Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
45. Tentang ayu


__ADS_3

Ana menceritakan sedikit tentang ayu pada Rehan.


"Kenapa ayu, bisa berkata kalau laki-laki kaya itu sama saja kak ipar?" Ucap rehan ingin tau.


"Ntalah, tapi ayu dulu pernah dekat sama laki-laki disekolahnya waktu itu ayu dan lelaki itu sangat dekat, laki-laki itu dari kalangan orang kaya dan ayu mulai menyukainya. ternyata laki-laki itu hanya memanfaatkan ayu dan hanya menganggap ayu sebagai gadis miskin yang tidak tau malu, dibelakang ayu laki-laki tersebut selalu menganggap ayu sebagai sampah" Ucap ana menceritakan tentang ayu pada Rehan.


"Apa kak ipar apa kakak ipar kenal dengan laki-laki itu" Ucap Rehan ingin tau.


"Kenal, hanya saja nama laki-laki itu tidak boleh disebutkan oleh ayu karena ayu sangat membencinya, dan mulai dari situlah ayu tidak mau dekat dengan laki-laki kaya lagi" Ucap ana memberikan pengertian pada rehan


"Tapi Rehan, tidak seperti itu kak. buktinya kak Rama saja sangat tulus mencintai kakak ipar, mami dan papi pun tidak pernah membedakan kaya atau miskin kak karena bagi mami dan papi itu sama saja, anak-anaknya pun diajarkan tidak boleh membedakan-bedakan kak" Ucap Rehan dengan kenyataan yang ana.


Ana Sangat mengetahui seperti apa keluarga Rama, mereka sangat baik, sopan dan tidak pernah membedakan kaya atau miskin benar apa kata Rehan.


Ketika Ana dan Rehan sedang asik bercerita Rama pun pulang.


"Sayang, kamu sudah pulang" Ucap ana dengan lembut.


"Iya sayang, aku pulang karena aku sangat merindukankanmu" Ucap Rama Sambil memeluk ana.

__ADS_1


"Mandilah dulu sayang, akan aku siapkan air hangat untukmu" Ucap ana Sambil tersenyum pada ana.


"Rehan, kakak ke kamar dulu ya nanti kita lanjutkan obrolan kita" Ucap ana pada Rehan.


"Iya kakak ipar, terimakasih ya kak" Ucap Rehan pada ana.


Rama dan ana pergi meninggalkan Rehan, menuju ke kamar mereka ana bergegas ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk Rama mandi.


"Sayang mandilah, aku sudah siapkan air hangatnya" Ucap ana pelan.


"Terimakasih kasih" Ucap Rama Sambil mencium kening ana.


Rama pun keluar dari kamar mandi.


"Sayang, mami sama papi udah pulang?" Ucap Rama pada ana.


"Belum sayang" Ucap ana pada Rehan.


"Apa yang kamu bicarakan sama Rehan, sepertinya kalian terlihat sangat akrab" Ucap Rama penasaran.

__ADS_1


"Tentang ayu sayang, tadi Rehan bertanya tentang ayu" Ucap ana pada Rama.


"Apa benar-benar bocah itu mau menyukai ayu, tapi tidak heran sih ayu kan cantik" Ucap Rama pada ana.


"Apa maksud kamu sayang" ucap ana.


"Rehan sepertinya menyukai ayu, apa kamu akan setuju" Ucap Rama pada Rehan.


"Jika ayu menerima Rehan aku pasti akan setuju, tapi ayu bukanlah gadis yang mudah ditaklukkan" Ucap ana memberi pengertian kepada Rama.


"Aku tau sayang, kamu ingat waktu di acara resepsi pernikahan kita dan Rehan terlihat begitu kesal, itu semua karena ulah ayu" Ucap Rama pada ana.


"Aku tau sayang" Ucap ana pada Rama.


"Sayang aku lapar, tapi aku maunya makan masakanmu" Ucap Rama manja pada ana.


"Baiklah akan ku masakan untukmu" Ucap ana pada Rama.


"Sayang, kita masak bareng saja" Ucap Rama penuh semangat.

__ADS_1


Terimakasih buat yang sudah membaca maaf ya authornya nggak bisa sekaligus up banyak, soalnya authornya belum pulang kerjaπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™πŸ™


__ADS_2