Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
186. Hukuman dipagi hari


__ADS_3

Keesokan harinya rama sudah bangun lebih dulu dari ana dan sudah memakai setelan jas yang begitu rapi.


"Jam berapa sayang, kamu sudah rapi" tanya ana sambil pelan-pelan membuka matanya.


"Sudah jam 6 pagi sayang, kamu tidak bangun?" tanya rama


"Aku masih mengantuk sayang" jawab ana.


Rama pun berjalan menuju ranjang tempat istrinya tidur.


"Ya sudah kamu tidur lagi, aku mau berangkat ke kantor dulu. nanti aku sarapan dikantor saja sayang" ucap rama, sambil mencium kening ana, bibir ana dan kedua pipi ana.


"Sayang kepada pagi ini kamu begitu serekah?" tanya ana, karena suaminya mencium semuanya bagian wajahnya.


"Itu hukuman untuk kamu, Karena kamu masih mengantuk dan tidak menyiapkan sarapan untukku sayang" jawab rama.


"Kalau begitu, aku mau dikasih hukaman setiap hari saja sayang" ledek ana.


"Jangan menggodaku sayang, nanti aku tidak jadi berangkat kerja" jawab Rama.


"Kenapa? lagian kamu ini bos nya dan tidak mungkin kariawanmu akan memecatmu" jawab ana, yang saat ini sudah bangun dan mengalungkan tangannya dileher Rama.


"Sayang?" panggil rama.


Namun ana malah mencium bibir suaminya dengan lembut rama pun membalas ciuman ana dan menikmatinya.


"Sayang, sekarang kamu sudah lebih pintar dariku" ucap rama disela-sela ciumannya.


Ana pun melepaskan ciumannya dari bibir rama.


"Karena kamu yang sudah mengajariku" jawab ana dengan kenyataan yang ada.


Ana pun tersenyum pada rama.


"Sekarang berangkatlah kerja sayang, terimakasih untuk hukuman pagi harinya" ucap ana, sambil merapikan jas rama.


Rama pun mencium kening ana dan meninggalkan ana untuk berangkat kerja sedangkan ana kembali tidur lagi.


Rama melajukan mobilnya menuju kantor, setelah beberapa lama rama pun sudah sampai dikantor.


Seperti biasa semua pegawai menyapa rama dengan sopan, Rama pun membalas sapaan mereka dengan anggukan kepalanya.


Diruangan kerja Rama.


"Hallo tuan Rama" sapa Hari.


"Hallo hari, ada apa?" tanya Rama.


"Tuan, untuk 2 rumah yang tuan pesan sudah ada ya nanti tuan tinggal mengurus pembayarannya dan untuk sertifikat rumah sudah langsung saya urus tuan, tapi ini mau diatas namankan siapa tuan?" ucap Hari.


"Pertama atas nama Bagas dan yang kedua atas nama rehan ardiyansyah, kamu urus semuanya saja aku mau terima beres saja" jawab rama.


"Baik tuan" jawab Hari.


Hari pun langsung mematikan saluran teleponnya.


"Hadiah pernikahan bagas dan rehan sudah siap" Guman Rama yang merasa tenang.

__ADS_1


Rama membuka laptopnya untuk memeriksa beberapa email dari para rekan bisnisnya.


kruyuk..kruyuk


"Lapar sekali" keluh Rama.


Rama pun menelepon Bagas untuk menemaninya makan ditempat makan yang ada dikantornya.


"Hallo tuan" sapa Bagas.


"Bagas, keruanganku sekarang!!" suruh Rama.


"Baik tuan" jawab Bagas.


Bagas pun langsung mematikan saluran teleponnya.


"Ada apa tuan Rama menelponku, tidak biasanya mungkin dia merindukanku. Guman bagas dengan tawa jailnya.


Diruangan Rama.


"Selamat pagi tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Bagas penasaran.


"Temanin aku sarapan sekarang"jawab rama.


"baik tuan" jawab Bagas.


Bagas pun mengikuti langkah kaki Rama untuk menuju ke tempat makan yang ada dikantornya.


"Bagaimana persiapan pernikahanmu?" tanya rama tiba-tiba.


"Sudah 70 persen tuan, untuk catring, gedung, gaun pengantin, undangan sudah saya pesan semuanya tuan" jawab rama jujur.


"Haha, tuan bisa saja tapi benar juga tuan biar kita jadi besan nanti" jawab Bagas sambil tertawa.


"Sepertinya akan lucu ya Bagas?" jawab rama yang ikut tertawa karena membayangkan jika dirinya berbesanan dengan Bagas.


