
Sesampainya dirumah orang tuanya Niah melihat Vano sedang duduk didepan teras dengan seorang gadis.
"Siapa gadis itu?" Pikir Niah, Sambil terus melihat gadis cantik yang sedang duduk dengan Vano.
Rumah Vano tepat berada di depan rumah Ralin dan Kenan memberhentikan mobilnya, tepat di depan rumah Ralin jadi dengan jelas Niah bisa melihat Vano sedang duduk dengan gadis cantik di depan teras rumahnya.
Niah bengong, Ralin menepuk bahu Niah.
"Kak Niah, Kenapa bengong?" Tanya Ralin menyadarkan Niah, Niah menoleh ke asal suara dan tersenyum pada Ralin.
"Tidak apa-apa, Aku ke tempat mama dulu ya Alin, Oh iya Mami Ayu dan Papi Rehan dirumah?" Tanya Niah untuk mengalihkan pembicaraan Ralin pada dirinya.
"Ada kak, Kakak mau mampir kerumahku?" Jawab Ralin dengan nada lembut.
"Nanti saja, Aku mau ketemu sama mama dan papa dulu." Jawab Niah.
"Kenan, Alin, Aku duluan ya!" Pamit Niah yang langsung berjalan menuju ke rumahnya.
Niah memberhentikan langkah kakinya dan kembali menghampiri Ralin dan Kenan yang masih asik mengobrol.
"Aku harus bertanya pada Ralinsyah dan Kenan siapa gadis yang bersama Vano." Dalam hati Niah sangat penasaran sekali.
"Alin, Kenan, Itu gadis yang bersama Vano siapa?" Tanya Niah sambil menunjukkan gadis tersebut yang sedang duduk disamping Vano.
"Ternyata Kak Niah dari tadi bengong lihat Kak Vano sama gadis itu toh." Cetus Akun dengan begitu polos, Membuat Niah kesal.
"Alin pelankan suaramu!" Pinta Niah karena suara Ralin begitu cempreng.
Raline tersenyum simpul, Kenan mencubit pipi Ralin dengan pelan, Ralin memegangi pipinya yang dicubit oleh Kenan.
Niah menatap kesal Ralin dan Kenan, Bukannya menjawab pertanyaan dari Niah tapi mereka malah senyam-senyum dan main cubit-cubitan.
"Kalian main cubit-cubitanya lanjutkan nanti saja! Sekarang jawab pertanyaanku gadis itu Siapa?" Dengan tegas Niah kembali bertanya pada Ralin dan Kenan.
Kenan melihat Niah, Dengan senyuman lembutnya membuat Niah kesal.
"Dia malah senyam-senyum." Kesal Niah dalam hatinya.
"Kenan......!! Kamu jawab pertanyaanku!" Cetus Niah kesal.
"Aku tidak tahu Kak Niah, Mungkin dia temannya Kak Vano." Jawab Kenan yang memang tidak tahu siapa gadis itu.
"Dasar kalian ini, Sudah aku pulang dulu!" Kesal Niah dan langsung berlalu pergi ke rumah orang tuanya.
Ralin menatap Kenan dengan tatapan menggemaskan, Membuat Kenan ingin menciumnya.
"Jangan terus menatapku seperti itu atau aku akan menciummu." Goda Kenan dengan tatapan mesum.
"Aku akan senang jika kamu menciumku." Bukannya kesal Ralinsyah malah menggoda Kenan dengan begitu menggemaskan.
Kenan mencubit pipi Ralin dengan jail, Membuat Ralin langsung memanyunkan bibirnya.
"Masuklah aku mau pulang!" Pamit Kenan yang langsung pergi meninggalkan Ralin yang masih berdiri tegak di depan rumahnya.
"Dadah calon suamiku...." Dengan lembut Ralin dadah pada Kenan, Kenan hanya tersenyum.
"Apa sungguh dia akan menjadi istriku." Batin Kenan tidak percaya.
Ralin dan Kenan memang sudah dijodohkan dari kecil oleh papa-papa mereka yang memang kocak, Tapi disini lucu Ralin menerima perjodohan ini dan menganggap Kenan sebagai calon suaminya, Tapi Kenan selalu tidak mau dianggap sebagai calon suami Ralin, Tapi jika Ralin dekat dengan laki-laki lain pasti Kenan laki-laki pertama yang akan murka.
Sesampainya dirumah orang tuanya, Niah langsung menemui Ana dan Rama, Niah bergantian memeluk orang tuanya.
__ADS_1
"Anak papa terlihat semakin segar saja, Papa yakin pasti David merawatmu dengan baik." Kata David sambil mengacak-acak rambut Niah dengan lembut.
"Papa bisa saja, Iya pa David memperlakukan aku dengan sangat baik, Terimakasih ya pa laki-laki yang papa pilihkan adalah laki-laki baik Niah bahagia bersamanya." Jawab Niah dengan perasaan senang Niah mengucapkan terimakasih pada sang papa.
"Sama-sama anakku." Jawab Rama sambil mencium kening Niah dengan penuh kasih sayang.
Ana tersenyum melihat anak dan suaminya akhirnya akur.
"Akhirnya Niah bisa menerima laki-laki pilihan papanya." Ana bersyukur dalam hatinya.
Ana yakin pasti David adalah laki-laki yang baik, Dan pastinya seperti Dimas, Biarpun David bukan anak kandung Dimas tapi karena dari kecilnya David dibesarkan oleh Dimas jadi adalah sifat yang sedikit-sedikit mirip dengan Dimas.
"Papa, Mama pinjam Niah dulu ada yang mau Mama bicarakan padanya." Pinta Ana dan langsung mengajak Niah masuk kedalam kamar Niah.
