
Setelah acara tujuh bulanan selesei, Niah dan David kini berkumpul dengan para sahabat-sahabatnya. Kini mereka sedang menikmati makan rujak bersama-sama.
Semua tamu juga sudah pulang, Aftar dan Kinan juga sudah pulang.
Diatas meja ada macam-macam buah-buahan, ada mangga muda, nanas, kedondong, dan masih banyak yang lainnya.
"Sepertinya, seger." Mulut Kevin sudah tidak sabar ingin menikmati mangga muda yang ada dihadapannya itu.
Mangga muda sedang dikupas oleh Vano, Kenan terus menatap mangga muda yang sedang dikupas oleh Vano sambil menelan ludahnya dengan kasar.
"Mangga mudanya sepertinya seger." Batin Kenan, ia juga tidak sabar ingin menikmati mangga muda itu.
"Kak Vano, buruan dong ngupasnya!" Pinta Kenan, ia sudah tidak sabar.
"Ken sabar, kalau buru-buru Kak Vano nanti bisa teriris pisau tangannya!" Omel Ralin, ia menatap kesal suaminya.
"Biasanya Ken paling anti sama mangga muda, lah ini malah tidak sabar." Gumam Ralin dalam hati.
Kevin juga yang sudah tidak sabar ingin menikmati mangga muda itu, akhirnya merebutnya dari tangan Vano.
"Sini kak, biar aku saja yang kupas mangganya!" Kevin mengambil alih mangga muda itu dari tangan Vano.
Kini yang mengupas mangga muda itu Kevin, setelah beberapa lama akhirnya mangga muda itu sudah dikupas, kini mereka semua siap makan rujak.
"Rasanya asam sekali, aku tidak mau!" Kata Vina, ia memakan mangga muda itu sambil merem melek gara-gara mangganya begitu asam.
Niah dan David juga tidak berani mangga muda itu, dan mata mereka tertuju pada Kevin dan Kenan yang sedang menikmati rujak mangga muda itu dengan lahap.
"Ken, Vin, apa kalian tidak merasakan asam?" Tanya Vina, ia makan satu saja rasanya ngilu di giginya.
Kenan dan Kevin sama-sama menggelengkan kepalanya, sungguh mereka tidak merasakan asam sama sekali.
"Ralin, Valin, apa yang terjadi pada suami-suami kalian?" Tanya Vano, ia melihat Valin dan Ralin secara bergantian.
"Kita tidak tahu kak." Jawab Ralin dan Valin dengan kompak.
"Sepertinya, ada yang tidak beres." Cela David, ia juga merasa bingung dengan Kevin dan Kenan.
"David, Niah, kemarilah nak!" Panggil Ana.
__ADS_1
"Iya ma." Jawab David, kini ia mengajak istrinya menuju ketempat mama mertuanya sedang duduk.
Kini mereka duduk ditengah-tengah Rama, Ana, Shinta dan Dimas.
"David, sekarang kamu sudah mau jadi seorang ayah. Jadi jangan pernah hiyati istrimu, jangan sampai kamu menyakiti hatinya atau papa yang akan menghajarmu jika sampai kamu melakukan hal itu pada menantu papa," Kata Dimas, ia menatap tegas anaknya itu.
"Iya Vid, benar apa kata papamu. Kalau sampai itu terjadi mama juga tidak akan tinggal diam," Sambung Shinta, ia juga tidak mau kalau anaknya sampai menyakiti hati menantu kesayangannya itu.
"Iya ma, pa, aku pasti akan menjaga menantu mama dan papa dengan baik." Jawab David, dengan begitu tegas.
Rama dan Ana saling melempar senyum bahagia mereka, sungguh Rama tidak salah telah memilih David Pratama sebagai menantunya.
"Niah, kamu juga sebagai istri harus patuh pada suamimu. Seorang wanita itu harus bisa melayani suaminya dengan baik nak," Nasehat Ana untuk putrinya.
"Iya Niah, jangan seperti mama kamu dulu. Malam pertama saja papa dianggurin, gara-gara mamamu belum siap. Tapi giliran sudah tahu rasanya kadang suka minta duluan." Batin David dalam hati, mengingat malam itu David ingin sekali tertawa.
Niah memeluk Ana dengan penuh kasih sayang, ia bersyukur punya mama seperti Ana.
