Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
397.Perang dingin vs jurus romantis S2


__ADS_3

"Sayang, pasti Kenan dan Kevin sedang dimarahin istri-istri mereka." Kata Niah.


"Pasti, tapi biarkan saja. Yang penting kamu tidak marah padaku," Jawab David, ia membawa Niah masuk ke dalam pelukannya.


David dan Niah kembali fokus dengan flim yang mereka tonton, dan tentunya tidak mau memikirkan masalah rumah tangga Kevin dan Kenan.


Pagi menunjukkan jam 7 pagi, Niah mendorong suaminya agar melepaskan dirinya dari dalam pelukannya.


"Kenapa?" Tanya David.


"Sudah jam 7, sekarang waktunya kerja dan kamu cepatlah mandi!" Niah mematikan saluran televisinya.


David merasa kesal, lagi seru menonton adegan ranjang yang panas-panas tapi Niah malah mematikan saluran televisinya.


"Sayang, itu adegannya sedang bagus. Lumayan kan buat di praktekin nanti malam." Kesal David, ia ingin kembali menyalakan saluran televisinya tapi Niah langsung merebut remote televisi dari tangannya.


"Mandilah, terus berangkat kerja! Nonto flim panasnya bisa dilanjutkan nanti lagi." Kata Niah, ia menarik tangan suaminya masuk ke dalam kamar.


Dengan malas, akhirnya David pergi mandi setelah selesai mandi ia langsung bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, seperti pagi biasanya sebelum berangkat ke kantor David sarapan terlebih dahulu.


Kevin dan Valin.


Pagi ini mereka masih perang dingin, tapi Valin tetap menyiapkan sarapan buat sang suami.


"Semarah-marahnya aku, aku harus tetap menjadi istri yang berbakti." Batin Valin dalam hatinya.


Setelah selesai sarapan, kini mereka sarapan bersama tapi mereka hanya saling diam tanpa menyapa satu sama lain.


Kevin menikmati makanannya dengan malas, rasanya ia ingin memeluk istrinya dan bilang padanya, kamu adalah wanita satu-satunya dalam hidupku. Tapi apalah daya Valin sedang marah pada dirinya.


"Mau sampai kapan, kita perang dingin tanpa bicara satu sama lain seperti ini istriku?" Tanya Kevin pada hatinya.


Baru beberapa jam dicuekin oleh sang istri, tapi Kevin sudah tidak tahan hatinya merasa begitu gelisah dan tidak tenang.


"Sayang..." Kevin mencoba mencairkan suasana yang ada dimeja makan.


"Lanjutkanlah, makammu!" Jawab Valin, dan ia langsung beranjak dari tempat duduknya.


"Mau kemana?" Tanya Kevin.

__ADS_1


"Ke kantor." Jawab Valin singkat.


"Kita berangkat bersama, seperti biasanya!" Cegah Kevin, ia meninggalkan makannya yang masih ada dipiring.


Kevin berjalan dibelakang Valin. Dan Valin hanya diam saja ia tidak menghiraukan sama sekali keberadaan suaminya.


Kini mereka berangkat bersama menuju kantor, tapi di dalam mobil hanya ada keheningan yang ada. Kevin juga hanya fokus menyetir sedangkan Valin ia hanya diam sambil melihat pemandangan jalanan yang agak macet.


Sesampainya dikantor, dan menjalin aktivitas dikantor seperti biasanya. Valin hanya sebagai sekretaris dan Kevin sebagai atasan Valin.


Diruang Kevin, Valin duduk di sofa dan sibuk dengan laptopnya.


"Valin, kerjakan ini ya! Ini mau buat mitting siang ini." Kata Kevin, ia menaruh berkas-berkas dimeja dan kini ia duduk di sofa sambil memperhatikan Valin yang sedang mengerjakan semuanya.


"Sayang, aku ini suamimu tapi kamu tetap saja mau jadi sekertarisku." Batin Kevin dalam hatinya.


Valin memang istrinya Kevin, tapi Valin enggan berhenti bekerja karena Valin tidak mau hanya dirumah saja. Jadi ia putuskan untuk tetap menjadi sekretaris sang suami diperusahaannya.


"Kalau capek istirahatlah, biar aku yang mengerjakannya." Kata Kevin, ia sebenarnya tidak tega melihat istrinya mengerjakan semuanya tapi mau bagaimana lagi itu adalah tugasnya sebagai sekretaris.