Ana mengandeng tangan Niah untuk masuk kedalam kamarnya, Niah bingung ada ada dengan mamanya?
"Mama ada apa?" Tanya Niah dengan tatapan bingung.
"Urusan wanita nak, Nanti kamu akan mengerti." Jelas Ana yang tidak mau menjelaskan apa maksudnya.
Sesampainya dikamar Ana dan Niah duduk ditepi ranjang, Dengan rasa penasarannya Ana memberanikan dirinya untuk bertanya pada Niah.
"Sayang kamu sama David sudah melakukan ehem-ehem belum?" Tanya Ana tanpa basa-basi.
Niah menatap sang mama dengan tatapan bingung.
"Ehem-ehem apa maksud Mama?" Batin Niah.
"Mama ehem-ehem apa?" Tanya Niah dengan begitu polosnya.
"Malam pertama sayang," Jelas Ana membuat Niah senyum-senyum tidak jelas.
"Niah mama ingin tahu." Ana mulai kepo.
"Iya nanti biar Ralin yang mengantarnya, Katanya Ralin dan Kevin ingin berkunjung kerumahmu." Jawab Ana dengan lembut.
"Baiklah ma." Jawab Niah dengan sopan.
"Sebenarnya vitamin apa sih yang diberikan oleh kakek?" Pikir Niah dalam hatinya.
Niah mengobrol dengan sang mama, Bahkan banyak hal yang Niah tidak tahu Niah tanyakan pada mamanya. Mereka sudah seperti seorang sahabat yang saling bertemu.
Jam menunjukkan pukul 5 sore, Niah baru saja selesai mandi dan berganti pakaian setelah selesai, Niah pergi menuju dapur untuk membantu sang mama yang sedang membuat cemilan.
"Mama buat apa?" Tanya Niah penasaran.
"Mau buat pisa keju, Kamu mau membantu mama?" Jawab Ana dan Niah langsung membantu sang mama.
Niah dan Ana sambil membuat pisang coklat, Mereka juga berbagi cerita dengan bahagia.
"Niah jadilah istri yang menurut pada suami dan jangan membantah apa kata suami." Nasehat Ana buat Niah.
"Iya ma, Niah akan jadi istri yang baik untuk suami Niah." Jawab Niah dengan senyum manisnya.
"Oh iya ma, Dirumah Vano ada gadis cantik apa dia pacarnya Vano?" Tanya Niah Yang masih saja penasaran dengan gadis yang duduk bersama Vano.
"Mama tidak kenal nak, Nanti mama tanyakan pada Tante Via." Jawab Ana.
"Tidak usah ma, Niah nanti tanya sendiri saja pada Vano, Oh iya ma ini pisang coklat yang sudah matang aku bawa kerumah Tante Via ya ma." Tanya Niah yang sudah memegang piring berisi pisang coklat.
"Iya nak." Jawab Ana dengan lembut.
__ADS_1
Dengan cepat Niah berjalan menuju kerumah Vano.
"Aku tidak mau terus-terusan penasaran, Aku harus tanya pada Vano langsung." Batin Niah.
Sesampainya dirumah Vano, Niah melihat Vano dan menghampirinya.
"Tante Via ada?" Tanya Niah pelan.
"Ada didalam." Jawab Vano singkat.
Niah masuk kedalam rumah Vano.
"Sih Vano cuek sekali, Apa gara-gara ada gadis itu? Bagaimana aku mau bertanya dengannya langsung dia saja cuek sekali padaku." Batin Niah.
Vano yang tidak biasanya cuek hari ini tiba-tiba bersikap cuek pada Niah membuat Niah bingung, Sebenarnya Vano kenapa?
"Niah kamu bawa apa?" Tanya Via yang melihat Niah membawa piring ditangannya.
"Pisang coklat buat Tante." Jawab Niah.
Niah menaruh piring berisi pisang coklat diatas meja makan, Lalu Niah duduk, Via juga ikut duduk.
"Tante siapa sih gadis yang bersama Vano?" Tanya Niah pada Via.
"Dia anaknya temannya tante, Dan Vano juga mengenalnya makanya mereka mengobrol berdua diteras." Jelas Via yang membuat Niah mengerti.
Niah tersenyum.
"Ternyata hanya teman, Lagian dia kapan sih pacarannya?" Batin Niah.
Niah asik mengobrol dengan Via sampai jam setengah 7 malam Niah belum pulang juga, Karena Via mengajaknya mengobrol terus.
Sedangkan Vano tidak menemui Niah dan malah pergi mengantarkan gadis itu pulang.
David baru saja sampai dirumah mertuanya untuk menjemput Niah, Tapi Ana bilang pada David kalau Niah sedang dirumah Vano.
"Ma, David ke kamar Niah dulu ya." Pamit David dengan sopan.
"Iya nak, Kamu istirahatlah." Jawab Ana.
Ana tahu pasti menantunya sedang kesal mendengar Niah sedang dirumah Vano.
"Pasti mereka akan ribut." Batin Niah.
"Kevin kemari nak!" Pinta Niah yang melihat Kevin baru saja keluar dari kamarnya.
"Iya ma kenapa?" Tanya Kevin berjalan menuju ke mamanya duduk.
"Panggil Kak Niah dirumah Tante Via, Bilang Kak David sudah dirumah." Pinta Ana dan Kevin langsung pergi kerumah Via.
Dikamar Niah..
David terus ngedumel tidak jelas.
"Sebenarnya apa yang dia lakukan dirumah laki-laki itu sampai tidak pulang-pulang?" Batin David dengan pikiran macam-macam.
"Awas saja nanti kalau kamu pulang." Ancam David karena rasa kesalnya.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
__ADS_1
Maaf ya baru up, Tadi ada kebakaran Ditempat tetangga jadi ikut bantuin dulu 🙏