Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
176. Bagas dan Alena.


__ADS_3

Malam harinya mereka semuanya menyiapkan semua keperluan untuk BBQ di dekat pantai, apalagi di dukung dengan cuaca yang begitu terang bulan dan sudah dihiasi dengan lampu kelap-kelip yang begitu indah.


"Yang laki-laki bagian bakar ya, kita yang perempuan tinggal makan saja" ucap via dengan penuh semangat.


"Tidak adil itu, dimana-mana cewek yang masak laki-laki tinggal makan" protes bagas


Akhirnya mereka semuanya beraduh mulut karena tidak mau ada yang mengalah.


"Sudah-sudah hentikan, biar aku dan rian saja yang membakarnya" ucap rama, mengalah pada semuanya.


Namun akhirnya rehan dan bagas pun ikut membantu membakar, biarpun lebih banyak bercanda dengan bagas.


"Aku baru pertama kali liburan sederhana ini" ucap alena tiba-tiba, karena biasanya alena pergi berlibur keluar negeri.


Ana dan yang lain pun tersenyum pada alena.


"Wajarlah karena kamu wanita karir dan pengusaha muda" jawab via dengan lembut.


"Ehh.. alena ceritakan pada kami bagaimana bisa kamu berpacaran dengan Bagas?" tanya ana penasaran.


"Baiklah, akan aku ceritakan dari awal"


**Cerita alena dan bagas*


Dulu aku dan bagas tidak sengaja bertemu diperusahanku, waktu itu kalau tidak salah Bagas ditugaskan oleh rama untuk datang kerperusahanku. awal ketemu sih dia cuek udah gitu setiap kali ditanya jawab singkat.


Awal ketemu Bagas.


"Nona alena, itu proposal dari tuan rama, maaf tuan rama tidak bisa datang langsung" ucap bagas, sambil memberikan proposal tersebut pada Alena.


Alena pun menerima proposal tersebut.


"Tuan bagas, ayo kita makan siang dulu" ajak alena pada bagas.


"Baiklah nona" jawab Bagas singkat.


Bagas dan alena pun menuju tempat makan yang ada dikantor Alena.


"Tuan bagas apa kamu sudah punya kekasih?" tanya Alena.


"Belum nona" jawab bagas singkat.

__ADS_1


"Tuan Bagas mau pesan makanan apa?" tanya alena pada bagas.


"Terserah nona saja" jawab bagas singkat.


Alena pun merasa kesal karena Bagas terlalu cuek pada dirinya.


"Dia tampan tapi sayangnya terlalu dingin seperti es" guman Alena


*Nah dari situ aku dan bagas akhirnya tukeran no ponsel, hingga aku sering menelponnya lebih dulu, mengchatnya lebih dulu. namun dia tetap acuh tak acuh padaku, sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk tidak menelponnya lagi dan mengchatnya lagi.


Dan satu minggu setelah aku melakukan itu pada bagas, tiba-tiba bagas datang ke kantorku dan menanyakan kenapa aku berhenti menghubungi dia dan tidak mau mengganggunya lagi.


"Kenapa kamu tidak pernah menghubungi aku lagi dan mengangguku lagi nona Alena?" tanya bagas tiba-tiba.


Alena pun kaget mendengar ucapan bagas.


"Maaf tuan bagas, tapi aku sadar kalau kamu tidak pernah menyukaiku apalagi dengan sifat aku yang agak agresif" Jawab alena dengan penuh kejujuran.


"Bagaimana bisa nona, menyimpulkan semuanya sendiri? aku tidak terima dengan semua ini nona, aku juga mau nona alena terus menelponku dan terus mengangguku setiap hari lagi!! ucap bagas penuh penegasan pada Alena.


"Maksud tuan bagas?" tanya Alena.


*Alena pun tersenyum bahagia mendengar ucapan bagas dan menitikan air matanya.


"Apakah nona mau menjadi kekasihku?" tanya bagas dengan begitu yakin.


Tanpa menjawab bagas, Alena pun langsung berlari memeluk bagas.


.


"Aku mau Bagas, aku mau menjadi kekasihmu" bisik Alena ditelinga bagas.


Seperti itulah cerita awal aku bagas, namun hubungan aku dan bagas tidak banyak yang tau dan ini pertama kalinya Bagas mengenalkanku pada teman-temannya, bahkan hari ini bagas melamarku di hadapan kalian semua.


Seperti itulah cerita aku dan bagas*.


"Alena, ternyata bagas bisa jadi bucin juga, aku kira laki-laki dingin seperti dia dan ternyata diam-diam menghanyutkan" ucap ana dengan gelengan kepala tidak percaya.


"Bagas yang terbaik" ucap via penuh kekaguman pada bagas.


"Kak bagas romantis sekali" ucap ayu, yang berharap rehan bisa seperti Bagas.

__ADS_1


Ketika para wanita sedang asik mengobrol tiba-tiba rama dan yang lainnya datang, membawa berbagai sate yang sudah matang.


"Ayu kenapa kamu senyum-senyum seperti itu?" tanya rehan, yang melihat ayu tersenyum sendirian ntah apa yang ada dipikirannya.


"Biarkan aku berhayal rehan" jawab ayu.


"Apa yang kalian obrolkan sepertinya seru sekali" tanya rama pada semuanya.


"Manusia es" Jawab ana


"Jomblo akut" saut via


"Romantis sekali kak bagas" timpal ayu.


"Apa kalian sedang membicarakanku?" tanya Bagas menuntut jawaban pada semuanya.


Alena dan yang lainnya pun menganggukkan kepalanya bersamaan.


"Sayang, apa yang kamu ceritakan pada mereka?" tanya bagas pada Alena.


"Hanya tentang awal kita ketemu" jawab Alena dengan begitu santai.


Bagas pun hanya bisa mengelus dada pasrah karena Alena sudah menceritakan semuanya.


"Kenapa kalian tidak memanggilku tadi?" ucap rian dan rama bersamaan.


"Aku juga ingin mendengarnya" Timoal rehan.


"Sudah-sudah ayo makan ini, mumpung masih hangat" ucap bagas berusaha mengalihkan pembicaraan semuanya atau dirinya akan menjadi bahan ngeghibahnya mereka semua, terutama Rama dan Rian yang selalu meledeknya sampai kadang bagas merasa kesal.


Dan akhirnya mereka menikmati hasil bakar-bakaran mereka malam ini, rama pun mengambil beberapa poto melalui ponselnya untuk mengabadikan momen ini.


Liburan yang begitu indah, biarpun hanya liburan sederhana namun kebersamaan mereka, tawa canda mereka membuat semuanya menjadi liburan kali ini menjadi luar biasa. hanya persahabatan yang penuh kehangatan diantara mereka biarpun sering beraduh mulut namun mereka tetap menjadi sahabat yang baik.


Dulu hanya ada rama, rian, bagas dan via, namun sekarang sudah bertambah ada ana, ayu dan alena. kehadiran mereka pun membuat lebih rame dan bahagia.


Malam ini adalah malam terakhir divilla karena besok pagi, semuanya harus pulang karena kesibukan dan pekerjaan mereka sudah menanti.


Bersambung ..


Terimakasih buat yang sudah membaca dan selalu kasih dukungan buat outhor ya, jangan lupa like, komen, vote dan rate biar authornya lebih semangat lagi nulisnya. terimakasih semuanya 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2