
Malam semakin larut Kevin dan Vano, mereka duduk di saung yang ada di depan rumah mereka. Malam ini mereka meratapi nasibnya gara-gara video yang direkam oleh David.
"Kak Vano, sepertinya Kenan tidak di suruh tidur diluar juga." Kata Kevin, dia melihat rumah Kenan begitu tampak adem ayem.
"Kenan tidak seperti kita, jadi dia tidak mendapatkan hukuman dari Ralin." Jawab Vano, dia merebahkan tubuhnya di atas saung. Sungguh malam ini dia ingin sekali tidur sambil memeluk Vina.
Kevin juga ikut merebahkan tubuhnya, mereka melipat tangannya ke dada dan sama-sama melihat pemandangan langit malam ini.
"Valin, aku tidak bisa tidur tanpamu sayang." Kata Kevin, yang membuat Vano tertawa.
Dalam hati Vano, coba kalau aku ajak kamu kabur ke club malam. Apa kamu akan bilang kamu tidak bisa tidur tanpa Valin?
"Ke club malam yuk!" Ajak Vano, dia mengedipkan satu matanya pada Kevin.
"Boleh kak, kan istri-istri kita tidak tahu ini." Kevin langsung bangun dia begitu semangat.
"Hahaha, dasar kamu ini katanya tadi tidak bisa tidur tanpa Valin. Tapi diajak ke club malam main ayo aja, jangan kita jangan ke sana nanti istri-istri kita akan ngamuk." Vano tertawa, membuat Kevin berpikir keras.
"Benar juga, jika aku pergi ke club malam pasti Valin akan semakin marah padaku." Gumam Kevin dalam hatinya.
"Kak, kita tidur disini saja ya! Biarkan saja istri-istri kita mencari kita besok pagi." Ajak Kevin dan Vano setuju.
Di malam yang dingin, Kevin dan Vano tidur di saung. Mereka sengaja melakukan hal ini agar Vina dan Valin mencari-cari mereka besok pagi, karena Vina dan Valin tahunya suami-suami mereka tidur di sofa.
Kenan dan Ralin
Kenan malam ini aman, iyalah soalnya Kenan tidak lenjeh seperti Kevin dan Vano. Di antara mereka Kenan adalah salah satu yang paling kalem, apalagi istrinya sebawel Ralin jadi dia tidak mau mengambil resiko untuk macam-macam dibelakang Ralin atau Ralin tidak akan membiarkan Kenan melihat anaknya nanti.
"Suamiku, jangan seperti Kak Kevin dan Kak Vano ya. Awas saja jika kamu main wanita dibelakangku." Kata Ralin, dia terus memegangi tangan suaminya yang sedang mengelus-elus perutnya.
__ADS_1
"Tidak akan, kan sebentar lagi aku mau jadi seorang papa jadi aku tidak memikirkan bermain wanita lain. Lagian istriku juga sudah sangat cantik." Jawab Kenan, dia menciumi rambut panjang istrinya.
Betapa bahagianya Ralin mempunyai suami seperti Kenan yang sangat sayang pada dirinya. Biarpun Ralin begitu bawel tapi Kenan begitu sabar menghadapi istrinya dari pacaran sampai sekarang mereka sudah menjadi suami-istri. Manjanya Ralin itu semakin menjadi.
Vina
Malam semakin larut, tapi Vina belum bisa tidur iya tiba-tiba dia pingin tidur diperlukan suaminya seperti malam-malam biasanya. Tapi sayangnya dia sedang kesal dengan suaminya.
"Vano, sudah tidur belum ya?" Tanya Vina, dia melihat pintu kamarnya berharap Vano masuk ke dalam kamar dan membujuknya untuk tidak marah lagi padanya.
Vina tidak tahu saja, kalau suaminya sedang tidur di saung bersama dengan Kevin.
"Jika, aku keluar dan memanggil dirinya untuk masuk ke dalam kamar. Ya gengsi banget dong." Vian gulang-guling rasanya resah dan ingin memeluk suaminya sambil mencium ketek suaminya, seperti malam-malam biasanya.
Malam ini Vina tidak bisa tidur dengan nyenyak, sungguh rasanya terbayang-bayang dengan wajah tampan suaminya terus.
