Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
422.Pindah rumah baru S2


__ADS_3

"Iya ma, lagian kan dekat ini ma. Hari ini kita langsung pindah rumah baru atau bagaimana suamiku?" Tanya Niah, dia melihat kearah suaminya.


"Emmhh..?"


David tersenyum pada Niah, membuat Niah ingin mencubitnya karena merasa gemas.


"Sayang, kok malah emmh?" Tanya Niah.


"Kita pindah hari ini juga, Lagian kan rumah kita tidak jauh dari rumah mama." Jawab David sambil tersenyum pada Niah.


"Iya kalau kalian pindah rumah ini sepi kak, aku juga tidak bisa main bersama sih kembar lagi." Kata Valin, raut wajahnya tampak sedih.


"Valin, kamu tinggal beberapa langkah terus sampai di depan rumahku." Jawab David, dia melihat kearah Valin.


Rama dan Ana sebenarnya mereka tidak mau anak dan menantunya pindah, mereka ingin anak-anaknya kumpul. Tapi Ana juga tahu pasti jika mereka tetap tinggal dirumahnya pasti David akan merasa tidak enak.


"Iya Valin, nanti kita bisa melihat sih kembar bersama-sama nak." Timpal Ana, dia tersenyum pada menantunya itu.


"Iya ma." Jawab Valin dia tersenyum begitu manis pada mama mertuanya.


Jam menunjukkan pukul 10 pagi, Niah dan David langsung pindah ke rumah barunya. Di rumah barunya sudah ada semuanya jadi Niah dan David hanya membawa badan mereka dan kedua anak mereka saja.


Valin, Kevin, Ana dan Rama, mereka juga ikut kerumah baru David dan Niah.


Kenan, Ralin, Vina dan Vano yang sedang duduk di saung, bingung melihat Valin dan yang lainnya pergi ke rumah kosong yang dekat dengan rumah Kenan.


"Tunggu-tunggu, kalian mau kemana?" Tanya Kenan pada Kevin dan Valin.


"Mau ke rumah baru Kak Niah dan Kak David." Jawab mereka secara bersamaan, mendengar jawaban dari Valin dan Kevin semuanya ternganga karena merasa terkejut.


"Rumah baru!" Seru mereka dengan kompak.


"Iya, ayo kita ke rumah baru mereka. Kita makan-makan disana!" Ajak Kevin dengan semangat.


Seketika David berpikir, dia belum menyiapkan apa-apa dirumah barunya dan semua sahabatnya akan datang ke rumah barunya. David mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana lalu dia membuka salah satu aplikasi makanan online dia memesan banyak makanan untuk mereka berkumpul di rumah barunya.

__ADS_1


Kini semuanya menuju ke rumah baru Niah dan David, semuanya masuk ke dalam rumah dan kini semuanya sudah duduk di sofa ruang tamu.


"Kenapa, kamu pindah ke sini? Bukannya kamu sudah punya rumah?" Tanya Vano, dia penasaran.


"Istriku kasian disana dia kesepian, jadi ya aku putuskan untuk pindah kesini saja. Biar dekat dengan para sahabatnya dan kedua orang tuanya." Jelas David, dia sudah duduk disebelah Niah.


"Baguslah, kalau rumah kita dekat-dekatan jadi kita bisa meneruskan persahabatan para orang tua kita." Sambung Kenan, dia tersenyum bahagia.


Ana dan Rama bahagia melihat anak-anaknya bahagia, mereka bersyukur karena dari kecil sampai sekarang Niah dan semuanya bisa rukun dengan para sahabat-sahabatnya.


"Kalian lanjutkan ngobrol kalian ya. Mama dan papa mau ke rumah Tante Ayu." Pamit Ana, dia menggandeng tangan suaminya dan berlalu pergi dari hadapan semuanya.


Setelah Ana dan Rama pergi, makanan yang di pesan oleh David datang. Dan mereka semuanya menikmati makanan itu sambil mengobrol.


"Kevin, Vano, Kenan, kalian mau jadi calon papa muda. Kira-kira apa saja yang sudah kalian siapkan?" Tanya David pada para sahabat-sahabatnya.


"Aku, sudah menyiapkan untuk buat adik untuk anakku." Cetus Kevin dengan tengilnya.