"Tidak usah!" Jawab Valin dengan cuek.


Rasanya Kevin ingin sekali mengunci pintu ruangannya dan menyekap Valin dalam dekapannya.


Kenan.


Ralin, ia terus mengabaikan Kenan bahkan Kenan bicara saja ia tidak menjawab, rasanya Kenan tidak tahan dengan sikap sang istri yang begitu cuek gara-gara sedang marah pada dirinya.


"Sayang, jangan marah terus! Aku cium loh." Goda Kenan dengan manja.


Ralin hanya cuek dan enggan menanggapi godaan dari sang suami, ia lebih memilih berpindah tempat duduk agar berjauhan dengan suaminya.


Kenan juga ikut berpindah tempat duduk, kini ia duduk tepat disebelah Ralin.


"Aku minta maaf, aku sungguh tidak bohong semalam aku ketiduran dirumah Kak Niah," Kenan berusaha meminta maaf pada Ralin.


Lagi-lagi Ralin mengabaikan sang suami.


"Aku marah, karena kamu meninggalkan aku semalaman dan membiarkan aku tidur sendirian semalaman." Ralin ngedumel dalam hatinya.

__ADS_1


Kenan berusaha sabar, ia tahu ia salah apalagi semalaman ia tidak pulang dan tidak memberikan kabar pada Ralin sama sekali. Jadi kalau saat ini Ralin marah pada dirinya Kenan harus berusaha membujuknya atau dia tidak akan mendapat jatah.


"Ralin....." sentaknya dan ia langsung menindih tubuh Ralin, dan mengunci tubuh Ralin dengan tubuhnya.


"Kamu, mau apa?" Tanya Ralin agak kesal.


"Aku mau kamu tidak marah lagi padaku!" Kenan, mendaratkan bibirnya dibibir Ralin ia mel*matnya dengan lembut, Ralin yang awalnya meronta-ronta lama kelamaan ia membalas ciuman dari suaminya.


Setelah beberapa menit, Kenan melepaskan ciumannya dan ia tersenyum pada istrinya.


"Katanya marah, tapi dicium ikut main." Ledek Kenan, ia menjulurkan lidahnya dengan jail.


"Itu, karena terpaksa. Aku tidak bernafas tadi." Elak Ralin, ia ingin tersenyum tapi malu-malu.


"Bagaimana, aku tidak membalas ciumanmu kalau ciumanmu itu begitu lembut dan membuatku terbuai." Ralin tertawa dalam hatinya.


Seperti inilah Ralin, dia tidak akan bisa marah lama pada suaminya. Apalagi kalau suaminya sudah mengeluarkan jurus romantisnya.


"Bilang saja kamu kangen sama ciuman aku, apalagi semalam tidak ditemanin tidur jadi pingin ya ditidurin," Kenan terus menggoda istrinya dengan jail.


Ralin mendorong tubuh suaminya dari atasnya, kini Kenan sudah duduk disamping Ralin sambil memeluk Ralin. Ralin juga tidak menolak pelukan dari suaminya.


"Aku tidak suka tidur sendirian, aku marah semalaman kamu tidak pulang, bahkan kamu tidak memberikan kabar sama sekali padaku." Kata Ralin, ia memanyunkan bibirnya membuat Kenan merasa gemas dibuatnya.


"Aku minta maaf istriku, sungguh semalam aku ketiduran dirumah Kak Niah. Semalam aku dan Kevin berniat mengerjai Kak Vano sebelum dia menikah, kita disana pesta sambil menonton film dewasa dan tidak sadar kita semua ketiduran, waktu bangun ternyata sudah pagi." Kenan mengusap pipi Ralin, ia menceritakan semuanya dengan jujur.


"Tapi Kak Vano, dia bilang dia tidak ikut dengan kalian." Tanya Ralin, ia terus memanyunkan bibirnya.


"Sayang, Kak Vano hanya ingin bales dendam padaku, dia pasti berniat mengerjai aku. Kalau kamu tidak percaya kamu tanya sama Kak Niah saja." Jawab Kenan dengan nada lembut.


"Maafkan aku!" Kenan meminta maaf pada istrinya.


"Baiklah, aku maafkan tapi jangan ulangi lagi!" Jawab Ralin, ia memeluk suaminya dengan erat.


Akhirnya Kenan dan Ralin sudah baikan gara-gara jurus romantis yang Kenan berikan.


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2