Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
168. Undangan dari rian


__ADS_3

Setelah beberapa hari ana pun pulang dari rumah sakit sedangkan rama sudah kembali untuk bekerja dikantornya.


"Bagas, bagaimana kabar perusahaan dikota xxx" tanya rama, yang memang kemarin bagas ditugaskan keluar kota untuk mengecek perusahaan disana.


"Semuanya baik-baik saja tuan, ini laporan perusahaan disana tuan" jawab bagas, sambil memberikan laporan perusahaan tersebut.


Bagas pun langsung pergi meninggalkan ruangan kerja rama, tiba-tiba rian pun datang keruangan bagas tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Hey, kenapa kamu bekerja terus? dasar sok sibuk" ucap rian tiba-tiba, yang melihat rama begitu sibuk.


"Kapan kamu datang? kenapa kamu mengganggu sekali ian?" tanya rama pada rian, dengan raut wajah yang agak kesal.


Rian pun duduk dikursi hadapan rama dan tiba-tiba menaruh undangan pernikahan pernikahan dirinya dan silvia, dihadapan Rama. Rama yang melihat undangan tersebut pun membuka dan membacanya.


"Apa? kamu serius ingin menikah" tanya rama, dengan nada yang begitu terkejut.


"Iya aku akan menikah dan aku kesini untuk menagih kado pernikahanku, yaitu salah satu mobil kesayanganmu" jawab rian, dengan penuh kemenangan.


"Ahh sial, baiklah akan aku kirim mobilku untuk hadiah pernikahanmu nanti" jawab rama dengan nada senang, biarpun harus mengorbankan mobil kesayangan tapi semua itu adalah janji yang harus ditepati pada sahabatnya.

__ADS_1


"Aku tunggu, datanglah ke acara pernikahanku jangan sampai terlambat sedetikpun" ucap rian penuh dengan ancaman, rama pun hanya tertawa kecil pada rian.


"Aku tidak janji, untuk tidak terlambat karena aku takut tengah malam ana mengajakku bermain sampai pagi dan akhirnya aku kesiangan" jawab rama dengan penuh ledekan pada rian.


Rian pun ingin melakukan protes pada rama, namun rama langsung mengeluarkan kata-kata yang membuat rian mati kutu.


"Tidak usah protes, kelak jika kamu sudah menikah kamu akan tau dan rasanya tidak ingin berhenti" ucap rama penuh kejailan, membuat rian kesal dan langsung pergi meninggalkan rama dengan kekesalannya.


"Sudah, aku mau melanjutkan menyebar undangan. kamu lanjutkan saja hayalanmu itu bocah tengil" ucap rian, yang langsung pergi meninggalkan rama diruang kerjanya.


Setelah rian pergi dan sudah tidak terlihat, rama pun terkekeh sendirian.


"Padahal aku sendiri semenjak ana hamil, aku belum pernah menyentuhnya lagi apalagi ana yang selalu menolakku dengan alasan tidak mau dekat denganku, payah kamu Rama" keluh rama pada diri sendiri, karena memang sudah lama belum menyentuh istrinya lagi.


Sampailah dirumah, rama pun langsung menemui istrinya yang sedang berada didalam kamarnya.


"Sayang, aku merindukanmu" ucap rama tiba-tiba, sambil memeluk erat tubuh istrinya.


"Aku juga merindukanmu, sayangku" Jawab ana penuh dengan kasih sayang.

__ADS_1


Setelah puas memeluk istrinya, rama pun langsung bergegas pergi ke kamar mandi untuk segera mandi karena tubuhnya sudah sangat lengket sekali.


"Sayang, aku mandi dulu ya nanti aku temanin kamu" ucap rama, dan langsung pergi menuju kamar mandi.


"Tidak biasanya rama seperti, pulang kerja tiba-tiba bilang merindukanku padahal setiap hari kita sudah bertemu. terkadang kamu lucu sayang" Guman ana sambil tersenyum karena sikap suaminya barusan.


Rama pun sudah selesai mandi dan segera mengganti pakaian dengan pakaian rumahan, setelah selesai ganti baju rama pun membaringkan tubuhnya didekat tubuh istrinya.


"Kamu tidak makan dulu sayang" tanya ana


"Aku tidak lapar, aku hanya ingin memakanmu saja sayang" jawab rama, sambil membaringkan kepalanya dipangkuan ana.


Ana pun tersenyum mendengar ucapan suaminya, ana tau selama kehamilannya ana jarang sekali memberikan jatah pada rama bahkan hampir tidak pernah karena bayi dalam kandungannya selalu menolak kalau dekat-dekat dengan papanya. namun bersyukur karena akhir-akhir ini bayinya sudah mulai mau berdekatan dengan papanya.


"Sayang, nanti tunggu aku sehat dulu ya" ucap ana dengan penuh kelembutan pada suaminya, rama pun menggegam tangan ana dengan begitu lembut dan beberapa kali menciumi tangan ana.


"Sayang, dekatkan wajahmu kewajahku" pinta rama, ana pun mendekatkan wajahnya kepada wajah rama dan dengan tiba-tiba Rama mendaratkan b*birnya dib*bir ana.


Ana pun terkejut dengan kelakuan suaminya, namun rama merasa sangat senang sudah mengerjai istrinya dan mendapatkan hasil yang bagus.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like, komen, vote dan rate ya buat dukung author biar lebih semangat 🙏


__ADS_2