
Rian yang tidak sengaja lambungnya sakit karena memakan makanan yang pedas dan membuat asam Lambungnya naik, akhirnya rian memutuskan untuk segera berobat ke rumah sakit, namun tanpa disengaja dirumah sakit rian bertemu dengan silvia.
Dirumah sakit.
Rian habis keluar dari ruang pemeriksaan dan sedang menunggu untuk mengambil obat. tiba-tiba melihat sosok gadis yang begitu cantik dan tidak asing menurut rian.
"Apa itu silvia? apa silvia kerja dirumah sakit ini?" Guman rian dalam hati sambil memandang gadis yang cantik itu berjalan.
Rian yang begitu yakin bahwa itu silvia akhirnya rian mengikuti silvia. silvia pun berhenti disalah satu ruangan yaitu ruangan dokter kandungan.
"Silvia, benar dia silvia dan dia benar-benar menjadi dokter kandungan sesuai cita-citanya selama ini" Guman rian dalam hati, sambil memperhatikan ruangan silvia.
Rian pun ingin memastikan bahwa gadis yang dilihatnya silvia atau bukan, rian pun memberanikan diri untuk mengetuk ruangan tersebut.
"Tuk..tuk.." rian mengetuk pintu ruangan silvia
"Iya, silahkan masuk" Ucap silvia dari dalam ruangan dengan nada begitu lembut.
Rian pun membuka pintu ruangan silvia dan masuk kedalam ruangan silvia.
__ADS_1
"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu" Ucap silvia, tanpa melihat siapa yang datang.
Rian pun hanya terdiam, karena tidak percaya ternyata gadis yang didepan matanya sungguh silvia. gadis yang dicintainya selama ini dan hingga saat ini.
Silvia pun merasa bingung, karena pasiennya tidak mau menjawab ucapannya dan silvia pun langsung melihat ke arah pasien tersebut, setelah silvia melihat siapa yang ada dihadapannya silvia pun langsung ingin pergi keluar dari ruangannya, namun rian langsung mencegah silvia keluar dengan menarik tangan silvia dengan kuat.
"Kamu mau kemana?" Tanya rian dengan nada agak kesal.
"Lepaskan aku rian" Ucap silvia, sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan rian.
Namun rian tidak kunjung melepaskan tangan silvia dari genggaman tangannya.
Silvia pun terdiam melihat rian yang sekarang ada dihadapannya, silvia pun tersenyum pada rian.
"Via, kamu tersenyum apa itu artinya kamu senang bertemu denganku lagi" Ucap rian lagi pada silvia.
"Rian, ini masih jam kerja aku jadi sebaiknya kamu keluar dari ruanganku sekarang" Ucap silvia, silvia tahu dirinya memang bersalah pergi meninggalkan rian tanpa pamit namun silvia juga ingin pergi mengejar cita-citanya menjadi seorang dokter kandungan.
Rian pun melepaskan tangan silvia dengan pelan.
__ADS_1
"Via, mari kita bertemu berdua" Ucap rian dengan nada pelan namun pasti.
"Baiklah, tapi tidak sekarang ya" Ucap via.
Rian pun mengerti dengan ucapan via, mungkin via juga belum siap untuk berbicara dengan dirinya.
rian pun akhirnya pergi meninggalkan ruangan silvia, tanpa mengucapkan apapun pada silvia.
Silvia pun hanya terdiam melihat kepergian rian dari ruangannya.
"*Maafkan aku ya ian, aku belum siap untuk bertemu denganmu saat ini" Guman silvia dalam hati, dan tidak sadar air matanya sudah menetes karena mengingat semuanya.
Dirumah rama*.
"Nona, sepertinya bakal sulit untuk memisahkan tuan rama dan nona ana, apalagi sekarang nona ana sedang hamil" Ucap susi, yang sedang menelpon seseorang.
"Kamu buat ana kehilangan anaknya, agar rama meninggalkannya" Ucap wanita yang ditelpon oleh susi.
"Tapi bagaimana caranya nona?" Tanya susi pada wanita yang sedang dia telpon.
__ADS_1
Bersambung.... selamat malam semuanya, terimakasih ya yang sudah setia membaca karya author, terimakasih buat komen baik kalian dan selalu membuat authornya makin semangat 🙏🙏😘😘