Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
337.Seperti Hantu S2.


__ADS_3

David duduk dikursi dikursi kerjanya, Tapi bukan fokus kerja David malah terbayang-bayang Niah terus dan ingin cepat-cepat pulang untuk bertemu dengan Niah.


"Niah kamu jangan terus menganggu kerjaku." Omel David pada pikirannya yang sedari tadi memikirkan Niah.


David kembali menyibukkan diri dengan laptopnya tapi tatap saja, Hanya wajah cantik Niah yang terus terbayang-bayang dibenak David.


"Niah kamu seperti hantu yang terus menghantuiku." Gumam David yang membuat David tidak konsen kerja.


"Tok... tok.. tok," Suara ketukan pintu.


David mendengus kesal, Kali ini pikirannya hanya ada Niah seorang.


"Siapa sih?" Gumam David.


"Masuk," Sahut David dari dalam ruangannya.


"Ceklek," Randi membuka pintu ruangan David, Dan berjalan menuju ke meja kerja David.


"Ada apa?" Tanya David pada Randi.


"Ada telpon dari Tuan Daniel, Katanya mau berkunjung kerumah Tuan. Soalnya waktu acara pernikahan Tuan dan Nyonya, Tuan Daniel tidak bisa datang." Jelas Randi dan langsung dianggukin mengerti oleh David.


"Tuan Daniel Carroll?" Tanya David memastikan.


"Iya Tuan benar." Jawab Randi.


"Baiklah, Katakan padaku kapan dia akan datang kerumah?" David ingin tahu.


"Malam ini jam 7 Tuan." Jawab Randi.


Daniel Carroll adalah salah satu rekan bisnis David, Hanya saja waktu pernikahan David Daniel Carroll tidak bisa hadir, Wajar karena dia orang yang sangat sibuk.


"Randi...." Panggil David dengan lembut.


Randi menoleh kearah David.


"Tumben banget dia memanggilku dengan begitu lembut." Batin Randi.


"Iya ada apa Tuan?" Tanya Randi.


"Aku belum mengerjakan semua berkas-berkas ini, Kamu tahu dari tadi Niah seperti hantu terus menghantuiku dan itu membuat aku sangat resah dan ingin segera pulang." Jelas David yang tentunya ada maksud tersembunyi.


Randi sudah tahu apa maksud sang bos, Dalam hati Randi cuma bisa bilang.


"Maklum masih pengantin baru, Jadi pinginnya berduaan mulu." Gumam Randi.


"Tuan bisa pulang sekarang dan kerjaan Tuan biar saya yang mengurusnya." Jawab Randi yang membuat David langsung senyam-senyum tidak jelas.


Randi hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Lihat dia sepertinya sudah tidak waras." Gumam Randi yang melihat David senyam-senyum sendiri.


"Kamu adalah yang terbaik Randi, Aku pulang dulu ya dan kamu cepatlah cari kekasih jangan habiskan waktumu hanya untuk berkerja saja." Bisik David ditelinga Randi tentunya dengan kejailnya


"Saya berubah pikiran Tuan." Ancam Randi.


"Jangan, Kamu tidak boleh berbuah pikiran!" Bujuk David sambil menunjukkan ponsel dan ternyata David mentransfer bonus buat Randi.


"Lihat aku sudah kirim bonus buat kamu, Jadi biarkan aku bersenang-senang dengan istriku dengan tenang." Kata David dengan penuh kemenangan.


Randi geleng-geleng kepala, Sungguh kali ini menurut Randi. David benar-benar sudah tidak waras gara-gara wanita yang baru beberapa hari dinikahinnya.

__ADS_1


David meninggalkan ruangan kerjanya, Sedangkan Randi mengambil alih semua kerjaan bosnya untung saja Randi itu adalah sekretaris yang handal dan bisa melakukan apa saja, Jadi David percaya pada Randi.


Sebelum pulang kerumahnya, David membeli makan siang untuk dirinya dan istrinya, Setelah membeli makan siang David kembali melanjutkan perjalanan kerumahnya.


