
Satu bulan telah berlalu, David dan Niah sangat bahagia tinggal di rumah barunya. Sih kembar juga sangat anteng di rumah barunya.
"Sayang, aku berangkat kerja dulu ya." Pamit David, dia melihat istrinya sedang memakaikan bandana pada kedua putri kembarnya.
"Iya suamiku, kemarilah lihat anak-anakmu mereka sangat cantik dan lucu." Niah melihat David, dan David berjalan menuju ke tempat Niah duduk.
David tersenyum melihat kedua putri kembarnya yang sudah cantik, dia bahagia biarpun istrinya mengurus kedua anaknya sendiri tapi istrinya itu begitu telaten dan sangat sabar.
"Dia adalah wanita hebatku, wanita yang sudah memberikan kebahagiaan untukku, dia memberikan dua bidadari cantik untuk melengkapi kelurga kecil kita." Batin David dalam hatinya.
"Ini anak siapa sih? Anak papa, kalian cantik sekali, papa berangkat kerja dulu ya nak." David mencium pipi kedua putrinya secara bergantian.
"Iya papa hati-hati ya pa. Pulangnya jangan malam-malam pa, kasian kita di rumah cuma bertiga." Jawab Niah, dia seolah-olah menjadi suara kedua putri kembarnya.
Niah menaruh sih kembar ke dalam dorongan bayi. Lalu mereka pergi mengantar David ke depan rumahnya, Setelah sampai di depan rumah mereka melihat Kevin dan Kenan begitu panik, mereka langsung berjalan menuju ke Kenan dan Kevin.
"Kenapa?" Tanya David agak panik.
"Istri-istri kita mau melahirkan kak, kita mau ke rumah sakit kak," Kenan dan Kevin langsung naik ke dalam mobil mereka untuk membawa istri-istri mereka ke rumah sakit.
Kebetulan Rama dan Ana tidak di rumah, mereka pergi pagi-pagi sekali karena ada acara arisan. Saat bangun tidur melihat Valin merintih kesakitan Kevin langsung panik, Sesampainya di depan rumah ternyata Ralin juga mules-mules Kenan juga tidak kalah panik dan mereka berniat membawa istri-istri mereka ke rumah sakit.
David langsung memberikan tas kerjanya pada istrinya.
"Kenan, Kevin, kalian jaga istri-istri kalian di belakang ya! Biar aku yang menyetir mobilnya." David langsung masuk ke dalam mobilnya, Kenan juga pindah ke belakang.
Ralin dan Valin, mereka sama-sama merintih kesakitan. Perutnya begitu mulas mereka memegangi rambut suami-suami mereka dengan erat, membuat Kenan dan Kevin semakin panik.
Valin dan Ralin terus merintih, mereka menarik nafasnya dengan pelan lalu kembali menghembuskan dengan pelan.
"Tahan sayang!" Pinta Kevin.
"Kak David, kencangkan laju mobilnya!" Kenan semakin panik.
Sungguh David juga ikut kawatir, dia mempercepat laju mobilnya agar cepat di rumah sakit.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit, Ralin dan Valin langsung di bawah ke ruang persalinan, Kevin dan Kenan menunggu istri-istri mereka yang sedang berjuang melahirkan buah hati mereka sedangkan David sedang ada di bagian administrasi untuk mengurus semua biaya persalinan Valin dan Ralin.
Setelah selesai David menuju ke ruang persalinan, dia sudah duduk di tengah-tengah Kevin dan Kenan.
"Kak, aku deg-deggan sekali." Wajah Kevin tampak kawatir, tubuhnya gemetaran seolah-olah dia tidak tenang memikirkan istrinya yang sedang berjuang di dalam sana.
Kenan juga sangat frustasi, dia gelisah memikirkan istrinya sedang mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan buah hati mereka.
"Kalian, berdoalah agar semuanya baik-baik saja!" David mengelus punggung keduanya dengan sabar.
David juga sudah pernah merasakan di posisi mereka, jadi David tahu seperti apa perasaan mereka saat ini.
Di ruang persalinan, Ralin dan Valin sedang-sedang sama berusaha melahirkan anak-anak mereka, mereka menarik nafasnya, menghembuskan nafasnya, dan sekali-kali mereka agak menjerit.