Valin
"Sayang, seandainya kamu tidak bicara macam-macam pasti aku tidak akan marah-marah padamu. Dan aku juga tidak akan tidur seperti ini sendirian." Valin memukul-mukul bantal guling, bayangkan saja itu wajah tampan suaminya.
Mengingat awal mereka kenal hampir setiap hari berdebat tidak jelas. Dan Kevin selalu ngatai-ngtain Valin itu gadis lelet. Tapi setelah mereka menikah keduanya sama-sama bucin kebangetan.
"Kevin, kenapa kamu tidak masuk ke dalam kamar? Terus kamu bujukin aku, minta maaf padaku." Valin marah-marah sendiri, padahal dia tadi yang menyuruh suaminya tidur di luar.
Valin kembali merebahkan tubuhnya sambil memeluk bantal guling, malam ini dia tidak bisa tidur senyenyak biasanya.
Valin dan Vina, mereka sama-sama tidak bisa tidur nyenyak gara-gara ulah mereka sendiri. Padahal masalahnya hanya sepele, tapi yang namanya para wanita sudah ngambek itu sudah sembuhnya. Tapi akhirnya mereka juga yang gelisah tidak bisa tidur tanpa suami-suami mereka.
David dan Niah
__ADS_1
Niah dan David belum tidur, dia masih main manja-manjaan dengan suaminya dan kedua putri kembarnya.
"Suamiku, Valin dan Kevin masih bertengkar tidak ya?" Tanya Niah, dia kepikiran dengan adik dan adik iparnya.
"Mungkin, paling Kevin disuruh tidur di sofa." Jawab David, dia asik mengajak anak-anaknya bercanda.
Dalam hati Niah, dasar suamiku jail pasti sekarang Vina dan Vano juga sedang bertengkar, apa aku juga harus menyuruh dia tidur di luar juga? Biar tidak jail lagi pada para sahabat-sahabatnya. Tapi jika David tidur di luar takutnya anak-anak rewel, nanti aku malah kuwulan sendiri.
"Lain kali jangan lakukan itu lagi! Jika kamu melakukannya lagi, maka aku juga akan menyuruhmu tidur di luar." Kata Niah, sorot matanya begitu tajam pada David.
Dalam hati David, Niah jika tadi kalian tidak datang pasti mereka juga akan ke club malam dan tentunya aku juga ikut dengan mereka.
"Iya sayang, aku tidak akan melakukannya lagi. Aku hanya bahagia sekarang aku punya banyak sahabat dan bisa seakrab ini." Jawab David dengan senyum simpul di sudut bibir sexynya.
Dulu David punya banyak teman, tapi sayangnya teman-teman David tidak seperti sahabat-sahabatnya saat ini. Dulu David juga sering ke club malam, tapi David hanya duduk dan membayarkan apa saja yang dipesan oleh teman-temannya. David yang terkenal punya banyak wanita, itu hanya gosip semata saja karena kenyataannya David tidak seperti itu.
"Iya aku tahu, tapi jangan keterlaluan dengan mereka. Kamu tahu mereka itu suami-suami takut istri." Kata Niah, dia tertawa kecil membuat David juga ikut tertawa.
Biarpun Vano, Kevin dan Kenan, mereka semua adalah pengusaha sukses tapi kelemahan mereka ya istri-istri mereka, apalagi kalau istri-istri mereka mengancam tidak akan mempertemukan mereka dengan anak-anaknya, pasti mereka tidak akan berkutik dan tentunya mereka akan menurut apa kata-kata istri mereka.
"Jangankan mereka, aku saja takut dengan istriku." Jawab David, dia tersenyum pada Niah dan Niah kembali mengeluarkan tawanya dengan lepas.
Lucu saja, apalagi kalau ingat awal-awal menikah David terlihat galak, dan ternyata David adalah salah satu laki-laki yang takut dengan istrinya.
Pagi menunjukkan pukul 6, Valin yang sudah mandi dan berdandan cantik, dia langsung keluar dari kamarnya. Rasanya sudah tidak sabar ingin melihat suaminya.
Valin membuka pintu kamarnya, lalu menuju ke sofa ruang tengah, dia melihat Kevin tidak ada di sofa.
"Kevin kemana? Jangan-jangan dia pergi ke club malam dan tidak pulang, awas saja jika itu benar." Valin sudah mengebu-gebu, dia segera keluar rumah untuk mencari suaminya yang sudah tidak ada di sofa.
__ADS_1
BERSAMBUNG🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