
"Tok...tok.....tok..." Suara ketukan pintu.
"Sudah-sudah ada orang jangan lanjutkan obralan kalian ini!" Omel Ana dan segara pergi ke depan untuk membukakan pintu rumahnya.
"Siapa yang datang jam segini?"
"Ceklek." Ana membuka pintu kerumahnya.
Melihat ternyata yang datang Kevin dan seorang gadis cantik membuat Ana langsung memancarkan senyum manisnya.
"Cantiknya calon mantuku." Batin Ana dalam hatinya.
"Mama..." Sapa Kevin dengan lembut.
"Masuklah nak, Kekasihmu cantik sekali nak." Ana menyuruh Kevin dan Valin untuk masuk kedalam rumahnya, Ana juga memuji kecantikan Valin hari ini.
Kevin berjalan dengan santai, Valin sudah digandeng oleh Ana dengan senang hati.
"Dasar mama ngebet banget pingin punya mantu." Gerutu Kevin dalam hatinya.
Melihat Kevin datang membawa seorang gadis cantik, Membuat Rehan dan Rama saling menatap.
"Siapa kak?" Tanya Rehan ingin tahu.
"Dia kekasihnya Kevin." Jawab Rama.
"Kevin kenalkan gadis cantik ini pada kita semua!" Pinta Ana dengan lembut.
Niah melihat Ralin terus mendengarkan musik dan telinganya disumpel headset langsung mencabut headset yang masih ada ditelinga Ralin.
"Kak Niah...." Rengek Ralin.
"Lihatlah Kevin membawa gadis cantik." Kata Niah dengan senyum simpulnya, Mendengar Niah bicara seperti itu mata Ralin langsung beralih ke wajah tampan Kevin.
"Kak Kevin pacarmu cantik sekali." Batin Ralin dalam hatinya.
"Mama, papa, mami, papi, Kak Niah, Kak David dan Ralin bawel Kenalkan ini adalah Valinsyah Ananta dia adalah pacarku." Kevin memperkenalkan Valin pada seluruh keluarganya yang ada diruang tengah, Kevin juga menyebut nama keluarganya dengan lengkap.
"Kak Valin kenalkan aku Ralinsyah." Ralin memperkenalkan dirinya pada Valin.
"Calon adik ipar, Kenalkan aku Raniah Kakaknya Kevin dan ini suamiku David." Niah mengenalkan dirinya serta suaminya pada Valin.
"Aku Tante Ayu dan ini Om Rehan, Kevin biasa memanggil kita dengan sebutan mami dan papi." Ayu mengenalkan dirinya dan suaminya kepada Valin.
"Ini Papanya Kevin namanya Rama dan aku Mamanya Kevin nama Tante Ana." Ana juga mengenalkan dirinya serta suaminya pada Valin.
Valin tersenyum manis pada semuanya dan disambut senyum bahagia oleh semuanya.
"Duduklah nak!" Ayu dan Ana menyuruh Valin duduk.
__ADS_1
Valin duduk, Kevin juga ikut duduk dihadapan keluarganya Kevin menujukan kemesraan dengan Valin.
"Tuan Kevin, Jangan menatapku seperti itu." Batin Valin yang melihat sorot mata Kevin begitu lembut.
"Haruskah aku berpura-pura akting seperti ini? Tapi wajah Valin cantik sekali." Batin Kevin yang tanpa sadar memuji kecantikan Valin dalam hatinya.
Visual Kevin dan Valin.
"Kalian serasi sekali." Cetus Niah tiba-tiba.
"Iya kak kita memang sangat serasi." Jawab Kevin dengan senyum terpaksanya.
Ana tiba-tiba duduk disamping Valin dan Valin langsung membenarkan posisi duduknya.
"Dia bilang kita serasi, Dia lupa kalau kita hanya pura-pura pacaran." Gumam Valin dalam hatinya.
"Tidak usah gugup nak, Anggap saja tante ini orang tuamu sendiri." Dengan penuh kasih sayang Ana mengusap rambut panjang Valin.
Valin tersenyum matanya sudah berkaca-kaca tapi Valin berusaha menahan air matanya agar tidak sampai menetes dihadapan Ana.
"Orang tua Tuan Kevin begitu baik dan sangat lembut dalam bertutur kata, Mama, papa pasti Valin akan bahagia jika punya mertua seperti mereka." Batin Valin dalam hatinya.
Melihat sikap Ana yang begitu lembut membuat hati Valin berharap mempunyai mertua sebaik Ana.
"Andai saja mereka jadi mertuaku, Aduh ngomong apasih aku ini." Valin memaki-maki dirinya sendiri dalam hatinya.
"Tante denger dari Kevin, Maaf sebelumnya ya nak, Valin gadis yatim piatu ya?" Dengan sopan dan berusaha menjaga hati dan perasaan Valin Ana bertanya dengan hati-hati.