Dokter-dokter yang menangani persalinan mereka sungguh begitu sabar, setelah satu jam lebih telah berlalu akhirnya tangisan bayi terdengar di ruang persalinan itu.
"Oek...oek...." Anggap saja suara tangisan bayi.
Hari ini Valin dan Ralin melahirkan putra-putra yang begitu tampan. Mereka lahir di jam yang sama.
Valin dan Ralin terkulai lemas, suster langsung mengurus bayi-bayi mereka. Sedangkan salah Dokter keluar dari ruang persalinan untuk memberitahu kabar bahagia ini pada para suami-suami mereka yang sedari tadi sudah menunggunya.
Kevin dan Kenan sama-sama berjalan menuju ke sang Dokter berdiri.
"Saya Dok." Jawab Kenan dan Kevin secara bersamaan.
"Selamat anak kalian telah lahir dan mereka berjenis kelamin laki-laki." Kata sang Dokter sambil tersenyum bahagia.
Kevin dan Kenan sangat bahagia, mereka saling berpelukan, membuat sang Dokter menggelengkan kepalanya.
Dokter kembali masuk ke dalam ruang persalinan untuk membantu mengurus kedua pasien.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Ralin dan Valin sudah di pindahkan ke ruang rawat inap.
Kenan, Kevin dan David, mereka langsung masuk ke dalam ruang rawat inap Ralin dan Valin.
__ADS_1
Ralin dan Valin, mereka di tempat di kamar yang sama karena semua itu permintaan David, iya David sengaja meminta satu yang berdua karena agar lebih mudah untuk melihat keadaan keduanya.
"Alin, kamu sudah menjadi seorang ibu." Kenan mencium tangan Ralin dengan penuh rasa bahagia.
"Kamu juga sudah menjadi seorang ayah." Jawab Ralin sambil tersenyum, dia tidak menyangka dirinya yang begitu manja sekarang sudah menjadi seorang ibu.
"Valin, terimakasih istriku." Kevin mengusap pipi Valin dengan lembut. Sungguh Valin sangat bahagia.
David hanya duduk di sofa sambil menaruh tangannya di dada, dia bahagia karena adik-adiknya itu terlihat begitu bahagia.
Setelah beberapa lama, dua bayi tampan itu di bawa masuk ke dalam ruangan Valin dan Ralin. Kenan dan Kevin, istri-istri mereka tersenyum bahagia melihat anak-anak mereka datang.
"Ini Nyonya anak-anak kalian." Para suster memberikan anaknya Valin pada Valin dan anaknya Ralin pada Ralin.
Kini Valin dan Ralin sudah sama-sama memangku anak-anak mereka.
"Mau di kasih nama siapa anak kita?" Tanya Ralin, sorot matanya begitu bahagia.
"Raka Putra Kenan, Itu saja namanya biar namaku ada di belakang nama anakku." Jawab Kenan dengan begitu senang.
"Raka anak mama, akhirnya kita bertemu di dunia nak." Ralin sangat bahagia, ntahlah hari ini sungguh dia hanya bisa mengucapkan banyak-banyak rasa syukur.
Ralin setuju dengan nama pemberian dari suaminya untuk anaknya.
"Sayang, kasih nama buat anak kita!" Pinta Valin, dia menciumi pipi anaknya dengan lembut.
"Gavin Putra Ardiyansyah," Jawab Kevin, dia tidak lupa mencantumkan nama belakangnya untuk sang anak.
Valin tersenyum, dia mengusap lembut pipi anaknya dengan tangannya.
"Gavin, anak mama selamat datang dunia ini nak." Valin begitu bahagia, sorot matanya begitu berbinar.
Akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga, Valin dan Ralin hari ini melahirkan jago-jagoan tampan mereka, yang diberi nama Gavin Putra Ardiyansyah dia adalah anak Valin dan Kevin. Dan Raka Putra Kenan dia adalah anak Kenan dan Ralin.
Mereka sangat bahagia, tidak lupa Kenan dan Kevin mengabari kedua orang tua mereka dan tentunya kedua orang tua mereka sangat bahagia dan tidak sabar ingin bertemu dengan cucu-cucu mereka.
__ADS_1
BERSAMBUNG🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