
Hari sudah semakin sore Rama mengajak ana untuk segera pulang kerumah.
"Sayang, kita pulang sekarang ya sudah sore soalnya" Ucap Rama.
Ana menyetujui ucapan Rama dan bangun dari duduknya untuk menuju mobilnya setelah keduanya masuk mobil akhirnya Rama menyalahkan mobilnya dan segera menuju rumahnya.
Diperjalanan ana tertidur dalam mobil, mungkin karena ana sangat lelah hari ini.
Sampelah dirumah dan jam sudah menunjukkan jam 8 malam, Rama tidak membangunkan ana dan langsung menggendong ana untuk masuk kedalam rumah dan menuju ke kamarnya. Rama membaringkan ana diranjang tempat mereka tidur.
"Tidurlah sayang, selamat malam" Ucap Rama sambil mengecup kening ana.
Rama pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, setelah selesai mandi dan mengganti pakaian akhirnya Rama menyusul istrinya dan membaringkan tubuhnya disamping istrinya sampe akhirnya mereka tertidur pulas.
Keesokan harinya, seperti biasanya ana menyiapkan sarapan untuk Rama dan Rehan.
Rama yang sudah selesai mandi dan memakai pakaian rapi langsung turun dan menemui istrinya.
"Sayang pakekan dasiku" Ucap Rama Sambil memberikan dasi tersebut.
Ana menerima dasi tersebut dan langsung memakaikan ke kra kemeja suaminya.
"Sayang, terimakasih" Ucap Rama Sambil mengecup bibir ana dengan lembut.
__ADS_1
Setelah tradisi pagi hari selesei Rama segera menuju kantor sedangkan ana menunggunya dirumah.
"Sayang, nanti antarkan makan siang untukku ya" Ucap Rama dengan nada manja.
"Baiklah sayang" Jawab ana Sambil mengikatkan tali sepatu Rama.
Dikantor Rama.
"Selamat pagi tuan, ini berkas yang harus ditandatangani ini dari PT zz" Ucap bagas.
"Iya Bagas, taruhlah dimeja" Jawab Rama
"Bagas, tolong bikinkan saya janji untuk bertemu dengan dokter kandungan ya" Ucap Rama tiba-tiba dan membuat Bagas kaget.
"Tentu, aku sudah lama ingin punya ana namun istriku yang belum siap" Jawab Rama.
Bagas mengerti dengan maksud ucapan Rama, apalagi ana yang begitu masih muda mungkin kalau ana dulu belum siap ya wajar saja pikir Bagas.
"Baiklah tuan, saya akan mengaturnya" Ucap Bagas dan langsung pergi meninggalkan ruangan Rama karena mau melanjutkan pekerjaannya.
*Senang sekali sekarang ana sudah banyak berubah dan sudah mau punya anak* Guman Rama dalam hati.
Dirumah Rama.
__ADS_1
"Sakit sekali perutku" Ucap ana yang sedang berbaring ditempat tidur.
Ana pun hendak menelpon Rama namun niatnya diurungkan karena takut Rama akan kawatir dengannya.
"Mungkin ini hanya gejala mau datang bulan seperti biasanya, aku cukup meminum obat penahan rasa sakit saja" Ucap ana pada diri sendiri lagi.
Ana bangun dan mengambil obat yang ada laci tempat meja riasnya dan ana segera meminumnya, setelah meminum obat tersebut ana pun tertidur karena efek dari obat tersebut bikin ngantuk.
"Ana kemana? kenapa pesan chatku tidak dibalas? aku telpon juga tidak diangkat" Ucap Rama yang merasa kawatir.
Akhirnya Rama menghubungi adiknya.
"Hallo kakak" Ucap Rehan.
"Rehan, apa kamu sedang bersama kakak iparmu" tanya Rama dengan nada panik.
"Kakak, tadi kakak ipar dikamar mungkin kakak ipar tertidur kak" Jawab Rehan.
"Oke Rehan, terimakasih" Ucap rama sambil mematikan sambungan teleponnya.
Rama merasa lega dan melanjutkan pekerjaannya, tiba-tiba pintu ruangan Rama ada yang mengetuk.
"Masuklah, kamu mau apalagi kamu kesini" Ucap Rama dengan nada kesal dan begitu tidak suka.
__ADS_1
Nihh author kalo lagi nggak sibuk mah rajin up 🙏😘