Sesampainya dirumah David berjalan menuju ke kamar tempat istrinya tidur.


"Apa Niah masih tidur?" Batin David.


"Ceklek," David membuka pintu kamar dan melihat Niah masih berbaring diatas kasur.


David tersenyum menghampiri Niah, Melihat sang suami pulang sebelum jam pulang kerja Niah merasa bingung.


"Jam berapa, Kok David sudah pulang?" Gumam Niah yang tersenyum melihat David.


"Kamu kok sudah pulang?" Tanya Niah dengan tatapan bingung.


"Aku pulang, Karena istriku terus menghantuiku dan membuatku tidak fokus bekerja." Jelas David yang membuat Niah bingung.


"Hantu dia bilang, Aku disamakan dengan hantu dasar suami tidak ada ahklak." Batin Niah yang merasa kesal.


"Mana ada hantu secantik aku." Bantah Niah yang langsung memayunkan bibirnya.


David tersenyum dan langsung mencium bibir Niah dengan cepat, Membuat Niah terkejut, Tidak butuh waktu lama David melepaskan ciumannya dari bibir Niah.


"Sudah jangan manyun terus, Atau aku akan terus menghujani dengan banyak ciuman." Pinta David dengan tatapan jailnya, Yang membuat Niah mencubit pinggang David hingga David merintih kesakitan.


"Dasar nakal." Omel David dengan lembut.


"Kamu yang mulai." Niah tidak mau mengalah.


David mengacak-acak rambut Niah dengan pelan, Membuat Niah tersenyum malu-malu.


"Kenapa?" Tanya David karena Niah menahan tangannya.


"Iya masih sakit, Jangan di cek aku kan malu." Jawab Niah dengan raut wajah yang sudah memerah karena malu pada sang suami.


"Tidak usah malu, Aku ini suamimu." Jelas David yang kembali mengacak-acak rambut Niah dengan pelan.


"Makan ya biar aku suapin!" Suruh David yang langsung membuka makanan yang tadi dirinya beli pas jalan pulang kerumahnya.


Pelan-pelan David menyuapkan suap demi suap kemulut Niah, Niah tersenyum bahagia karena sang suami sungguh memanjakannya.


"Kamu tidak makan?" Tanya Niah pelan.


"Aku mau memakanmu saja, Jadi kamu harus makan yang banyak biar tenaga kamu kuat." David menggoda Niah dengan senyum mesumnya, Niah geleng-geleng kepala.


"Aku tidak mau ini saja masih sakit." Keluh Niah dengan raut wajah memelas.


"Makanlah yang banyak, Aku malam ini tidak akan memakanmu. Oh iya nanti ada rekan bisnisku datang kerumah, Kira-kira kamu bisa jalan tidak?" Tanya David dengan lembut.


"Aku juga tidak tahu, Jam berapa dia datang nanti?" Jawab Niah.


"Jam 7 malam." Jawab David.


"Kok tumben rekan bisnis kamu datang kerumah?" Tanya ingin tahu.


"Dia kemarin tidak sempat menghadiri pernikahan kita karena sibuk sekali, Jadi dia ingin berkunjung kerumah langsung." Jelas David yang membuat Niah mengerti.


Setelah selesai menyuapi Niah, David melepas sepatunya dan membaringkan tubuhnya disamping Niah.


"Istriku, Biarkan hari ini aku tidur dipangkuanmu ya aku pingin dibelai-belai sama kamu." Rengek David dengan manja, David membaringkan kepalanya dipangkuan Niah, Dengan lembut Niah membelai-belai rambut sang suami.

__ADS_1


"Kamu tidak pergi ke kantor lagi?" Tanya Niah.


"Aku sudah menyerahkan pekerjaanku pada Randi dan hari ini aku milikmu." David benar-benar manja pada Niah.


Niah terus membelai rambut David sambil mengobrol.


