
Keesokan harinya Rama sudah berangkat ke kantor, kini Ana dirumah hanya bersama dengan Anak-anaknya.
"Tok..tok..." suara ketukan pintu.
"Masuk pintunya tidak dikunci!" sahut Ana.
Ana tahu kalau pagi jam segini pasti yang datang ke rumah pasti Ayu, jadi Ana langsung menyuruhnya masuk.
"Ceklek..." suara gagang pintu.
Ayu langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah Ana, lalu Ayu menghampiri Ana yang sedang duduk diruang tengah.
"Kakak Ipar.." panggil Ayu.
"Iya Yu, kemarilah!" pinta Ana.
Ayu langsung berjalan menuju ke tempat Ana duduk, lalu Ayu langsung mengangkat Niah kini Niah sudah berada dipangkuan Ayu.
Pagi yang begitu cerah Via dan Alena juga datang kerumah Ana. karena dirumah mereka juga kesepian jadi mereka memilih mengungsi ke rumah Ana.
"Ana..." Panggil Via dan Alena.
"Itu pasti suara Via dan Alena, Aku bukankan pintu dulu ya kak." kata Ayu yang langsung beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan menuju ke depan.
"Ceklek..." Ayu membuka pintu.
"Silahkan masuk!" pinta Ayu.
Via dan Alena Mengikuti langkah kaki Ayu, kini mereka sudah sampai diruang tengah, Via, Alena dan Ayu sudah duduk di sofa ruang tengah.
Kini mereka berempat sedang mengobrol sambil menjaga anak-anak mereka.
Sekarang mereka benar-benar menjadi Ibu rumah tangga, mereka rela melepaskan pekerjaan mereka demi Anak dan suami-suami mereka.
Dikantor Rama.
Rama sedang sibuk dengan laptopnya, Bagas juga sedang membantu Rama diruangan Rama.
"Bagas, Kamu carilah lokasi yang bagus untuk membuat perpustakaan dan toko kue, secepatnya ya Gas." kata Rama tiba-tiba.
"Apa ini proyek baru Kita?" tanya Bagas.
"Tentu saja bukan, ini permintaan Ana jadi Aku harus mengabulkannya." jawab Rama.
"Baiklah Tuan, Aku akan mencarinya." jawab Bagas.
Jam menunjukkan pukul 7 malam, Rama, Rehan dan Bagas sedang berjalan menuju perjalanan pulang kerumahnya. Bagas dan Rama mereka satu mobil sedangkan Rehan pakai mobil sendiri.
Sesampainya dirumah Bagas langsung pulang, sedangkan Rehan mampir ke rumah Rama karena Rehan tahu pasti Ayu ada dirumahnya Rama.
"Tok..tok..." suara ketukan pintu.
"Sepertinya suami-suami Kita pulang." kata Ana yang langsung beranjak dari tempat duduknya untuk membukakan pintu.
Ana berjalan menuju pintu depan, lalu Ana membuka pintu.
"Ceklek.." suara gagang pintu.
__ADS_1
Melihat suaminya dan Adik Ipar ada dihadapannya, Ana langsung menyuruh mereka untuk masuk ke dalam rumah.
"Masuklah!" kata Ana pada Rama dan Rehan.
Kini mereka bertiga masuk, melihat Ayu sedang asik menggendong Kevin sambil mengajaknya mengobrol, ntah apa yang Ayu obrolkan pada seorang bayi hanya Ayu yang tahu.
"Sayang, Anak Papi." kata Rehan sambil menyentuh Pipi Kevin.
Ayu menghela nafasnya, lalu melakukan protes pada Rehan.
"Tadi kirain Papi Rehan mau menyapa Mami Ayu! ternyata menyapa Kevin tampan." protes Ayu.
"Apa Kamu sedang menujukan rasa irimu pada Anak bayi sayangku?" sambung Rehan.
"Aku hanya sedikit melakukan protes saja padamu suamiku." jawab Ayu.
Rama dan Ana mereka saling menatap, lalu Rama berkata pada Ayu.
"Bayangkan saja Yu, jika Anak kalian sudah lahir pasti Rehan akan melebih sering menyapa Anaknya daripada Ibunya." kata Rama yang diiringi senyum jailnya.
"Sepertinya begitu Kak." jawab Ayu dengan nada males.
"Sudah-sudah, ayo Kita makan malam dulu." ajak Ana karena tidak mau kalau akhirnya mereka akan berdebat.
Rama, Ana, Ayu, dan Rehan sedang makan malam bersama, setelah selesai makan malam Rehan dan Ayu langsung pamit pulang pada Rama dan Ana.
"Kak, Kakak Ipar, kita pulang ya dulu." pamit Rehan.
"Iya kalian hati-hatilah, Ayu terimakasih ya sudah bantuin jagain Niah dan Kevin." jawab Ana sambil mengucapkan terimakasih pada Ayu.
"Sama-sama Kakak Ipar." jawab Ayu.
