
Dua Minggu kemudian.
Hari ini adalah hari pernikahan David dan Niah, Niah sudah berada di hotel tempat pernikahan bersama sahabat-sahabatnya dan keluarga besarnya.
Niah sudah dirias dengan begitu cantik dengan gaun pengantin warna putih, Membuat Niah terlihat begitu cantik. Niah duduk sambil mengambil sesi foto untuk kenang-kenangan pernikahannya.
Visual Raniah.
Vano tersenyum melihat Niah yang begitu cantik dengan gaun pengantinnya, Vano berjalan menuju kearah Niah. Dengan perasaan yang sebenarnya tidak rela melihat Niah bersanding dengan laki-laki lain, Namun Vano juga harus ikhlas karena ini keputusan Niah.
"Vano,"panggil Niah yang langsung melihat kearah Vano.
"Mana yang lain?" Tanya Niah yang tidak melihat sosok sahabat-sahabatnya yang lain.
"Mereka sedang sibuk, Kenan biasa sama Ralin dan Kevin aku dengar sedang menjemput seseorang." jelas Vano.
Kevin tidak bilang mau kemana? Hanya saja bilang pada Vano kalau dirinya mau menjemput seseorang.Ntah siapa yang sedang Kevin jemput.
Vano duduk disamping Niah, Lalu kembali tersenyum pada Niah.
"Kamu bahagia dengan pernikahanmu?" Tanya Vano dengan sorot mata yang begitu sedih.
Niah berusaha mengembangkan senyumnya dihadapan Vano, Niah tidak mau Vano sampai tahu kalau dirinya sebenarnya tidak mau dengan perjodohan ini, Tapi apalah daya Niah yang tidak bisa membantah keinginan sang papa tersayangnya.
"Tentu saja aku bahagia, Kamu tidak membawa kekasihmu?" jawab Niah yang diiringi dengan senyuman terpaksa.
"Aku tidak punya kekasih." jawab Vano.
"Gadis yang ada di hatiku hari ini dia akan menikah dengan laki-laki lain, Bahkan aku juga akan menyaksikan pernikahannya dan aku hanya jadi tamu undangan," batin Vano yang berusaha kuat.
"Carilah kekasih!" pinta Niah yang langsung menyandarkan kepalanya di bahu Vano.
Baru saja bersandar di bahu Vano, Tiba-tiba ada suara dehemen yang membuat Niah langsung membenarkan posisinya.
"Kenapa datang tiba-tiba." batin Niah.
"Kamu itu calon istriku, Apakah pantas main sandar-sandaran dengan laki-laki lain?" Cetus David dengan tatapan kesal pada Niah.
"Dia bukan laki-laki lain, Dia adalah sahabatku." tegas Niah pada David.
Vano hanya diam saja.
"Ternyata Niah hanya menganggapku sebagai sahabatnya saja." gumam Vano.
"Jangan salah paham, Benar kata Niah aku hanya sahabatnya saja." cetus Vano yang berusaha kuat.
Mendengar perkataan Niah sebenarnya Vano merasa sedih, Namun semua ini juga salah Vano yang tidak berani mengungkapkan perasaan pada Niah.
Niah dan David sudah duduk berdampingan, Vano hanya berusaha kuat dan hanya bisa mendoakan kebahagiaan Niah.
"Semoga kamu bahagia Niah." Doa Vano.
Visual David dan Niah.
"Tetaplah mata aku, Kamu harus terlihat bahagia dengan pernikahan ini!" kata David dengan pelan, David langsung mengangkat dagu Niah. Niah juga berusaha tersenyum.
"Niah mudah-mudahan kamu bahagia," Doa Vano buat Niah. Niah langsung tersenyum ingin rasanya berlari memeluk Vano. Namun David terus memegangi tangan Niah.
"Aku keluar dulu." Pamit Vano yang langsung pergi meninggalkan David dan Niah.
__ADS_1
Niah terus menatap punggung Vano hingga Vano tidak terlihat lagi, Niah hanya terdiam rasanya ingin Vano ada mendampinginya. Namun David tidak memberikan kesempatan untuk Vano bisa dekat dengan dirinya.
Niah langsung menepiskan tangan David dari tangannya dengan kasar.
"Sudahkan main pegang-pegangnya."cetus Niah dengan tatapan begitu kesal.
"Sudah, Simpan tenagamu untuk malam pertama kita nanti." goda David yang membuat Niah semakin kesal.
"Tunggu, Bukankah dalam perjanjian kamu tidur diatas kasur dan aku disofa. Maka jangan berharap Kamu bisa menyentuhku." tegas Niah mengingatkan akan perjanjian yang dibuat oleh David.
David hanya geleng-geleng kepala.
"Lagian siapa juga yang mau menyentuhmu." gumam David.
Jam menunjukkan pukul 9 pagi, Semua tamu dan keluarga juga sudah berdatangan menghadiri acara pernikahan David dan Niah.
Raline juga sudah cantik dengan gaun putih yang begitu anggun, Yang dipadukan dengan riasan yang begitu natural.
Visual Ralinsyah.
Kenan juga sudah duduk manis menunggu sang mempelai pengantin keluar, Dengan setelan jas warna putih. Membuat Kenan terlihat begitu tampan.
