Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
288.Terimakasih Suamiku.


__ADS_3

Dua hari kemudian, Rama hari ini mengajak Ana dan Anak-anaknya datang ke lokasi pembangunan perpustakaan dan toko kue yang Ana mau.


Kini Ana sedang sibuk memandikan Anak-anaknya, lalu mendandani Anak-anaknya dengan begitu sabar.


"Repotkan, lagian dulu Aku bilang pakai Baby susster Kamu tidak mau." omel Rama yang melihat Ana sedang kerepotan mengurus kedua Anaknya.


"Apalagi sekarang ada Kevin, pakai Baby susster saja ya." kata Rama sambil melihat kearah Ana.


"Aku tidak mau! Aku mau mengurus kedua Anakku sendiri." sambung Ana.


"Aku saja dirumah cuma duduk manis, kalau Anak-anak pakai baby susster, lalu kerjaan Aku apa?" pikir Ana, mengingat dirinya juga dirumah saja bahkan tidak ada kerjaan.


Dulu Rama memang sempat menawarkan Ana untuk pakai Baby susster, namun Ana menolaknya dengan alasan Dia ingin mengurus Niah sendiri dan sekarang sudah ada Kevin juga Ana tetap mau mau pakai Baby susster.


"Anak-anak sudah siap, Kamu jagain mereka dulu! Aku mau mandi dulu sebentar." kata Ana pada Rama.


Ana langsung menuju ke kamar mandi, sedangkan Rama menemani Anak-anaknya sambil bercanda dengan mereka.


"Anak-anak Papa, kalian begitu imut dan menggemaskan." kata Rama sambil mencium pipi Anak-anaknya secara bergantian.


Rama terus mengajak Anaknya bercanda dengan begitu bahagia.


"Bahagianya jadi Orangtua." gumam Rama.


10 menit kemudian, Ana keluar dari dalam kamar mandi, kini Ana tidak bisa mandi selama dulu, karena takut Anak-anaknya menangis jika meninggalkan mereka terlalu lama.


Ana langsung bersiap-siap pagi ini Ana memakai dress warna biru dongker, lalu merias dirinya dengan begitu natural. setelah selesai Ana menghampiri Rama.


"Sayang, Aku sudah selesai." kata Ana.


Rama memperhatikan Ana, lalu tersenyum pada Ana.


"Ternyata istriku begitu cantik." gumam Rama.


Biarpun Ana sudah melahirkan satu Anak, namun tubuh Risa masih terlihat sangat bagus, mungkin karena ada perawatan khusus.


"Kenapa Kamu tersenyum?" tanya Ana.


"Kamu sangat cantik Istriku." jawab Rama.


"Aku cantik dari dulu." sambung Ana.


"Aku tarik kembali pujian dariku." protes Rama.


"Mana bisa kata-kata yang udah keluar dari mulut sendiri ditarik kembali." omel Ana.


Kini Ana dan Rama saling melempar senyum, mengingat dulu mereka sering sekali bercanda seperti ini waktu belum punya Anak.


"Sudahlah, ayo Kita berangkat." ajak Rama.


Rama, Ana dan kedua Anak-anaknya, mereka akan pergi mengunjungi lokasi pembangunan perpustakaan.


Mereka langsung berpamitan dengan Mami Diana, yang sedang sarapan dimeja makan.


"Kalian mau kemana?" tanya Mami Diana yang melihat Ana dan Rama sudah berpakaian rapi.

__ADS_1


"Ana mau ikut Rama Mi, Anak-anak juga Ana aja Mi." jawab Ana dengan sopan.


"Apa kalian tidak repot membawa dua Anak seperti itu, Niah ditinggal saja! biar nanti Mami ajak Niah arisan." kata Mami Diana.


Karena takut Ana kuwalahan membawa kedua anaknya, namun Anak menolak tawaran dari Mami Diana.


"Tidak apa-apa Mi, takutnya kalau Niah Aku tinggal nanti Niah rewel Mi." tolak Ana dengan begitu sopan.


"Iya Mi, lagian ada Rama yang akan membantu Ana menjaga kedua Anakku Mi." sambung Rama menyakinkan Mami Diana.


"Baiklah, Kalian hati-hati dijalan ya! Oh iya kalian tidak sarapan dulu?" kata Mami Diana sambil bertanya pada Rama dan Ana.


"Tidak Mi, nanti saja gampang." jawab Rama.


"Iya Mi, Ana juga belum lapar." sambung Ana.


Setelah berpamitan dengan Mami Diana, Rama dan Ana langsung bergegas untuk menuju lokasi pembangunan.


Sesampainya di lokasi pembangunan, Rama langsung menggendong Niah, sedangkan Ana mengendong Kevin.


Rama mengajak Ana berkeliling, disekitar bangunan, Ana langsung tersenyum bahagia melihat impian saudaranya sedang dibangun.


"Kira-kira berapa lama tempat ini akan jadi?" tanya Ana sambil melihat sekeliling.


"Mungkin 2 bulanan sayang, Oh iya nanti Kamu ajak Via, Ayu dan Alena sering-sering berkunjung kesini, kan kalian nanti bisa membantu Anak-anak belajar juga." kata Rama pada Ana.