Valin tersenyum berusaha menahan air matanya agar tidak sampai terjatuh.
"Iya tante, Mama dan papa aku meninggal dari aku bayi tan." Jawab Valin dengan jujur.
Ana memegang pipi Valin lalu mengusapnya dengan penuh kasih sayang, Ana menarik Valin kedalam pelukannya. Ana mengingat dirinya sendiri dimasa lalu.
"Jadi ingat dulu aku sering di siksa oleh bibi dan Siska, Mudah-mudahan kalian tenang di alam sana." Dalam hati Ana mengingat masa lalunya dan juga mendoakan untuk bibi dan Siska yang sudah pergi untuk selamanya.
"Tante juga yatim piatu nak." Sambil memeluk Valin Ana menceritakan tentang dirinya yang juga seorang yatim piatu.
"Tante senang Kevin punya pacar seperti kamu nak, Jangan kawatir tante tidak akan menolak kamu untuk menjadi menantu tante nak! Karena dengan senang hati tante menerima kamu sebagai calon istrinya Kevin." Kata Ana panjang lebar, Kevin yang sedang minum hampir saja terdesak gara-gara mendengar perkataan sang mama.
"Mama..." Kata-kata Kevin terpotong.
Ana melepaskan Valin dari pelukannya.
"Berdosa sekali aku sudah membohongi orang tua sebaik Tante Ana." Dalam hati Valin, Valin merasa sangat bersalah.
"Mama apa? Pokoknya mama sudah suka dengan Valin dan awas saja jika kamu terus bermain-main dengan wanita lain diluaran sana." Sambung Ana dengan sorot mata penuh ancaman buat Kevin.
__ADS_1
Kevin menundukkan kepalanya karena tidak berani melawan perkataan sang mama, Apalagi Kevin adalah seorang anak yang begitu patuh kepada kedua orang tuanya.
"Akan papa cabut semua fasilitas yang papa berikan jika kamu terus bermain-main dengan wanita diluaran sana." Sambung Rama dengan tegas.
"Iya mama, papa, Kevin tidak akan bermain wanita lain Kevin akan terus mencintai Valin dan menerima Valin apa adanya." Dengan tegas Kevin menjawab apa yang dikatakan oleh sang papa.
Valin terus memancarkan senyum bahagianya, Kini dirinya sedang mengobrol dengan Ralin dan Niah, Kevin melihat mereka bertiga sangat akrab padahal baru kenal. Ntahlah hati Kevin tiba-tiba merasa sangat bahagia.
"Sudah cantik, Baik tapi sayangnya lelet." Hati Kevin terus memuji-muji Valin.
Ana mengajak Valin, Ana dan Ralin untuk memasak bersama, Ayu juga ikut dengan mereka.
Didapur...
Ana, Ayu, Valin, Niah dan Ralin, Mereka sedang membuat udang pedas manis, Sayur SOP ayam dan membuat cumi tepung.
Mereka masak bersama dengan penuh kebahagiaan, Ana dan Valin juga terlihat sangat dekat padahal mereka baru saling kenal.
"Mama, Pasti mama senang akan punya menantu cantik seperti Valin." Kata Niah sambil mengiris-iris bawang.
"Iya nak, Mama juga senang punya mantu seperti David." Jawab Ana yang tidak mau pilih kasih.
Kini di dapur sambil memasak mereka saling ngobrol dan bercanda ria.
Diruang keluarga.
Rama, Rehan, David dan Kevin, Mereka sedang asik mengobrol.
"Cie Kevin sebentar lagi akan menikah." Ledek Rehan dengan jail.
"Papi Rehan, Kevin sudah dewasa dan sudah waktunya untuk menikah, Tapi Kevin mau pacaran dulu sama Valin biar saling mengenal satu sama lain." Jawab Kevin yang sebenarnya tidak mau mengatakan hal itu, Tapi demi sandiwara akhirnya Kevin mengatakan semuanya.
"Iya Han, Kalau Kevin tidak nikah-nikah yang ada dia akan terus bebas bermain wanita takutnya dia malah nanam benih sembarangan." Sambung Rama yang membuat Kevin cengar-cengir.
David tertawa kecil lalu melihat Kevin.
"Boleh bandel Vin yang penting jangan sampai nanam benih sembarangan!" Ledek David dengan tawanya.
Candaan obrolan membuat mereka semakin akrab.
Setelah beberapa lama akhirnya semua masakan sudah siap, Valin dan Ralinsyah mereka berdua menyiapkan masakan yang sudah matang diatas meja.
Kevin berniat membantu Valin agar sandiwaranya lebih menyakinkan dihadapan orang tuanya.
"Valinnn hati-hati!!" Teriak Kevin yang langsung berlari kearah Valin.
Apasih yang terjadi pada Valin?
BERSAMBUNG 🙏
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😊