"Suamiku, Bukankah kamu bilang tadi mau menceritakan tentang cairan hangat!" Tanya Niah dengan hati-hati, Membuat David menatap Niah dengan tatapan mesum.


"Jangan menatapku seperti itu!" Omel Niah.


David memegangi tangan Niah lalu menciumnya berulang kali, Biarpun diantara Keduanya belum saling mengukapkan perasaan satu sama lain, Tapi David terlihat begitu sayang pada istrinya.


"Kamu membuatku ingin memakanmu." Goda David membuat Niah tersenyum simpul.


"Ayo ceritakan padaku, Apa itu cairan hangat kenapa harus dikeluarkan diluar atau didalam?" Pinta Niah dengan begitu polos.


Dalam hati David hanya bisa pasrah punya istri sepolos Niah, Yang apa-apa tidak tahu. Dengan rasa sabar David menceritakan tentang cairan hangat.


"Sayang intinya cairan hangat itu bisa membuatmu hamil anggap saja itu benih yang aku tanam dirahimu, Dan kalau dikeluarkan didalam itu kamu bisa hamil tapi kalau dikeluarkan diluar ya kamu tidak akan hamil." Jelas David dengan bahasa yang mudah dicerna agar Niah tidak penasaran.


"Apa jadi aku nanti akan hamil, Lalu aku bagaimana?" Niah begitu panik, Membuat David semakin kesal.


"Apa dia benar-benar bodoh." Gumam David.


"Niah kalau kamu hamil ya baguslah, Lagian kamu hamil sama suamimu lalu apa masalahnya?" Dengan gemas David menegaskan pada Niah.


Niah tersenyum, Kali ini Niah benar-benar kembali menujukan kepolosannya membuat David kesal.


"Iya kan aku hamil sama suami, Dasar aku ini b*doh sekali." Niah mengulangi kata-kata David sambil tersenyum simpul.


"Sudah paham tentang cair hangat?" Tanya David dengan tegas.


"Iya aku sudah paham." Jawab Niah.


David dan Niah itu lucu mereka begitu menggemaskan, David laki-laki yang terkenal playboy dan punya banyak wanita j*lang dimana-mana mempunyai istri yang begitu polos seperti Raniah Putri Ardiyansyah.


Niah sering membuat kesal David karena banyak yang belum Niah mengerti, Apalagi tentang ehem-ehem jadi David juga harus sabar membimbing Niah dengan baik.


"Istriku, Kenapa sih kamu tidak tahu tentang ehem-ehem?" Tanya David penasaran.


"Papa selalu melarangku mengetahui semuanya, Papa juga tidak pernah mengizinkanku untuk menonton film dewasa hanya drama Korea atau drama china saja yang aku tonton, Itu juga kadang nonton bareng sama mama." Jelas Niah yang membuat David tertawa.


"Dasar papa pintar sekali mendidik anak gadisnya." Batin David merasa bahagia.


"Dari dulu aku lebih sering menghabiskan waktu dengan Anak-anak diperpustakaan karena memang aku lebih suka bermain dengan anak kecil, Aku baca novel atau nonton drama itu kalau lagi segang saja." Niah bercerita pada David.


Dari dulu Niah memang sering menghabiskan waktu diperpustakaan untuk mengajar anak-anak yang ada disana, Dan bisa dibilang Niah lebih suka bermain dengan anak-anak kecil daripada nonton drama, Baca novel juga kalau Niah sedang tidak sibuk saja.


Sedang asik mengobrol tiba-tiba suara bell rumah berbunyi.


"Ting.... tong....Ting... tong." Anggap saja ini suara bell rumah.


"Siapa yang datang?" Tanya Niah pelan.


"Aku lihat dulu ya." David bangun dari pangkuan Niah dan langsung pergi menuju kedepan untuk membukakan pintu rumahnya.


"Siapa yang datang?" Tanya David sambil terus berjalan kedepan untuk membukakan pintu rumahnya.


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2