"Iya ma, aku akan menjadi istri yang baik untuk suamiku." Jawab Niah disela-sela pelukannya.
Dimas dan Shinta bahagia, karena punya menantu seperti Niah.
Setelah orang tuanya dan mertuanya pulang, David dan Niah kembali bergabung dengan para sahabatnya itu.
"Masih, makan mangga?" Tanya David.
"Lihat kak, Ken dan Kevin sudah mau habis 3 mangga. Padahal aku saja ngilu lihatnya." Ralin menggelengkan kepalanya, ia tidak percaya kalau suaminya itu menghabiskan banyak mangga hari ini.
"Alin, kamu makanlah mangga ini! Sungguh ini tidak asam sama sekali," Kevin menyuapi mangga ke mulut Ralin, dan langsung di tatap kesal oleh Kenan.
"Enak saja, kamu ingin menyuapi istriku. Biar aku saja!" Kenan langsung menyingkirkan tangan Kevin dari mulut Ralin.
"Dasar cemburuan, aku inikan kakaknya Ralin. Cuma nyuapi mangga saja langsung ngamuk suaminya." Gerutu Kevin, dan langsung dilirik tajam oleh Valin.
Dalam hati Kevin, apa Valinku juga cemburu gara-gara aku akan menyuapi mangga Ralin? Sungguh Valin, kamu kalau sedang cemburu wajahmu sungguh menggemaskan.
"Sayang, kamu kan bisa menyuapi aku!" Rajuk Valin, ia memayunkan bibirnya. Ntahlah setan apa yang ada merasuki Valin, masa cemburu dengan adiknya sendiri?
Kevin mendekat ke tempat Valin duduk, lalu dengan manja ia menyuapi mangga ke dalam mulutnya istrinya. Seketika rasa cemburu Valin lenyap begitu saja.
__ADS_1
Vina, Vano, Niah dan David, mereka saling menatap lalu sama-sama menggelengkan kepalanya.
"Aku, yang masih pengantin baru saja tidak sebucin mereka." Sindir Vano, ia tertawa Vina juga ikut tertawa.
"Sudahlah, mungkin mereka sedang menunjukkan cinta mereka pada kita." Ledek David, ia juga tertawa membuat Niah mencubit pinggangnya dengan pelan.
"Auh, sakit sayang!" Rintih David dengan manja.
"Dasar David, kamu saja yang lebih tua bucinnya sungguh keterlaluan."Batin Niah dalam hati.
Kini Valin dan Kevin, asik main suap-suapan makan mangga berdua. Sedangkan Kenan dan Ralin, Ralin hanya melihat Kenan menikmati mangga muda itu dengan lahap.
"Lihat Kenan, makan mangga kok perasaanku jadi berbunga-bunga ya." Hati Ralin berbicara.
Malam ini Kenan dan Kevin tergoda dengan mangga muda yang begitu menggoda, dan tanpa sadar lima biji mangga dihabiskan oleh Kenan dan Kevin.
Jam menunjukkan pukul dua siang, akhirnya Semuanya berpamitan untuk pulang kerumah.
Setelah semuanya pulang, David mengajak Niah masuk ke dalam kamar untuk istirahat dan membiarkan orang-orang suruhannya membereskan rumahnya.
Kini David dan Niah berbaring diatas tempat tidur, iya hari ini rasanya sangat lelah sekali.
"Sayang, kamu bahagia?" Tanya David, sambil membelai-belai pipi istrinya dengan lembut.
"Aku bahagia, sebentar lagi anak kembar kita akan lahir." Jawab Niah, matanya menunjukkan kebahagiaan.
Ntahlah apalagi yang akan David katakan lagi pada istrinya? Yang jelas hari ini perasaannya sangat bahagia dan tentunya David sudah tidak sabar menunggu kehadiran buah hati kembarnya.
"Sayang, kamu sudah memikirkan nama yang cocok untuk anak kita?" Tanya David, ia membenarkan posisinya, sekarang posisinya tiduran miring sambil menyangga kepalanya dengan satu tangannya.
"Belum, kira-kira siapa ya nama yang cocok untuk anak kembar kita nanti?" Niah malah balik bertanya, ia juga merasa bingung karena memang belum memikirkannya.
"Siapa ya?" David sedang berpikir keras.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
Maaf ya, sekarang up-nya malam 🙏
__ADS_1