Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
99. Siapa yang melakukan ini


__ADS_3

Rama langsung melempar foto-foto itu kemeja kerja, Rama langsung menelpon mami nya untuk menanyakan istrinya.


telpon mami.


"Hallo mam, apa Ana ada dirumah?" tanya Rama dengan nada agak sedikit kesal.


"Ana pergi ke kantormu sejak tadi pagi Ram, apa Ana belum sampai Rama?" Tanya mami dengan kawatir.


Tiba-tiba Ana mengetuk pintu.


"Mam sudah dulu ya, Ana baru saja sampai mam" Ucap Rama dan langsung mematikan saluran telponnya.


Ana masuk keruangan Rama.


"Sayang, ini aku bawakan makan siang untukmu" Ucap ana sambil menaruh makan siang Rama dimeja kerja Rama.


"Darimana saja kamu?? kenapa jam segini baru sampe bukankah tadi mami bilang kamu pergi dari pagi dari rumah??" tanya Rama sedikit kesal.


"Tadi ada kejadian yang terduga, jadi aku terlambat sampe kantor kamu sayang" jawab Ana yang tidak mau menceritakan kejadian tadi dijalan karena takut Rama akan kawatir padanya.


"Kejadian apa? Apa maksud kamu kejadian ini??" tanya Rama sambil menunjukkan foto-foto yang tadi dikirimkan oleh orang tidak dikenal.


"Siapa yang melakukan ini, Rama aku bisa jelaskan semuanya ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan. percayalah padaku Rama" Ucap Ana dengan nada lembut.

__ADS_1


"Sudah ku bilang jangan pernah menemui Angga lagi!! tapi kamu masih saja tetap menemuinya" Ucap Rama sambil menggelengkan kepalanya karena bingung dengan istrinya yang susah sekali dibilangin.


Tiba-tiba Bagas masuk.


Bagas mengambil foto yang terjatuh dilantai dan memperhatikan foto-foto yang dia pegang.


*Bukankah ini nona, siapa laki-laki ini* Guman Bagas dalam hati.


"Rama sungguh aku tidak berniat bertemu atau menemui Angga" Ucap Ana dengan jujur.


Namun seperti biasanya jika Rama sedang marah memang susah sekali kalau diajak bicara akhirnya Ana diam saja.


"Nona, biar saya yang bicara sama tuan" Ucap Bagas pada Ana, Bagas tau jika suasana hati tuannya sedang tidak bagus.


"Kamu benar, aku tidak boleh gegebah mengartikan ini semua" jawab Rama dengan nada pelan.


Dirumah Rama, Susi sedang menelpon seseorang ntah itu siapa?


"Susi, terus pantau keadaan dirumah Rama dan beri tau semua gerak-gerik Ana kemana saja ana pergi dan ana lakukan laporkan paduku" Ucap wanita didalam telpon tersebut.


"Baik nona, saya akan melaporkan semuanya" Ucap Susi dengan nada pelan.


"Oh iya bayaranmu sudah aku transfer" Ucap wanita di dalam telpon dan langsung mematikan saluran teleponnya.

__ADS_1


Dikantor Rama.


"Ana apa kamu sudah makan?" tanya Rama pada Ana, biarpun Rama sedang kesal tapi Rama juga tidak mau istrinya sampai sakit.


"Belum sayang" Ucap Ana pelan.


"Makanlah dulu, Bagas kamu juga makan bersama kami !" Ucap Rama pada Ana dan Bagas sambil membawa makanan yang dibawa oleh Ana ke meja.


"Tidak tuan, terimakasih saya ada janji mau makan diluar" Ucap Bagas penuh semangat.


"Apakah dengan seorang perempuan atau dengan laki-laki" tanya Rama penasaran.


"Dengan calon kekasihku tuan" Ucap Bagas dengan senyum lebarnya.


"Hay, kau wanita mana yang kamu dekati" tanya Rama ingin tau.


"Wanita yang begitu polos seperti nona muda tuan" jawab Bagas dengan nada meledek.


Rama kesal dengan Ucapan Bagas..


"Keluar kau dari ruanganku, berani sekali kau memuji istriku" Ucap Rama yang sudah mau melempar sendok pada Bagas namun ditahan oleh ana.


Bagas meninggalkan ruangan bos nya dengan bahagia karena sudah berhasil meledek bos nya di depan istrinya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2