Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
191. Gara-gara ketampanan


__ADS_3

Kevin dan Siska malam ini langsung pergi menuju rumah Ana. untuk menjelaskan semuanya tentang hubungan dirinya dan Siska.


"Kevin, bagaimana nanti kita menjelaskan semuanya pada ana?" tanya Siska pelan.


"Kita jelaskan apa adanya aja Siska!!" jawab Kevin santai, karena memang menurut Kevin hubungan dirinya dan Siska itu tidak pernah salah.


"Baiklah" jawab Siska singkat.


Setelah beberapa lama perjalanan akhirnya Kevin dan Siska sampai dirumah Ana.


Tok..tok..


"Tunggu sebentar" saut seseorang dari dalam rumah.


Ana pergi untuk membukakan pintu.


"Kevin, Siska" sapa Ana yang langsung menghambur ke pelukan Siska.


"Ayo masuklah!!" ajak Ana, yang sekarang sudah mengandeng tangan Siska.


Ana menyeruh Kevin dan Siska untuk duduk.


"Duduklah, tunggu sebentar aku bikinkan minum" ucap ana, yang langsung oleh menuju dapur.


"Kevin aku deg..deggan" rengek Siska.


"Udah kaya mau sidang skripsi aja deg.. deggan" jawab Kevin, sambil tersenyum jail pada Siska.


Ana datang dari dapur dengan nampan yang berisi minuman dan cemilan untuk Kevin dan Siska.


"Minumlah dulu" suruh Ana.


Ana menaruh minuman dan cemilan yang dia bawah di atas meja.


Didepan rumah.


Rama sedang memarkirkan mobilnya karena baru saja pulang kantor, setelah selesai memarkirkan mobilnya Rama langsung masuk kedalam rumah.


"Tumben? Ana atau Rehan tidak mengunci pintu?" Guman Rama.


Akhirnya Rama langsung masuk ke dalam rumah, tanpa mengentuk pintu lebih dulu.


Ana yang sedang duduk kaget melihat suaminya sudah pulang karena baru jam setengah 7 malam, biasanya Rama pulang jam 8 atau jam 9 malam.


"Rama, kamu sudah pulang?" tanya Ana, ana Langsung menghampiri suaminya untuk membawakan tas kerja dan jas nya kedalam kamar namun Rama menolak.


"Tidak usah sayang, kamu temanin Kevin dan Siska ngobrol saja!! aku mau mandi sebentar nanti aku langsung turun" jawab Rama.


"Baiklah, kamu mandi dulu nanti ya"Suruh Ana.


Rama meninggalkan Ana dan langsung menuju ke kamarnya sedangkan Ana kembali duduk menemui Kevin dan Siska.


"Kamu tidak mengurus suamimu dulu Ana?" tanya Siska.


"Tidak apa-apa Siska, sebentar lagi juga Rama akan turun!!" jawab Ana.

__ADS_1


"Kalian berhutang penjelasan padaku" ledek Ana, yang sudah tidak sabar mendengar cerita mereka.


"Siska, bagaimana bisa kamu tidak memberi tauku, tentang hubungan kamu dan Kevin selama ini?" tanya Ana ingin tau.


Siska tersenyum karena merasa bersalah.


"Aku atau Kevin yang harus menjawabnya?" Tanya Siska memastikan.


Rama yang baru saja turun dari kamarnya menimpali pertanyaan Siska.


"Dua-duanya saja biar lebih adil" timpal Rama.


"Berasa disidang disini!!" Keluh Kevin.


"Aku seperti maling yang tertangkap!!" Saut Siska.


"Iya sudah, aku mau jadi hakimnya sekarang" ucap Ana penuh semangat.


Rama sekarang sudah duduk disamping istrinya.


"Sayang, mereka masih malu-malu" ucap Rama, sambil tersenyum jail.


Kevin menghela nafasnya.


"Baiklah Ana, aku yang akan menceritakan semuanya padamu!!" Ucap Kevin. membuat Ana langsung mengembangkan senyumnya.


Aku tidak sabar ingin tau. Guman Ana.


"cerita Kevin dan Siska !!"


Waktu itu dihari pernikahanmu aku pertama kali berkenalan dengan Siska, terus aku ikuti salah satu sosial media Siska.


Hampir setiap hari kita chat disosial media sampai akhirnya aku meminta no ponsel Siska. setelah dapat no ponselnya hampir setiap hari kita chatan bahkan telponan, video call, sampai akhirnya aku merasa sangat nyaman dengan Siska.


Dan akhirnya aku bilang kalau aku menyukai dirinya, awalnya Siska menolak namun karena ketampanan aku Siska akhirnya luluh.