Setelah beberapa menit, sampailah ditempat makan Bagas dan Rama pun langsung memesan makanan kesukaannya. setelah menunggu beberapa lama pesanan mereka pun datang. kini Rama dan Bagas menikmati makanan mereka dengan lahap.


"Apa tadi tuan tidak sarapan?" tanya Bagas.


"Tidak, ana masih mengantuk jadi dia masih tidur" jawab Rama.


Apa yang kira-kira nona dan tuan lakukan semalaman ya, tumben nona sampai belum bangun dan tuan rama sampai sarapan dikantor. Guman bagas yang memikirkan apa yang terjadi pada bos nya dan istrinya. karena Rama jarang sekali sampai sarapan dikantor apalagi semenjak punya istri rama selalu makan di rumah.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya rama yang melihat bagas seperti sibuk berpikir.


"Tidak tuan" jawab Bagas.


"Jangan dibayangkan, namanya suami istri pasti ada pekerjaan malam diranjang bahkan sampai pagi. nanti kamu juga akan tau" goda rama, yang membuat Bagas malu.


Biarpun Bagas belum pernah melakukannya tapi sebagai laki-laki dewasa Bagas tau arah pembicaraan bos nya.


"Tuan muda, ayo kembali keruangan" ajak Bagas berusaha mengalihkan pembicaraan bos nya.


Namun rama hanya tersenyum penuh kejailan pada Bagas. rama dan bagas kembali keruangan masing-masing.


Diruangan Bagas.

__ADS_1


"Tuan muda anda aku akan segera menikah dan akan segera merasakan apa yang kau maksud tadi ketika sedang sarapan bersama. guman Bagas sambil tersenyum malu pada diri sendiri.


"Pasti nanti akan lucu jika semuanya sudah menikah, Rama, Rian, Bagas dan rehan.kita para suami kerja dan kelak istri-istri kita menjaga anak-anak kita dirumah" Ucap Bagas yang membayangkan betapa lucu jika diantara mereka semua sudah menikah.


Tiba-tiba ponsel Bagas berdering dan ternyata telpon dari Alena.


"Hallo sayang?" sapa Bagas mersa.


"Sayang jam berapa kamu nanti pulang kerja?" tanya Alena.


"Kenapa sayang?" tanya Bagas.


"Hanya merindukanmu saja, sudah dulu ya saya aku lanjutkan pekerjaanku dulu. kamu jangan sampai telat makan ya" ucap alena, yang langsung mematikan saluran teleponnya.


Bagas pun hanya menggelengkan kepalanya.


"Alena-alena aku kira kamu kenapa menelponku dan kamu hanya bilang seperti itu, tapi aku juga sudah sangat merindukanmu sayangku. guman Bagas, yang kadang merasa kesal pada kekasihnya namun sangat mengemaskan.


Dirumah Rama.


Ana sudah bangun dari tidurnya dan sekarang sedang membuat kue coklat untuk rama di dapur.


"Kakak ipar sedang apa?" tanya rehan.


"Sedang bikin kue coklat, kamu tidak kerja rehan? tanya ana.


"Tidak kak, tadi rehan dari kampus ada urusan" jawab rehan.


"Oh gitu, kamu sudah sarapan?" tanya ana.


"Belum kakak ipar" jawab Rehan.


"Kamu sarapan dululah, kakak udah masak" suruh ana.


Rehan pun langsung menuju meja makan untuk sarapan sedangkan ana melanjutkan membuat kue coklat untuk suaminya.


"Aku yakin pasti rama akan suka dengan kue bikinan aku" ucap ana penuh keyakinan.


"Kakak ipar, aku mau kue coklatnya" ucap rehan yang sedang ada dimeja makan.


"Iya rehan, tunggu sebentar lagi" jawab ana.


Setelah beberapa saat kemudian kue coklat ana sudah jadi, ana memberikan beberapa potong pada rehan.


"Rehan, ini katanya mau" ucap ana, sambil memberikan kue yang dibawa ditangannya.


Rehan memakan kue bikinan ana.


"Enak sekali kak rasanya" puji rehan.


Rehan perlahan-lahan, menghabiskan kue bikinan ana dengan penuh kenikmatan. menurut rehan kakak iparnya memang sangat pandai sekali dalam hal memasak apapun itu.


"Terimakasih Rehan, kamu habiskanlah! kalau kurang kamu ambil lagi saja" suruh ana.


"Iya kak, terimakasih" jawab rehan lembut.


Bersambung ..

__ADS_1


Terimakasih buat semua para pembaca setia karya saya, mudah2an semuanya suka dengan ceritanya 🙏🙏


__ADS_2