
Rehan yang masih dikantor, langsung bergegas untuk segera menuju kerumah sakit.
"Sayang, Aku akan segera datang." gumam Rehan dengan persaan begitu khawatir.
Dengan perasaan kawatir Rehan terus melajukan mobilnya menuju kerumah sakit.
Dirumah sakit.
Mami Diana terus berdoa, karena merasa sangat kawatir pada Ayu.
"Mudah-mudahan proses persalinannya berjalan lancar." Doa Mami Diana.
Aturan Ayu melahirkan masih beberapa hari lagi, namun ternyata ada masalah dengan kandungan Ayu.
Tiba-tiba Dokter yang menangani Ayu keluar dari ruangan tersebut.
"Keluarga pasien." panggil Dokter tersebut.
"Saya Dok, bagaimana keadaan Adik Ipar saya Dok?" jawab Rama sambil bertanya pada Dokter tersebut.
"Pasien harus melakukan operasi Caesar karena ada masalah pada kandungannya." jawab Dokter yang menangani Ayu.
Rama melihat kearah Mami Diana, lalu Mami Diana langsung berjalan menghampiri Rama.
"Bagaimana Dok?" tanya Mami Diana dengan perasaan begitu kawatir.
"Pasien harus melakukan operasi Caesar, Nyonya karena kandungannya ada masalah." Dokter menjelaskan pada Mami Diana.
"Lakukan yang terbaik untuk menantu dan cucu saya Dok." kata Mami Diana yang sudah meneteskan air matanya.
"Iya Dok, lakukan yang terbaik." sambung Rama.
"Baiklah, Nyonya tanda tanganin ini dulu ya." jawab Dokter sambil memberikan selembar kertas putih yang harus ditandatangani oleh Mami Diana.
Setelah mendapatkan persetujuan dari Mami Diana, Dokter langsung kembali keruangan, lalu memulai melakukan operasi Caesar.
Mami Diana langsung memeluk Rama, Rama juga langsung membalas pelukan dari Mami Diana.
"Mami takut Nak." kata Mami Diana sambil menangis.
"Kita berdoa ya Mi! mudah-mudahan Ayu dan Anaknya semuanya baik-baik saja." jawab Rama yang terus berusaha menenangkan Mami Diana dalam pelukannya.
Ana hanya diam sambil duduk dikursi ruang tunggu.
"Ayu mudah-mudahan semuanya lancar." Doa Ana dalam hatinya.
Rehan baru saja sampai dirumah sakit, kini Rehan langsung bertanya pada salah satu suster dirumah sakit tersebut, dimana ruangan Ayu? setalah diberi tahukan oleh suster Rehan langsung berlari menuju keruangan tempat Ayu melahirkan.
Rehan melihat Mami Diana, Rama dan Ana sedang duduk di depan ruang bersalin, Akhirnya Rehan langsung menghampiri mereka.
"Mi, bagaimana keadaan istriku?" tanya Rehan dengan perasaan yang begitu cemas.
"Ayu masih diruangan Han, kata Dokter kandungan Ayu ada masalah jadi harus melakukan operasi Caesar." jawab Mami Diana dengan raut wajah yang begitu sedih.
__ADS_1
Rehan langsung merasa lemas mendengar jawaban dari Mami Diana, kini Rehan langsung menjatuhkan tubuhnya dengan lemas dan sekarang posisi Rehan duduk sambil bersandarkan tembok, dengan wajah yang begitu frustasi dan perasaan yang sangat khawatir Rehan terus berdoa agar Istri dan Anaknya selamat.
"Mudah-mudahan semuanya baik-baik saja, Aku tidak sanggup jika terjadi apa-apa diantara mereka berdua." gumam Rehan yang diiringi Doa untuk Ayu.
"Sayang, Kamu telpon Papi sekarang." pinta Rama sambil melihat Ana.
Ana menganggukan kepalanya, lalu langsung mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya untuk segera menghubungi Papi Revan.
Kini Mami Diana dan Rama duduk, Rama duduk sambil memangku Niah sedangkan Ana sedang menelpon Papi Revan.
Ana menelpon Papi Revan.
"Hallo Pi." sapa Ana dengan sopan.
"Hallo Nak, ada apa?" tanya Papi dari sebrang sana.
"Pi, Ayu sedang dirumah sakit, Ayu mau melahirkan." kata Ana.
"Apa Nak? baiklah, Papi akan segera pulang Papi mau melihat cucu Papi." jawab Papi Revan dengan begitu antusias.
Papi Revan langsung mematikan saluran teleponnya, dengan perasaan yang begitu bahagia Papi Revan akan segera pulang sore ini juga, karena ingin melihat cucunya yang baru lahir.
Papi Revan masih ada diluar negeri, soalnya Papi Revan mengurus perusahaan yang disana, sedangkan Mami Diana tidak ikut kesana karena ingin dirumah saja bersama Anak-anaknya dan kedua cucunya.
Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya Dokter keluar dari ruang persalinan.
Rehan yang sedang duduk langsung berdiri, lalu menghampiri Dokter tersebut.
"Dokter bagaimana keadaan Istri saya dan Anak saya." tanya Rehan dengan parasaan khawatir.
"Keadaan Istri Tuan baik-baik saja dan Dia melahirkan seorang Bayi yang begitu cantik." jawab Dokter yang diiringi dengan senyum.
Betapa leganya Rehan mendengar kabar bahagia tersebut, dalam hati Rehan terus menerus mengucapkan rasa syukur.
"Dok saya mau melihat Anak dan Istri saya." kata Rehan dengan penuh semangat.
"Tunggu sebentar Tuan, nanti setelah dipindahkan keruang rawat inap, Tuan bisa langsung melihatnya." jawab Dokter.
"Baik Dok." kata Rehan.
"Akhirnya Aku menjadi seorang Papa." gumam Rehan yang penuh rasa syukur.
"Saya permisi dulu Tuan." pamit Dokter.
"Iya Dok terimakasih." jawab Rehan yang diiringi dengan senyum bahagianya.
Rehan langsung berjalan menuju kearah Mami Diana, lalu Rehan langsung memeluknya.
"Mami, Akhirnya Rehan menjadi seorang Papa." kata Rehan dengan begitu bahagia.
"Iya Nak, selamat ya Nak." jawab Mami Diana yang langsung membalas pelukan dari Rehan.
Rama dan Ana saling melempar senyum, kini mereka juga ikut bahagia.
__ADS_1
"Akhirnya Ayu dan Rehan resmi menjadi Orangtua." kata Ayu yang diiringi dengan senyum bahagianya.
"Iya sayang, mudah-mudahan Ayu dan Rehan bisa menjadi Orangtua yang baik untuk Anaknya." jawab Rama yang penuh dengan harapan.
Rehan melepaskan pelukannya dari tubuh Maminya, lalu Rehan langsung menuju ke tempat Rama dan Ana sedang duduk.
"Kak, Rehan sudah menjadi seorang Papa." kata Rehan dengan begitu senang.
"Selamat ya Adikku." Rama mengucapkan selamat kepada Rehan.
Setelah beberapa lama, akhirnya Ayu sudah dipindahkan ke ruang rawat inap, kini Mami Diana, Rama, Ana dan Rehan langsung masuk ke dalam ruangan rawat Ayu.
Melihat Ayu berbaring diatas ranjang pasien, Rehan langsung tersenyum, Ayu juga langsung membalas senyuman dari Rehan.
Suster baru saja datang, lalu memberikan Bayi Ayu kepada Ayu.
"Nona Ayu, ini Bayi Anda Dia sangat cantik, seperti Ibunya." kata Suster tersebut.
"Terimakasih Sus, iya tapi hidungnya mirip Papanya." jawab Ayu yang sudah menerima Anaknya dari sang suster.
Setelah memberikan Bayi Ayu pada Ayu, suster tersebut langsung keluar dari ruangan Ayu.
Kini Rehan sudah duduk dikursi dekat tempat tidur pasien, Rehan langsung menggegam tangan Ayu dengan penuh cinta.
"Sayang, Akhirnya Kita menjadi Orangtua." kata Rehan dengan penuh rasa syukur, sambil mengusap kepala Anaknya.
"Iya, Akhirnya perjuangan Kita selama ini menjadikan kebahagiaan diantara Kita." sambung Ayu sambil tersenyum.
Kini Mami Diana yang sedang duduk disofa yang ada diruang rawat Ayu, langsung tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Anak dan menantunya.
Mami Diana beranjak dari tempat duduknya, lalu berjalan menghampiri Ayu.
"Sayang selamat ya, terimakasih Kamu sudah melahirkan cucu Mami." Mami Diana mengucapkan selamat pada Ayu, yang diiringi ucapan terimakasih juga.
"Sama-sama Mi." jawab Ayu sambil tersenyum pada Mami Diana.
"Sayang, Anak Kita mau diberi nama siapa?" tanya Ayu pada Rehan.
Rehan terdiam, lalu menjawabnya.
"Ralinsyah Putri Ardiyansyah." jawab Rehan.
"Bagaimana Mami?" tanya Ayu pada Mami Diana.
"Itu nama yang cantik." jawab Mami Diana.
"Baiklah nama Anak Kita Ralinsyah Putri Ardiyansyah." jawab Ayu yang setuju dengan Rehan.
Rama dan Ana, ikut bergabung ditengah-tengah Mami Diana, Rehan dan Ayu.
Setelah perjuangan panjang, usaha, kerja keras yang Ayu dan Rehan lakukan akhirnya hari ini Ayu melahirkan Anaknya yang diberi nama Ralinsyah Putri Ardiyansyah.
Kini kebahagiaan keluarga Ardiyansyah bertambah karena hadirnya satu cucu lagi.
__ADS_1
Bersambung 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