Kita menjalin hubungan mungkin sudah 4 bulan ini, mungkin untuk menjalin ikatan sebuah pernikahan ya mengangetkan buat semuanya.


Tapi itu memang mau aku yang tidak ingin berpacaran berlama-lama. makanya aku putuskan untuk menikah secepatnya.


Mungkin terjalinnya hubungan aku dan Siska itu tidak ada romantisnya sama sekali, karena memang kita juga pacaran jarak jauh.


Sebenarnya setiap kali ada waktu aku pasti pulang ke kota asalku tujuan aku hanya satu untuk menemui Siska.


Seperti itulah Ana cerita singkat hubungan aku dengan Siska.


Selesai,.


Siska sudah memasang wajah yang begitu merah pada Kevin.


"Kevin kau bilang apa? aku luluh karena ketampananmu?" tanya Siska.


"Memangnya karena apalagi?" tanya Kevin.


"Diam-diam menghanyutkan kamu Vin" Ucap Ana tidak percaya, biarpun cerita mereka singkat dan terbilang tidak romantis tapi ana bangga pada Kevin. karena seorang Kevin Prastyo jatuh cinta pada saudaranya.

__ADS_1


"Hebat kamu Vin" ucap Rama.


Ana tersenyum melihat Siska.


"Siska, sebentar lagi kamu akan menikah!! aku tidak menyangka ternyata Kevin adalah calon suamimu?" ucap Ana


Siska tersenyum pada ana.


"Allah sudah mengatur semuanya dengan baik ana!!" Jawab Siska, yang memang percaya semua ini adalah takdir dari allah.


Siska, Kevin, Ana dam Rama mengobrol dengan begitu senang malam ini berbagai macam candaan dilontarkan oleh mereka berempat.


Ana juga sudah tidak penasaran lagi dengan cerita tentang hubungan Siska dan Kevin.


"Ingat, datanglah ke pernikahan kami nanti!!" ucap Kevin tiba-tiba.


"Kita pasti akan datangnya Vin" jawab Ana.


Siska yang melihat jam dinding ternyata sudah menunjukkan pukul 10 malam pulang. akhirnya Siska mengajak pulang Kevin karena sudah agak larut malam.


"Kevin kita pulang sekarang ya, kasian ana dan kak Rama mungkin dia juga sudah mengantuk" ucap Siska lembut.


"Baiklah, ayok kita pulang sekarang!!" ajak Kevin.


Siska bangun dari tempat duduknya yang dikuti oleh Kevin.


"Ana, tuan Rama kita permisi dulu ya!!" pamit Kevin dengan sopan.


"Iya kalian, hati-hatilah dijalan!!" jawab Rama dan Ana bersamaan.


Rama dan Ana mengantarkan Kevin dan Siska ke depan rumah, Siska dan Kevin langsung masuk ke dalam mobilnya.


Kini kevin sudah menyalahkan mesin mobilnya dan segera menuju ke rumah Siska.


Didalam mobil.


"Vin, kamu bilang apa? aku menerimamu karena ketampananmu? kamu sudah menyebarkan fitnah itu Vin!!" kesal Siska.


"Haha katakan padaku lalu karena apa?" Tanya Kevin penasaran.


"Aku juga tidak tau, tapi kalau aku menerimanu karena ketampananmu aku rasa itu benar" jawab Siska, yang masih belum bisa mengakui ketampanan Kevin selama ini.


Kevin tersenyum pada Siska.


"Akui saja ketampananku Siska!!" rengek Kevin.


"Tidak mau!! nanti kamu akan besar kepala lagi!!" kesal Siska.


Saat ini terjadilah perdebatan kecil di dalam mobil hanya karena sebuah ketampanan, yang tidak mau Siska akui karena merasa gengsi.


Setelah beberapa lama Kevin dan Siska sampai dirumah Siska, Kevin turun untuk membukakan pintu mobilnya untuk Siska. setelah Siska turun Kevin mengantarnya hingga sampai depan Siska dan meninggalkan Siska saat Siska sudah masuk ke dalam rumahnya.


"Kamu tidak mampir dulu?" tanya Siska.


"Sudah malam jadi aku langsung pulang saja, kamu istirahatlah!!" jawab Kevin, sambil mencium kening Siska sebelum Siska masuk ke dalam rumahnya.

__ADS_1


Setelah memastikan Siska masuk ke dalam rumahnya, Kevin langsung kembali ke mobilnya dan segera melajukan mobilnya menuju kerumahnya.


Bersambung..🙏🙏


__ADS_2