Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
66. Telpon misterius


__ADS_3

Rama terbangun dari tidurnya karena mendengar kehebohan Ana yang sedang menonton drama.


"Sayang, kamu sudah bangun" Ucap Ana dengan nada lembut kepada Rama.


"Aku terbangun gara-gara mendengarmu terlalu berisik Ana" Ucap Rama dengan jujur kepada Ana.


"Maaf sayang, aku sedang nonton flim drama seru banget ceritanya bikin gregetan sayang" Ucap Ana menceritakan kenapa dirinya begitu berisik dan membuat tidur Rama terganggu.


"Kamu mandi dulu ya sayang, aku siapkan air hangat dulu untukmu" Ucap Ana Sambil menutup laptopnya dan langsung menuju kamar mandi.


Setelah beberapa saat.


"Sayang, airnya udah aku siapkan kamu mandilah dulu nanti baju ganti kamu aku taruh diranjang tempat tidur ya" Ucap Ana menjelaskan pada Rama.


Rama langsung bergegas untuk mandi dan Ana pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan Ana menuju ke dapur.


Ana sedang berada didapur dan Rehan menghampiri Ana yang sedang berada di dapur.


"Selamat pagi kakak ipar" Ucap Rehan.


"Pagi juga Rehan, tumben sudah bangun" Ucap Ana ingin tau.

__ADS_1


"Hari ini aku akan pergi ketempat kerja Ayu kak, aku akan mengajaknya untuk jalan-jalan" Ucap Rehan penuh semangat.


"Apakah kamu yakin Ayu akan menerima ajakanmu, Rehan" Ucap Ana memastikan.


*Benar juga ya kata kakak ipar, apa ayu akan setuju kalau aku ajak jalan* Guman Rehan dalam hati.


"Ntahlah kak, kita lihat saja nanti" Ucap Rehan dengan nada lemas.


Ana melanjutkan memasaknya sambil berbincang dengan Rehan sedang Rama masih berada dikamarnya.


Rama keluar dari kamar mandi dan mendengar bunyi ponsel Ana yang tertinggal diatas meja dekat laptop Ana.


"Siapa yang menelpon pagi-pagi seperti ini" Ucap Rama bicara pada diri sendiri.


"Hallo Ana" Ucap laki-laki dari seberang sana dengan nada lembut namun begitu genit.


"Siapa laki-laki ini? kenapa menelpon istriku dengan nada seperti ini?" Guman Rama yang merasa kesal mendengar suara tersebut.


"Maaf ini siapa dan ada perlu apa dengan istri saya??" tanya Rama dengan nada tegas.


"Oh jadi kamu suaminya Ana, aku penasaran laki-laki seperti apa yang di nikahi oleh ana sehingga dia pergi meninggalkan aku??" Ucap Angga dengan nada ingin tau namun semakin membuat Rama merasa kesal.

__ADS_1


"Oh jadi kau adalah Angga laki-laki yang sudah berani menyentuh istriku!!" Ucap Rama dengan nada begitu marah.


"Kenapa? apa kau tidak suka, kau tau sebelum Ana bertemu denganmu dia sudah lebih dulu mencintaiku" Ucap Angga penuh kemenangan


"Datanglah ke tempat xxx temui aku sekarang, kita selesei semuanya secara jantan" Ucap Rama pada Angga.


"Baiklah aku tunggu tuan" Ucap Angga Sambil mematikan telponnya.


Rama langsung berlari menuju ruang bawah, Ana yang bingung kenapa suaminya terburu-buru dan mengabaikan begitu saja.


"Sayang...sayang kamu mau kemana?? kenapa begitu terburu-buru??" Ucap Ana yang diabaikan oleh Rama.


Ana merasa kawatir ada dengan suaminya padahal tadi pagi masih baik-baik saja.


*Sekarang apalagi yang salah* Guman ana.


"Rehan, kakak kamu kenapa ya tidak biasanya dia bersikap seperti itu??" Ucap Ana bertanya pada Rehan berharap rehan tau alasannya.


"Sepertinya kak Rama sedang marah kakak, tapi aku tidak tahu kak Rama itu marah kenap" Ucap rehan memberikan jawaban pada ana.


Ana duduk di sofa dengan pikiran yang tidak tenang memikirkan suaminya.

__ADS_1


"Kak ipar, percayalah semuanya akan baik-baik saja. nanti kita tanya kak Rama kenapa setelah pulang ya kak" Ucap Rehan berusaha menenangkan ana.


Bersambung


__ADS_2