Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
153. Berbelanja baju hamil


__ADS_3

 


Rama pun langsung membukan pintu mobilnya untuk maminya terlebih dahulu.


 


"Mami naiklah, hati-hati mam" ucap rama pada maminya dengan penuh perhatian. Rama pun menutup pintu mobilnya dengan begitu hati-hati.


Setelah selesai membukakan pintu mobil buat maminya sekarang giliran rama membukakan pintu mobil untuk istri tercintanya, rama pun mengangguk kepalanya pada ana. ana pun mengerti dengan isyarat yang diberikan oleh suaminya.


"Hati-hati sayang" ucap rama oada ana, setelah ana masuk kedalam mobilnya rama pun menutup pintu mobilnya dengan pelan.


Sekarang posisi maminya ada di jok belakang dan ana ada disebelah rama. rama pun segera masuk ke dalam mobil dan langsung menghidupkan mesin mobilnya untuk segera menuju ke sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kotanya.


Setelah beberapa saat sampailah dipusat perbelanjaan terbesar, rama pun langsung memarkirkan mobilnya.


"Turunlah sayang, hati-hati" ucap rama pada ana, yang sudah membukakan pintu mobilnya


"Mami, turunlah hati-hati" ucap rama, yang sudah membukakan pintu mobil untuk maminya.


Rama, mami dan ana pun langsung masuk kedalam pusat perbelanjaan tersebut.


Dibutik baju ibu hamil.


Rama pun ikut sibuk mencari baju yang menurutnya cocok untuk istrinya.


"Rama, mami ketemu teman mami dulu ya katanya sedang berada tempat ini juga, ana kamu tidak apa-apakan nak mami tinggal?" ucap mami pada ana dan rama.

__ADS_1


"Iya mam, hati-hati" ucap rama pada maminya


"Iya mam, ana tidak apa-apa" ucap ana dengan nada begitu lembut.


Mami pun meninggalkan rama dan ana dibutik tersebut sedangkan ana dan rama sekarang kembali sibuk memilih baju hamil untuk ana.


"Sayang, aku rasa baju ini sangat lucu" ucap rama pada ana, ana pun menghampiri suaminya untuk mengambil baju tersebut.


Seperti biasa ana selalu mengecek harga setiap kali membeli sesuatu bersama dengan suaminya.


"Sayang, ini sangat mahal masa satu baju harganya hampir satu juta" ucap ana, karena jaman dulu uang segitu pasti akan ana gunakan untuk mencicil uang kuliahnya.


"Tidak apa-apa, tidak ada yang mahal buatku apalagi untuk istriku sendiri. ingat sayang aku kerja setiap untuk kamu, cari uang juga buat kamu, apa gunanya punya uang banyak kalau istri dan keluargaku tidak bahagia" ucap rama penuh pengertian, rama yang tau sifat Istrinya yang selalu sayang menghamburkan uang.


Rama pun memberikan beberapa settel baju pada ana, ana pun bingung memilih semua baju tersebut akhirnya rama membeli semua baju pilihannya.


"Iya sudah, kita beli semuanya saja dan aku tidak menerima protes kamu ataupun penolakanmu sayang" ucap rama sebelum Istrinya melakukan protes atau penolakan seperti biasanya.


Ana pun menuruti perkataan suaminya dan rama pun langsung membawa baju-baju tersebut ke kasir.


"Nona, tolong bungkus semua baju ini" ucap rama sambil memberikan baju tersebut pada pelayan kasir.


"Baik tuan" jawab pelayan kasir.


Pelayan kasir tersebut pun menghitung semua belanjaan rama dan memasukkan kedalam paperbag dengan begitu rapi. setelah semuanya selesai pelayanan kasir tersebut pun menyerahkan belanajaan tersebut kepada rama.


"Ini tuan, semuanya jadi 14,5 juta" ucap pelayan kasir tersebut.

__ADS_1


Rama pun menerima belanjaan tersebut dan memberikan kartu ATM tanpa batasnya pada pelayan kasir tersebut.


Setelah selesai semuanya proses pembayaran belanjaannya, rama pun mengajak istrinya untuk pergi makan lebih dulu.


*Ponsel berdering dan ternyata Itu telpon dari maminya, rama pun mengangkat telpon tersebut.


"Hallo mam" ucap rama.


"Hallo nak, nak nanti kamu dengan ana pulang duluan saja ya. mami masih kumpul dengan teman-teman mami" ucap mami pada rama.


"Iya mam, terus nanti mami pulang sama siapa?" tanya rama.


"Nanti tante raya, yang antar mami pulang nak" ucap mami pada rama.


Mami pun langsung mematikan saluran teleponnya tanpa mendengarkan jawaban dari anaknya*.


"Siapa sayang" tanya ana tiba-tiba.


"Mami sayang, katanya nanti kita pulang duluan tapi kita pergi makan dulu ya sayang, aku lagi pingin makan sesuatu" ucap rama pada ana, ana pun menuruti suaminya.


"Sayang, kamu beli baju ibu hamil aja tadi sampe mahal itu padahalkan uangnya bisa kita tabung buat yang lain sayang, aku tidak apa-apa dibelikan ditempat bisa saja sayang jangan dipusat perbelanjaan elit seperti ini, aku tahu disini pasti semuanya mahal-mahal" ucap ana pada rama, namun rama enggan menghiraukan ucapan istrinya.


Karena menurut rama selagi rama mampu, rama bisa itu tidak akan menjadi masalah buat rama, apalagi Istrinya jarang sekali berbelanja atau menggunakan ATM tanpa batas yang rama kasih padanya, uang belanja bulanan pun kadang terpakai sedikit bahkan kadang ana tidak menggunakan sama sekali, dengan alasan karena suaminya sudah membelikan semua kebutuhannya.


"Kita makan dulu sayang aku lapar dan kamu berhentilah protes, atau aku akan menghukummu sampai rumah nanti" ucap rama penuh dengan ancaman, ana pun langsung menarik tangan suaminya untuk membawanya pergi ntah kemana.


"Baiklah, kita makan dulu sayang" ucap ana, sambil tersenyum pada rama, ana paling kesal jika ancaman sudah keluar dari mulut rama karena itu membuatnya takut.

__ADS_1


Selamat malam semuanya, maaf ya author baru sempat up tapi satu episode ini, author lebihin kok ceritanya yang biasanya 500 kata malam ini, author bikin 800/Bab🙏🙏 semua ini untuk kalian para pembaca setia karya author 😘😘


__ADS_2