Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
59. Merasa tidak tega


__ADS_3

Ketika ana sedang memasak, Rama turun dari kamarnya untuk menyusul ana. namun langkah kakinya terhenti ketika melihat Rehan sedang asik dengan ponselnya.


"Kamu belum tidur Rehan" Ucap Rama tiba-tiba.


"Belum kakak, kakak uang bulanan kuliah Rehan bulan ini katanya belum masuk" Ucap Rehan pada Rama, yang mebiayai kuliah Rehan selama ini.


biarpun orang tua Rehan terbilang mampu, namun Rama tetap bertanggung jawab dengan adiknya.


"Akan kakak, suruh Bagas untuk mengurusnya besok" Ucap Rama pada Rehan.


"Iya kak terimakasih" Ucap rehan pada Rama.


Biarpun Rama dan rehan sering sekali berantem tetapi Rama juga sangat menyayangi adiknya.


"Tidurlah sudah malam, besok kamu bukannya berangkat pagi" Ucap Rama pada Rehan.


Rehan menuruti perkataan kakaknya dan langsung bergegas untuk masuk kamarnya.


Rama menuju dapur menemui istrinya.


"Sayang, apa yang kamu masak" Ucap Rama sambil memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Hanya masak apa yang aku bisa saja sayang" Ucap ana apa adanya.


"Sayang" Ucap Rama manja sambil mematikan kompornya.


"Kamu mau apa Sayang?" tanya ana yang sudah tau maksud Rama.


"Sayang, aku hanya ingin main-main denganmu" Ucap Rama dengan nada nakal.


"Sayang, kamu tau aku sudah tidak tahan ingin segera mel*kukannya denganmu" Ucap Rama dengan nada jailnya.


"Sayang, jangan sekarang aku belum siap" Ucap ana memohon.


"Lalu kapan ana, sekarang atau nanti rasanya sama saja" Ucap Rama pada ana yang memang sudah menginginkan sekali.


"Sayang jangan disini kita dikamar saja, aku takut rehan melihat kita" Ucap ana yang sudah menjauhkan wajahnya dari wajah Rama.


Rama langsung menggendong ana untuk masuk kedalam kamarnya. sampai dikamar Rama langsung men*durkan ana diatas ranjang.


"Sayang aku mau mel*kukannya sekarang terserah kamu mau setuju atau tidak" Ucap Rama pada ana.


"Sayang, mengertilah aku belum siap kalau sekarang" Ucap ana dengan nada memohon.

__ADS_1


"Apa kau sungguh belum siap sayang" Ucap Rama lembut pada ana.


Ana menggelengkan kepalanya pada Rama, Rama menghela nafas merasa bersalah.


"Maafkan aku sayang, aku tidak akan melakukannya sekarang" Ucap Rama pada ana dan bangkit dari tempat tidurnya.


"Sudah tidak apa-apa, aku yang terlalu terburu-buru sayang padahal kamu sudah bilang dari awal sebelum kita menikah" Ucap Rama dengan lembut pada ana yang merasa bersalah.


"Maafkan aku sayang, tapi jangan sekarang ya sayang" Ucap ana dengan nada bersalah.


"Tidak apa-apa sayang, masih ada lain kali sayang aku akan bersabar menunggu waktu itu sayang" Ucap Rama pada ana.


Ana bahagia sekali Rama selalu mengerti dirinya, selalu mengalah, bahkan dalam hal apapun Rama yang lebih sering bersikap dewasa dan penuh pengertian.


"Tidurlah sayang sekarang sudah larut malam, sudah jangan menangis lagi aku akan tetap mencintaimu sayang" Ucap Rama agar ada tidak terlalu sedih dan merasa bersalah karena sikapnya.


*Inilah persyaratan konyol dari istri kecilku, tidak boleh menyentuhnya ketika dia belum siap, dasar ana..ana untung kamu cantik*


Rama pun menarik ana untuk tidur dipelukannya dan merapikan baju ana.


"Tidurlah sayang, aku sangat mencintaimu aku akan bersabar menunggu kamu siap" Ucap Rama Sambil mencium kening ana.

__ADS_1


Nihh author lanjutin lagi ya🙏🙏


__ADS_2