fokus mengurus sang istri yang sedang sakit.


David juga sudah bangun dari tadi pagi. setelah dirinya mandi David langsung pergi menuju ke dapur untuk membuat bubur buat Niah.


Di dapur.


David sedang sibuk memasak bubur sambil bernyanyi tidak jelas.


"Tenyata seperti ini rasanya punya istri, istri sedang sakit aku harus merawatnya." David berbicara sendiri sambil mengaduk-aduk bubur yang ada didalam panci.


Di kamar.


Niah perlahan-lahan membuka matanya tangannya meraba-raba mencari-cari sang suami, tapi tangannya tidak menemukan sosok suaminya. Niah melebarkan matanya ternyata suaminya sudah tidak ada diranjang tempat tidurnya.


"David kemana?" Tanya Niah pada dirinya sendiri.


Niah turun dari tempat tidurnya lalu pergi mencari sosok suaminya. Niah melihat kamar mandi tapi David tidak ada.


"Kemana suamiku?" Niah berlalu pergi dari keluar dari kamarnya.


Niah menelusuri setiap sudut ruangan tapi tidak menemukan David.


"Emmhh baunya wangi sekali." Niah mencium aroma masakan.


"*Apa suamiku sedang memasak?" Batin Niah dalam hatinya*.


Niah berjalan menuju ke dapur, melihat sosok yang dicarinya dari tadi membuat Niah langsung mengembangkan senyumnya.

__ADS_1


"Suamiku......" Niah berjalan menuju ke dapur, Niah langsung memeluk tubuh kekar sang suami dari belakang.


David tersenyum merasakan pelukan dari istrinya.


"Kenapa turun dari tempat tidur? Harusnya kamu berbaring saja aku tidak mau kamu sampai kelelahan." David terus membaweli Niah membuat Niah kesal.


"Suamiku, aku bukan seorang Tuan Putri, jadi aku tidak perlu berbaring ditempat tidur terus aku juga bosan di dalam kamar terus." jawab Niah dengan lembut.


David mematikan kompornya lalu membalikkan tubuhnya agar menghadap ke istrinya.


"Istriku..." panggil David dan dua tangannya sudah memegang pipi Niah.


Niah tersenyum manis pada David membuat David merasa sangat gemas dan ingin sekali memakannya.


"Aish kamu sih sedang datang bulan, coba kalau tidak pasti aku sudah mengajak kamu membuat adonan." Batin David dalam hatinya.


"Jangan menatapku seperti itu!" pinta Niah karena David menatapnya dengan tatapan mesum.


"Apa kamu masih marah padaku?" tanya David dengan jail.


"Apa kamu masih menyukai wanita itu?" bukannya menjawab Niah malah balik bertanya pada David.


"Niah istriku tercinta, aku hanya mencintai dirimu saja." tegas David dengan sorot mata yang begitu serius.


David terus menatap mata Niah dengan penuh ketulusan, kini David mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Niah hampir saja mereka berciuman. Tapi tiba-tiba bel rumah pintu David dan Niah berbunyi.


"Ting...tong... ting...." anggap saja suara bel rumah.


"Aish siapa sih menganggu sekali." David langsung memasang wajah kesalnya.


"Padahal niatnya mau mesra-mesraan malah ada tamu yang tidak di undang datang." gerutu David sambil kembali mengaduk bubur buatannya yang belum matang.


Sesampainya di pintu depan Niah langsung membukakan pintu rumahnya.


"Ceklek..." suara gagang pintu.


Melihat ternyata Kevin, Kenan dan Ralin yang datang Niah langsung mengembangkan senyumnya.


"Kalian masuklah!" Niah menyuruh semua untuk masuk kedalam rumahnya.


Kini Niah dan yang lainnya masuk kedalam rumah.


"Duduklah, aku buatkan minum dulu." Niah tersenyum manis pada semuanya.


"Kak Niah tidak usah, aku sudah membawa banyak minuman kaleng dan banyak cemilan untuk kita semua." larang Ralin sambil menunjukkan tentengan plastik yang berisi makanan dan minuman kaleng.


Niah tersenyum pada Ralinsyah, lalu berlalu pergi dari hadapan semuanya untuk memanggil David yang masih sibuk di dapur sana.


"Sebentar ya Kak Niah panggil suami kak dulu." pamit Niah dan langsung pergi dari hadapan mereka.


Niah pergi ke dapur untuk memanggil David sedangkan Ralinsyah, Kevin dan Kenan saling mengobrol.


"Apa Kak Niah jam segini baru bangun? Dia juga masih memakai baju tidur." tanya Ralin dengan begitu polosnya.


"Alin, Kak Niah itu sudah menikah dan wajar saja kalau Niah bangun siang apalagi hari ini Kak David libur kerja." jelas Kenan pada Ralin, Ralin mencerna kata-kata Kenan hanya saja Ralin tidak paham juga.


Kevin menatap wajah Kenan lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.

__ADS_1


"Ken, ada baiknya kamu tidak usah membicarakan hal seperti itu pada calon istrimu itu! Karena aku tahu dia pasti tidak akan paham." larang Kevin yang tahu Valin suka lemot dalam urusan orang dewasa.


"Aish Kak Kevin itu menyebalkan!" Ralin menatap Kevin dengan tatapan kesal.


Mereka yang tidak tahu kalau Niah sedang sakit jadi mereka memikirkan hal yang tidak-tidak, bahkan otak Kenan dan Kevin juga sudah traveling kemana-mana.


"Aku mau nikah sajalah biar tidurnya ada yang dipeluk." Batin Kevin dalam hatinya.


"Oh iya Alin mana tadi yang mau diberikan pada Kak Niah dan Kak David." tanya Kevin.


"Ini kak, bilang titipan dari Kakek Revan." Jawab Ralin.


Ralin memindahkan titipan dari Kakek Revan dan semua tentengan plastik yang ada di sampingnya duduk ke atas meja.


Setelah beberapa lama Niah keluar dengan David, lalu mereka langsung ikut bergabung duduk di sofa.


"Apa kabar." sapa David dengan senyum manis dibibirnya.


"Kita semuanya baik kak." jawab Kevin mewakili semuanya.


"Oh iya kak, ini ada titipan dari Kakek Revan buat Kak Niah dan Kak David." Ralin menyodorkan barang tersebut pada David.


"Kira-kira apasih yang dititipkan kakek buat Kak Niah dan Kak David." Gumam Ralin dalam hatinya.


David menerima barang tersebut lalu membukanya tapi tidak mengeluarkannya.


"Ada suratnya." Gumam David yang langsung mengambil surat tersebut.


isi surat dari Kakek Revan.


Cucu menantuku segeralah buat cicit-cicit yang lucu-lucu buat kakek! Ini untuk kamu minumnya kalau mau ehem-ehem.


Setelah membaca surat dari Kakek Revan, David senyam-senyum sendiri.


"Dasar kakek ini." Batin David dalam hatinya.


"Kamu kenapa senyam-senyum sendiri?" Tanya Niah penasaran.


"Nanti kamu akan tahu." jawab David dengan tatapan jailnya.


Ralin geleng-geleng kepala, Kenan dan Kevin malah ikut senyam-senyum.


"Kenapa harus nanti?" tanya Niah lagi.


"Ini bersifat rahasia!" David menutup mulut Niah dengan jari telunjuknya.


"Bersifat rahasia apasih?"


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


Maaf baru sempat up, Authornya sedang sakit mata jadi nulisnya nyicil dari pagi 🙏


Mampir yuk ke karya baru Author 😘😘


__ADS_1


__ADS_2