Visual Kenan.
Kenan melihat Ralin sedang duduk sendirian, Lalu segera menghampirinya.
"Mana yang lain?" Tanya Kenan karena Ralin Hanya duduk sendirian.
"Kak Vano tadi pergi menemui kak Niah sedangkan Kak Kevin aku tidak tahu kemana?" Jawab Ralin apa adanya.
"Calon suamiku, Kapan kita menikah?" Tanya Ralin dengan begitu polos.
"Memangnya kamu sudah siap?" Kenan balik bertanya pada Ralin, Membuat Ralin tersipu malu.
"Aku sudah siap menikah, Tapi belum siap buat ehem-ehem aku takut." bisik Ralin yang membuat Kenan semakin gemas padanya.
Ayu dan Alena tersenyum melihat anak-anak mereka begitu dekat.
"Lihat Yu, Mereka sangat cocok." puji Alena.
"Iya Len, Jadi ingat jaman dulu waktu kita masih muda ya Len." jawab Ayu yang langsung teringat waktu dirinya masih muda dulu.
Rehan, Bagas, Via dan Rian juga ikut bergabung duduk dimeja tamu Ayu dan Alena.
"Kamu darimana suamiku?" Tanya Alan pada Bagas.
"Aku ngobrol dari tadi dengan Rehan, Lihat Han Kenan dan Ralin, Mereka berdua sangat serasi ya." jawab Bagas, Lalu berkata pada Rehan.
"Iya mereka cocok, Tidak sia-sia mereka kita jodohkan." jawab Rehan yang terus tersenyum melihat Kenan dan Ralinsyah.
"Oh Vano, Kemana kak?" Tanya Rehan pada Bagas.
"Aku juga tidak tahu, Mungkin sedang menemui Niah." jawab Rian.
Rama dan Ana baru saja datang, Lalu mereka langsung ikut bergabung dengan para sahabatnya diacara pernikahan anaknya ini, Sekalian menjadi reunian karena hari ini semuanya ada.
Vano langsung ikut bergabung dimeja Kenan dan Ralin, Dengan setelan jas hitam Vano terlihat tampan namun matanya berkaca-kaca menyaksikan pernikahan Niah dan David.
__ADS_1
Visual Vano.
"Kak Vano darimana?" Tanya Ralin.
"Habis memberikan selamat pada Niah, Kalian gandengan mulu." jawab Vano sambil meledek Kenan dan Ralin terus pegangan tangan.
Padahal Kenan dan Ralinsyah belum resmi pacaran, Tapi apalah Kenan ini yang selalu menjaga Ralin agar tidak dekat-dekat dengan laki-laki lain.
Kevin dantang dengan seorang gadis cantik, Lalu langsung menuju meja tamu tempat Ralin, Kenan dan Vano duduk.
Visual Kevin dan Valin (Sekertaris Kevin).
Hari ini Kevin mengajak sekretarisnya, Karena Rama dan Ana selalu menanyakan soal pacar, Akhirnya dengan terpaksa Kevin mengajak Valin.
"Wihh, Cewek baru nih." kata Kenan.
Vano terus melihat gadis tersebut, Namun gadis tersebut hanya menundukkan kepalanya.
"Bukankah itu gadis yang waktu itu di Mall, Iya yang kerjanya lelet." pikir Vano dalam hatinya.
"Apasih kamu Ken," elak Kevin.
"Kenalkan dia Valin," Kevin memperkenalkan Valin pada sahabat-sahabatnya.
Setelah berkenalan kini mereka semua duduk.
Niah dan David juga sudah keluar dari ruangan, Mereka jalan bergandengan tangan dengan penuh senyum. Mereka saling menatap penuh arti.
Visual David dan Niah.
Acara pernikahan sudah selesai, Lalu kedua mempelai langsung melanjutkan ke acara repsesi pernikahan.
Semua tamu undangan memberikan selamat kepada kedua mempelai.
Rekan-rekan bisnis David pun semuanya memberikan selamat padanya.
Ralin, Kenan, Kevin, Vano, dan Valin juga langsung menemui Niah dan David lalu mereka mengucapkan selamat pada Niah dan David, Ralin juga langsung mengambil foto mereka untuk kenang-kenangan.
Rian, Bagas, Rehan, Via, Alena dan Ayu, Mereka juga mengucapkan selamat pada Niah dan David.
Hari ini menjadi hari bahagia untuk Rama dan Ana, Karena mereka sudah menikahkan Putri mereka.
Setelah acara repsesi pernikahannya selesai David dan Niah langsung menuju ke hotel tempat mereka menginap, Hotel tersebut adalah hotel milik David.
"Riko tidak datang." Batin Niah.
Semua keluarga besar David dan Keluarga besar Niah juga langsung pulang.
Diperjalanan menuju hotel Niah hanya diam saja, Lalu memejamkan matanya.
Sampailah mereka di hotel, Karena Niah terbangun dari tidurnya. Lalu David dan Niah langsung menuju ke kamar David.
Di hotel miliknya David memang punya kamar khusus untuk dirinya.
Sesampainya dikamar, Kira-kira apa yang bakal mereka lakukan dimalam pertama mereka?
Bersambung 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
__ADS_1