
Ana telah menyelesaikan semua masakannya dan segera menyiapkan dimeja makan. Rama sudah turun dari kamarnya dengan wajah yang begitu ceria pagi ini.
"sayang, sarapan dulu sebelum ke kantor" Ucap ana dengan nada lembut.
"Iya sayang, boleh tolong ambilkan untukku sayang" Ucap Rama dengan pelan.
Ana segera mengambil nasi dan beberapa lauk yang sudah dimasaknya untuk suaminya.
"Ini sayang, kamu harus makan yang banyak agar kamu kuat untuk bekerja" Ucap ana penuh semangat, ana senang sekali melihat Rama pagi ini begitu bahagia.
"Iya sayang, kamu ada pingin beli sesuatu tidak sayang, biar nanti pulang kerja aku belikan" tanya Rama pada ana.
"Tidak sayang, nanti kalau aku mau sesuatu aku telpon kamu sayang" Ucap ana pelan.
Rama sudah menyelesaikan makanannya dan segera berpamitan pada ana untuk berangkat ke kantor.
"Sayang, aku berangkat dulu ya kamu hati-hati dirumah. telpon aku jika ada apa-apa sayang" Ucap Rama sambil mencium kening ana sebelum pergi.
"Istirahatlah dikamar dan jangan banyak bergerak, agar rasa sakit cepat hilang" ucap rama sambil memeluk istrinya, ana pun mengerti maksud Rama.
Ana tersenyum melihat kepergian suaminya untuk berangkat kerja setelah suaminya sudah tidak terlihat lagi akhirnya ana masuk kedalam rumah dan melanjutkan aktivitasnya. namun bukannya menuruti suaminya untuk istirahat ana malah menonton film drama.
"Sepi sekali dirumah, akhirnya ana pun mengambil laptopnya dan menyalakan laptopnya untuk menonton film drama berseri kesukaannya
Seperti biasa setiap kali menonton drama pasti ana akan ngomel-ngomel sendiri, kadang suka tiba-tiba nangis.
__ADS_1
Dikantor Rama.
"Pagi tuan, seperti wajah kamu berbeda hari ini aura kamu lebih enak dilihat" Ucap Rian tiba-tiba.
"Hey kau kapan kau datang, kenapa tidak mengetuk pintu dulu" Ucap Rama kesal pada Rian.
"Saya sudah datang sebelum anda datang, manusia aneh" Ucap Rian dengan nada seperti biasanya.
"Aduh kau manusia jomblo, kapan kau akan mencari pacar. sudah tidak usah menunggunya lagi tuan Rian" Ucap Rama pada Rian.
"Berhentilah membahasnya, iya tapi tidak untuk sekarang karena aku belum siap" Ucap Rian dengan jujur karena dia masih ingin menunggunya.
"Tuan boleh saya masuk" Ucap Bagas dari luar.
"Masuklah manusia jomblo, ini ada temanmu" Ucap Rama dengan nada bercanda.
" Kita rebut saja tuan, nona ana darinya agar dia tidak sombong lagi pada kita" Ucap Bagas yang disetujui oleh Rian.
"Benar apa katamu Bagas" Ucap Rian dengan semangat.
"Hey, berhentilah kalian memperebutkan istriku, istriku tidak akan tertarik dengan kalian" Ucap Rama tidak mau kalah mereka berdua.
"Baiklah kita lihat saja nanti" Ucap Bagas dan Rian secara bersamaan.
"Hey, apa kalian berdua sedang mengancamku" Ucap Rama yang sudah mulai kesal.
__ADS_1
Rama memang seperti itu gampang kesal kalo istrinya dibicarakan oleh teman-temannya.
"Sudahlah Bagas, dia sudah kesal ayo kita pergi atau dia akan menerkam hidup-hidup nanti" Ucap Rian dengan nada meledek.
"Iya tuan Rian benar, berhentilah membuatnya kesal" Timpal Bagas.
"Kita minum kopi saja ayo" Ajak Rian dan langsung disetujui oleh Rama dan Bagas.
Akhirnya ketiganya pergi dari ruangan Rama dan segera menuju tempat kopi yang ada dilantai bawah.
Mereka bertiga memesan masing-masing minuman kesukaan mereka dan menikmatinya dengan obrolan yang begitu seru, ntah apa yang obrolkan oleh mereka bertiga tapi yang jelas mereka tak ada habisnya untuk saling berbagi tawa dan canda setiap kali bertemu.
"Siapa diantara kalian yang akan menikah lebih dulu" Tanya Rama.
"Hanya Allah yang tahu" Jawab Bagas dan Rian bersamaan.
Mereka bertiga selesai minum kopi bareng, jam sudah menunjukkan pukul 9 malam Rama segera pulang karena semua pekerjaannya juga selesei.
Setelah beberapa saat sampailah dirumah.
"Sayang, aku capek sekali" ucap rama, yang langsung membaringkan dirinya ditempat tidur dan langsung tertidur dengan begitu pulas.
Ana hanya memandangi wajah suaminya yang begitu tenang ketika sedang tidur.
"Tidurlah sayang" ucap ana dan langsung merebahkan dirinya disamping suaminya.
__ADS_1
Keesokan harinya.
Lanjutkan ..😘😘