Dalam hati David, dia tidak tahu saja kalau istrinya habis melahirkan dia harus menahan nafsunya selama 40 hari.


Vano paham karena mamanya juga seorang Dokter kandungan, jadi dia banyak belajar dari mamanya.


Kenan terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Vano, ibaratnya sehari dua hari tidak bersentuhan dengan istrinya saja dia sudah sangat merindukannya. Dan ini harus menahannya selama 40 hari setelah istrinya melahirkan.


"Selama itu kak? Apa aku akan kuat?" Kenan berpikir, sorot matanya tampak bingung.


Mata Ralin membulat dengan sempurna, sungguh pertanyaan suaminya itu membuat Ralin menjadi malu-malu, raut wajahnya berubah menjadi merah seketika.


"Suamiku hanya 40 hari, aku yakin kamu akan tahan. Kalau kamu tidak kamu bisa tidur di kamar terpisah dariku." Kata Ralin dengan begitu polosnya.


Kevin dan yang lainnya tertawa ngakak mendengar apa yang dikatakan oleh Ralin, sungguh Ralin itu membuat semuanya melihatnya karena merasa gemas.


"Ralin, kamu terlalu pintar adikku." Kevin menjulurkan lidahnya pada Ralin dan Ralin langsung menatap Kevin dengan kesal.


"Aku itu pintar dari dulu kak." Jawab Ralin sambil memasang wajah imutnya.

__ADS_1


"Sudah-sudah, kalian makanlah! Habiskan semuanya hari ini kita rayakan pindahanku." Kata David, agar semuanya tidak sampai berdebat.


Semuanya bersorak ria, mereka semuanya mulai membuka makanan yang ada di atas meja dan menikmatinya bersama-sama.


"Sih kembar, anteng banget ya." Kata Vina, dia tidak makan dia malah asik memainkan pipi gembul sih kembar.


"Nyusunya kuat Vin, kalau sudah nyusu pasti dua-duanya anteng. Rewel kalau malam saja kalau ada papanya," Jawab Niah, sambil melihat wajah cantik sih kembar.


"Baguslah Niah, mending rewel kalau ada papanya saja biar tidak ngerasain enaknya saja. Mereka juga harus harus ngerasain betapa repotnya mengurus anak, apalagi kamu sekaligus dua Niah." Kata Vina, dia melihat kearah Vano. Sengaja dia menyindir suaminya.


"Aku setuju sama Kak Niah, aku mau Kenan juga ikut begadang mengurus anaknya nanti." Sambung Ralin, dia tersenyum penuh arti pada suaminya.


Kenan hanya menggeleng kepalanya.


"Tanpa kamu minta, aku juga siap untuk menjadi suami siaga agar kamu juga tidak terlalu kelelahan." Batin Kenan dalam hatinya.


"Aku siap menjadi suami siaga sayang." Jawab Kenan dengan begitu semangat.


Kevin cengar-cengir, dia tampak ragu. Apakah dirinya bisa menjadi suami siaga? Apalagi dia kalau sudah tidur kadang suka susah bangun.


"Jika suami-suami kita, tidak mau membantu mengurus anak-anak mereka. Maka kalau suami-suami kita meminta kita untuk hamil lagi, kita harus mempertimbangkan keinginan mereka itu." Cetus Valin, sambil melirik suaminya dengan tajam.


"Aku akan berusaha menjadi suami siaga sayang, kamu tenang saja." Kevin berusaha meyakinkan Valin.


Hari ini para suami-suami tampan itu sungguh terpojokkan dengan obrolan-obrolan istri-istri mereka. Dan jika mereka ingin punya anak lagi mereka harus benar-benar bisa menjadi suami yang siap siaga.


Mereka sungguh lucu, biarpun mereka tampan bergelimang harta. Tapi mereka semua sungguh takut dengan istri-istri mereka, apalagi kalau istri-istri mereka sudah mengancam mereka, mereka tidak akan bisa bertemu dengan anak-anak mereka lagi jika mereka macam-macam atau sampai bermain wanita lain diluaran sana. Sungguh mereka tidak bisa berkutik sama sekali dan tentunya mereka harus benar-benar menjaga dan menyayangi istri-istri mereka dengan penuh cinta.


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


Buat yang punya K*m *pp boleh ya mampir ke karya Author yang ada disana 🙏


__ADS_1


__ADS_2