Dengan adanya perpustakaan ini juga akan membuat Ana, Via, Ayu dan Alena bahagia pasti, apalagi mereka jadi punya kegiatan jadi tidak jenuh dirumah saja.


Ana tersenyum memancarkan senyum bahagianya.


"Iya Aku akan sering-sering mengajak mereka datang kesini, Oh iya Kamu masih tetap menjadi donatur di yayasan Bu Yani?" kata Ana sambil balik bertanya pada Rama.


"Tentu saja masih, Setiap bulan Aku selalu mengirim uang dan keperluan Anak-anak panti." jawab Rama sambil tersenyum pada Ana.


"Terimakasih Suamiku, Kapan Kita berkunjung ke panti lagi?" tanya Ana sambil mengucapkan terimakasih pada Rama.


Ana memang sudah lama tidak berkunjung ke panti asuhan, terakhir Ana datang kesana yaitu waktu acara 7 bulanan dan ulang tahun Ana.


Karena akhir-akhir ini Ana sibuk, bahkan Ana baru saja mendapatkan cobaan semua orang yang Ana sayang pergi untuk selamanya.


"Tunggu, Aku ada waktu nanti Kita ke panti ya! Kita ajak kedua Anak kita." jawab Rama.


"Iya, kita harus mengenalkan mereka tentang kebaikan sejak mereka masih kecil." sambung Ana sambil tersenyum.


Rama menuju bagian belakang bangunan, betapa indahnya pemandangan halaman belakang.


"Nanti halaman belakang ini, mau Aku kasih taman untuk Anak-anak bermain." kata Rama sambil menunjukkan indahnya halaman tersebut.


"Pasti nanti Anak-anak akan sangat senang." jawab Ana sambil tersenyum.


Pengawas bangunan yang baru datang, langsung menghampiri Rama dan Ana.


"Selamat pagi Tuan Rama." sapa Pak Eko.


Pak Eko adalah pengawas bangunan yang ditunjuk oleh Bagas, karena Bagas dengan percaya dengan kemampuan kerja Pak Eko dan semua anak buahnya.

__ADS_1


"Selamat pagi Pak, lancar semuakan Pak untuk pembangunan?" tanya Rama.


"Allahamdulillah semuanya lancar." jawab Pak Eko.


"Maaf Tuan, Nona cantik ini siapa?" tanya Pak Eko.


"Ini Istri saya Pak dan ini kedua Anak saya." jawab Rama.


Pak Eko tersenyum pada Ana, lalu memperkenalkan dirinya pada Ana.


"Kenal Nona, Saya Pak Eko. Saya yang bertugas mengawasi pembangunan disini." Pak Eko memperkenalkan dirinya.


"Iya Pak, Saya Anatasya Istrinya Tuan Rama." jawab Ana dengan begitu sopan.


Pak Eko tersenyum pada Ana.


"Saya kira Tuna Rama masih lajang, ternyata sudah punya Istri dan dua Anak. padahal Tuan Rama masih terlihat sangat muda, tapi Istrinya juga sangat cantik sih." pikir Pak Eko.


Pak Eko mengajak Rama berkeliling untuk melihat-lihat bangunannya, Ana juga mengikuti Rama, kini Ana berjalan disamping Rama.


"Nanti kalau Kamu sudah besar Kamu harus seperti Papa Rama ya Nak." kata Rama pada Kevin.


"Kamu juga harus seperti Papa Kevin, Dia adalah laki-laki yang baik Nak." batin Ana.


Rama dan Pak Eko sedang saling mengobrol, Rama juga sambil menggendong Niah.


Tepat diatas Rama berdiri ada kayu balok yang hampir jatuh, namun tiba-tiba ada seorang tukang bangunan yang bertriak pada Rama.


"Tuan Muda.......!!!! awas ada kaya balok mau jatuh..." teriak sih tukang bangun.


Ana langsung ternganga, mau berlari untuk menolong suaminya, namun tiba-tiba lengan tangan Ana ada yang menahannya.


"Nona jangan kesana, itu sangat bahaya." kata salah salah satu tukang bangun.


"Tapi Suamiku Pak..." jawab Ana dengan perasaan kawatirnya.


Tiba-tiba ada tukang bangunan yang lainnya, tiba-tiba mendorong Rama dan balok tersebut langsung jatuh.


"Gedebuk....." bunyi balok yang jatuh.


"Ramaaaaa......." panggil Ana sambil memejamkan matanya, jadi Ana tidak tahu apa yang terjadi.


Ana langsung terduduk lemas karena rasa takutnya.


Ntah apa yang terjadi pada Rama, Ana belum berani membuka matanya, dengan perasaan takut dan sangat kawatir, Ana terus memeluk Kevin, sambil berdoa dalam hatinya.


"Mudah-mudahan semuanya baik-baik saja." Doa Ana dalam hatinya.


Pelan-pelan Ana membuka matanya, semua orang disitu juga saling terdiam, namun tukang bangunan yang menarik lengan tangan Ana berusaha menenangkan Ana.


Bersambung 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


Baca juga karya teman Asti 😘😘

__ADS_1



__ADS_2