
Satu minggu kemudian semua keluarga besar ardiyansyah pun pergi menghadiri acara pernikahan Rian dan Silvia, Rama pun menyuruh pengawal pribadinya untuk mengantarkan kado Rian dari pagi sekali karena acaranya akan dimulai nanti jam 9.
sedangkan Rama, Ana, Mami, Rehan dan Ayu berangkat ke acara resepsi pernikahan jam 7 pagi.
keluarga mempelai wanita dan laki-laki sudah ada ditempat acara, karena Rian sengaja menyewa hotel bintang lima untuk acara resepsi pernikahannya dan untuk menginap seluruh keluarga besarnya.
Rama dan keluarnya pun sudah sampai ditempat acara resepsi, Rama, Ana, Rehan dan Ayu pun langsung menemui Rian sedangkan Mami langsung pergi menemui orang tua Rian.
"Apa setegang itu, hingga kamu sampai gemetaran seperti cicak tersetrum?" tanya Rama tiba-tiba, yang membuat Rian kaget.
Ana dan yang lain pun tertawa mendengar candaan Rama untuk Rian.
"Sayang, berhentilah menggodanya" ucap Ana, sambil mencubit lengan tangan Rama.
"Haha, biar kak Rian tidak terlalu tegang kak Ana" timpal Rehan, dengan tawanya.
"Tuan Rian, tampan sekali" ucap ayu tiba-tiba.
"Hey, bagaimana bisa kamu memuji ketampanan laki-laki lain sedangkan calon suamimu ada didepanmu, sayang?" tanya Rehan pada Ayu, Rehan yang merasa tidak terima Ayu memuji Rian lebih tampan darinya itu membuat dirinya merasa sangat kesal.
"Berhentilah berdebat kalian semuanya, Ayu, Ana aku pinjan Rama dan Rehan nya sebentar ya" ucap Rian tiba-tiba, yang membuat Rama dan Rehan bingung.
"Tuan Rama" panggil bagas tiba-tiba.
"Mana kekasihmu" tanya Rama, karena melihat bagas datang sendirian.
"Sudah.. sudah ghibah nanti saja sekarang Rama, Rehan dan Bagas ayo ikut aku, acara ijab qobul akan segera dimulai dampingi aku ayo" ajak Rian pada ketiga sahabatnya itu.
__ADS_1
Rian pun sudah duduk didepan penghulu, Slivia pun sudah berada disampingnya setelah kedua mempelai siap, pengulu langsung menikahkan keduanya. ijab qobul pun selesai terucap dan semua tamu yang datang mengucapkan kata sah untuk kedua mempelai. setelah semua proses pernikahan selesei Rian dan Via, langsung menggelar resepsinya hari itu juga.
"Dokter Via, kak Rian selamat ya" ucap Ana, sambil memeluk Silvia, Ana pun dengan jail membisikkan sesuatu ditelinga Via.
"Siapkan nanti malam dengan baik ya" ucap Ana ditelinga Silvia, Silvia pun terkekeh dengan ucapan Ana.
"Selamat ya Ian, satu manusia jomblo sudah laku dan ini tinggal Bagas yang tidak tau akan kemana arahnya" ucap Rama, sambil merangkul sahabatnya.
Bagas yang mendengar ucapan Rama pun tiba-tiba menjawabnya.
"Tuan, sudah pasti aku akan mengarah ke jenjang yang lebih serius lagi dengan kekasihku" ucap Bagas penuh kemenangan.
Setelah selesai memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai mereka pun langsung turun dari panggung, untuk segera menikmati makanan yang sudah dihidangkan.
Sekarang giliran Rehan dan Ayu, yang mengucapkan selamat pada Rian dan Via.
"Kak Rian, kak Via selamat ya" ucap Rehan pada kedua mempelai.
"Sebentar lagi Kak Rian" jawab Rehan.
"Tuan Rian, nona Via, selamat ya atas pernikahannya" ucap Ayu pada bos ditempat kerja, yang tidak lain juga adalah teman dari Rehan.
"Terimakasih Ayu" Rian dan Via bersamaan.
"Ayu jaga dirimu baik-baik, ingat jangan mau dihasut oleh anak ingusan ini" ucap Rian pada Ayu, sambil menunjuk kearah Rehan.
"Haha, ayo sayang kita turun atau aib aku akan dibongkar oleh kedua mempelai ini" ajak Rehan sambil tertawa, Rehan mengandeng tangan Ayu untuk turun dari panggung.
Rehan dan Ayu, ikut gabung dengan Rama dan yang lainnya mereka duduk disalah meja sambil memakan hidangan yang ada.
__ADS_1
Setelah beberapa jam kemudian akhirnya acara pun selesai, Mami pun pulang duluan dengan supir, Rehan mengantar ayu pulang sedangkan Rama, Ana dan Bagas masih berada ditempat acara.
Kedua mempelai akhirnya turun dari panggung.
"Rian jangan tunjukkan muka lelahmu karena ada hal yang lebih melelahkan nanti malam" ledek Rama pada Rian, namun Rian malah mengisengi Rama dengan candaannya.
"Bukankah waktu malam pertamamu kamu gagal Ram" ledek Rian dengan begitu jailnya.
Bagas pun tertawa mendengarnya, namun Ana merasa bersalah karena dulu dirinya belum siap.
"Itu hanya awalnya saja Ian, semakin kesini mah malah Ana yang sering minta jatah" ucap Rama yang tidak mau kalah dengan Rian.
"Itu tidak benar" ucap Ana, menolak apa yang diucapkan oleh suaminya.
Akhirnya Rian, Via dan Bagas tertawa bersama melihat Rama dan Ana yang saling tidak mau kalah.
"Sudah.. sudahlah yang penting adonan kalian sudah jadi" ucap Silvia tiba-tiba.
"Haha, itu karena aku yang terlalu rajin dan semangat membuatnya" jawab Rama dengan nada penuh kebanggaan.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka pun pamit pulang, karena hari juga sudah mulai malam semua tamu juga sudah mulai sepi.
Rian dan Via pun langsung menuju ke hotel, sedangkan Rama dan Ana langsung pulang, Bagas juga langsung pulang.
Dikamar hotel.
"Lelah sekali hari ini" ucap Rian yang sudah merebahkan dirinya diatas tempat tidur.
Sedangkan Via sedang mandi karena merasakan tubuhnya sangat lengket sekali.
__ADS_1
Rian pun menunggu Via sambil memainkan ponselnya.
Bersambung.