Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
41. Rehan dan Ayu


__ADS_3

Setelah Ayu mengucapkan beberapa kata salam perpisahan pada Ana, akhirnya Ayu pamit pulang dengan Ana dan semua keluarga Rama, hari yang sudah begitu malam akhirnya Rehan disuruh Rama untuk mengantarkan Ayu pulang kerumahnya.


"Ana, bibi, paman, tuan Rama saya pamit pulang dulu ya" pamit Ayu dengan nada sopan.


"Iya nak Ayu, kamu hati-hati dijalan" Ucap mami dan papi Rehan.


*Apa gadis ini berpamitan tanpa menyebutkan namaku* Guman Rehan kesal.


"Ayu kamu hati-hati dijalan ya" Ucap Ana.


Rama yang tau akan Kekesalan adiknya karena namanya tidak disebutkan waktu Ayu berpamitan, akhirnya Rama berinisiatif agar Rehan mengantarkan Ayu pulang karena Rama tau Rehan sepertinya menyukai Ayu karena dari tadi diacara repsesi pernikahan Rehan meminta dikenalkan dengan Ayu.


"Iya Ayu, kamu juga jaga diri baik-baik" ucap Ana Sambil memeluk Ayu.


"Rehan, antarkan Ayu pulang, jangan biarkan seorang gadis pulang malam-malam sendirian!!" Ucap Rama tiba-tiba.


"Tidak usah tuan, tidak apa-apa saya bisa pulang naik taksi tuan" Ucap ayu menolak niat baik Rama dengan sopan.


"Ayu, kamu adalah sahabat istriku aku tidak mau istri kawatir karena kamu pulang sendiri, jadi biarkan Rehan mengantarkan kamu pulang. tenang saja Rehan tidak akan macam-macam" Ucap Rama mencoba memberi pengertian kepada Ayu.


"Kakak ku benar Ayu, tidak baik seorang gadis pulang malam-malam sendirian" Ucap rehan penuh kemenangan.


"Rama dan Rehan benar nak Ayu, biarkan Rehan mengantarkanmu agar Ana juga tidak kawatir" Ucap mami Diana dengan lembut.

__ADS_1


"Terima saja Ayu, aku tidak mau kamu kenapa-kenapa dijalan" Ucap Ana dengan nada memohon karena ana tidak mau Ayu kenapa-kenapa.


"Baiklah semuanya, saya mau diantarankan oleh tuan Rehan" Ucap Ayu dengan nada terpaksa.


Rehan langsung menyunggingkan senyumnya dan langsung pamit Dengan keluarganya untuk mengantarkan Ayu.


Didalam mobil Ayu dan Rehan hanya diam saja, namun ada saja akal Rehan untuk membuat ayu bicara.


"Nona bicaralah, kau kan bukan patung" Ucap Rehan kesal.


"Tuan mengemudilah dengan baik dan tidak ada yang perlu kita bicarakan" Ucap Ayu dengan nada juteknya.


"Berhentilah bersikap dingin nona" Ucap Rehan menggoda.


"Kau memang bukan es batu nona, namun kamu itu kulkasnya" Ucap Rehan Sambil tertawa yang membuat ayu kesal.


*Rasanya pingin cepat-cepat sampe rumah* Guman ayu dalam hati.


"Berhentilah bergurau tuan, jaga sikap anda" Ucap ayu kesal yang merasa kesal pada Rehan.


"Nona saya tidak melakukan hal buruk dengan anda, bagaimana Anda menyuruhku jaga sikap" Ucap Rehan yang merasa tak bersalah.


Ntah mengapa Ayu selalu merasa kesal dengan Rehan, sejak pertama ayu memang sudah tidak suka dengan Rehan apalagi sikap Rehan yang suka menggoda, itu membuat Ayu berpikir bahwa Rehan adalah laki-laki yang punya banyak wanita apalagi Rehan adik dari tuan Rama Ardiyansyah yang terkenal sekali dikota A.

__ADS_1


Akhirnya sampailah didepan rumah Ayu, membuat Ayu sangat legah karena akan segera berpisah dengan Rehan yang menyebalkan.


Rehan memberhentikan mobilnya dan langsung turun untuk membukakan pintu mobil buat Ayu.


"Hati-hati nona" Ucap rehan Sambil membukakan pintu mobil buat ayu.


"Tuan berhentilah bersikap manis aku merasa muak sekali tuan" Ucap ayu kesal.


*Mau gadis ini apasih, apakah dia sedang PMS jadi marah-marah tidak jelas dari tadi dasar wanita sulit dimengerti" Guman Rehan dalam hati.


Akhirnya Ayu pergi meninggalkan rehan masuk kerumah dan sebelum pergi Ayu mengucapkan terimakasih pada Rehan.


"Tuan, terimakasih sudah mengantarkan saya pulang" Ucap Ayu pada Rehan.


"Sama-sama nona" Ucap rehan.


Ayu langsung pergi masuk kedalam rumah meninggalkan Rehan.


 


Bersambung


 

__ADS_1


__ADS_2