Malam semakin larut, Ana dan kedua anaknya langsung tidur, Setelah selesei mandi Rama juga langsung membaringkan tubuhnya lalu tertidur..
Keesokan harinya, Rama dan Bagas akan pergi melihat lokasi untuk pembangunan perpustakaan dan toko Kue impian Siska.
Sesampainya di lokasi, Rama langsung suka dengan lokasi tersebut dan pembangunan akan segera dimulai minggu ini.
"Tuan, nanti siapa yang akan me mengurus perpustakaan dan toko kue ini?" tanya Bagas.
"Istri-istri Kita yang akan mengurusnya dan untuk membantu Anak-anak belajar nanti Aku akan memperkerjakan guru-guru khusus, terus yang mengurus toko kue nanti Aku akan menyuruh orang yang udah ahli." jawab Rama, sambil terus mengamati sekitar lokasi tersebut.
lokasi yang begitu bagus, bahkan masih sangat asri, jadi jika perpustakaan dan toko kue dibangun di lokasi tersebut pasti akan bagus, apalagi tempatnya yang tidak terlalu jauh dari keramaian.
"Bagus Tuan, setidaknya Istri-istri Kita nanti bisa jadi tidak jenuh dirumah terus." kata Bagas, mengingat Alena sekarang lebih banyak dirumah jadi apa salahnya jika Alena nanti ikut turun tangan perpustakaan impian Siska.
"Oh iya, Minggu depan pembangunan akan mulai dilangsungkan dan mudah-mudahan 2 bulan bisa selesai." kata Rama pada Bagas.
"Pasti akan selesai, saya sudah menyiapkan orang-orang terbaik untuk membangun ini semua." jawab Bagas.
Dalam hal ini Rama memang menyerahkan semuanya pada Bagas, termasuk orang-orang yang akan membangun perpustakaan nanti semuanya sudah diurus oleh Bagas.
Setelah melihat lokasi pembangunan perpustakaan, Rama dan Bagas langsung kembali ke kantor.
Sesampainya dikantor, Rama dan Bagas langsung menuju keruangannya masing-masing.
Rama langsung sibuk dengan laptopnya, namun tiba-tiba Rama merindukan kedua buah hatinya.
__ADS_1
"Kangen sekali sama Princes Papa dan jagoan Papa, lebih baik Aku telpon dulu saja." gumam Rama.
Rama langsung menelpon Ana.
Ana yang sedang duduk bersama Mama Diana sambil jagain Anak-anaknya, mendengar ponselnya berbunyi Ana langsung mengangkatnya.
"Tumben Rama menelpon, Apa ada masalah ya?" pikir Ana, karena Rama jarang sekali menelpon kalau sedang bekerja.
"Hallo sayang." sapa Rama.
"Hallo juga suamiku, ada apa?" tanya Ana.
"Aku kangen sama kedua Anak kita, mereka sedang apa?" tanya Rama.
"Cepatlah pulang! mereka sedang bermain dengan neneknya." jawab Ana.
"Iya Aku akan segera pulang, tunggu ya." kata Rama.
Ana hanya tersenyum.
"Dasar suamiku, semenjak punya Anak ya Anaknya terus yang ditanyaiin." gumam Ana.
"Iya, Kamu jangan lupa makan siang ya." kata Ana.
"Aku mau memakanmu saja nanti dikamar." jawab Rama dengan jail.
"Dasar, sana lanjutkan pekerjaanmu!" omel Ana.
Rama tersenyum, lalu mematikan saluran teleponnya.
"Rasanya bahagia sekali punya Ana dan kedua Anak-anak." gumam Rama.
Ana menaruh kembali ponselnya diatas meja, lalu Ana tersenyum.
"Dasar Rama, bilang mau memakanku dua Anak saja masih kecil-kecil." gumam Ana sambil menggelengkan kepalanya.
Kembali ke kantor Rama.
Rama kembali sibuk dengan laptopnya.
jam menunjukkan pukul 12 siang, Rama, Bagas dan Rehan langsung menuju ke kantin kantor untuk makan siang bersama.
Dikantin kantor.
Rama, Bagas dan Rehan sedang menikmati makan siang mereka.
"Seiring berjalannya waktu akhirnya kita semua sudah mempunyai keluarga kecil masih-masing, tidak terasa padahal dulu kita kemana-mana tidak memikirkan Anak dan Istri, tapi sekarang sedang berkerja saja rasanya pingin cepet-cepet pulang." kata Rama tiba-tiba.
Bagas dan Rehan yang mendengarkan perkataan Rama dengan baik, mereka juga ikut menjawab dan menyambunginya.
"Tuan Rama benar, sekarang kalau dimana-mana rasanya pingin cepet-cepet pulang, pingin ketemu anak sama istri." jawab Bagas.
"Kalau Anakku belum lahir, jadi Aku ketemu istri saja." sambung Rehan.
Rama, Rian, Bagas dan Rehan, mereka semuanya sudah mempunyai keluarga kecil yang begitu bahagia.
Bersambung 🙏
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😊