Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
394.Kejailan Kenan & Kevin S2


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Vina dan Vano langsung berpamitan pulang dengan Niah dan David.


Setelah Vina dan Vano pulang, Niah dan David langsung masuk ke dalam kamar mereka.


Sesampainya dikamar, Niah duduk ditepi ranjang David juga duduk disebelah Niah.


"Sayang," panggil Niah dengan nada lembut.


"Iya, kenapa?" Tanya David, ia menoleh ke Niah.


"Kenapa, kamu begitu cemburuan?" Tanya Niah dengan hati-hati.


"Karena aku sayang sama kamu dan aku tidak rela laki-laki lain sampai dekat-dekat denganmu." Jawab David, ia melepaskan sepatunya.


Niah merasa kesal, karena sifat cemburuan suaminya itu tidak berkurang sedikitpun. Biarpun pernikahan mereka sudah berjalan beberapa lama dan mereka juga sudah mau punya anak, tapi tetap saja rasa cemburuan David itu tidak berkurang sama sekali.


"Pergilah mandi! Aku siapkan baju tidur untukmu." Kata Niah dengan lembut, ia enggan menjawab apa yang dikatakan oleh suaminya atau masalah akan menjadi panjang lebar.


"Bantu, aku lepaskan dasiku!" Pinta David, dengan senyum jailnya.


Niah menggeser duduknya mendekat ke tempat suaminya duduk. Kini Niah sedang membantu suaminya melepaskan dasinya.


Setelah selesai melepaskan dasi suaminya, Niah beranjak dari tempat tidur dan menuju ke lemari pakaian untuk mengambilkan baju tidur untuk suaminya.


"Sayang, aku mandi dulu!" David berlalu pergi menuju ke kamar mandi.


"Iya, mandilah yang bersih!" Jawab Niah.


Setelah mengambil baju tidur untuk suaminya, Niah menaruhnya diatas ranjang tempat tidurnya.


Kini Niah sedang menunggu suaminya yang sedang mandi sambil menonton televisi.


Vano dan Vina.


Vona baru saja sampai dirumah, ia tadi mengantar Vina ke hotel tempat Vina menginap lebih dulu.


Vano melangkahkan kakinya menuju rumahnya, dan sesaat ia menghentikan langkah kakinya.


"Kenan dan Kevin, mereka sedang apa?" Tanya Vano pada dirinya sendiri, ia melihat Kevin dan Kenan sedang mengobrol di saung dekat rumah mereka.


Vano mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam rumahnya, lalu ia menuju ke saung itu.


Sesampainya di saung, Vano menepuk bahu Kenan.


"Kalian, sedang apa?" Tanya Vano.


"Wihh, Kak Vano baru keliatan." Cetus Kevin.


"Iya kak, sekarang semenjak punya kekasih kakak jarang sekali bermain dengan kita." Protes Kenan.


Vano senyam-senyum, ia memang merasa semenjak ada Vina ia jarang sekali bermain dengan Kenan dan Kevin.


"Aku sibuk menyiapkan pernikahanku." Jawab Vano, ia sudah duduk ditengah-tengah Kevin dan Kenan.


Kevin senyam-senyum, Kenan juga ikut senyam-senyum. Dan tentunya mata mereka menunjukkan ide-ide jail untuk menjaili Vano.


"Aku yakin, pasti mereka akan membuat ulah malam ini." Batin Vano dalam hatinya.


"Aku pulang dulu ya!" Pamit Vano, tapi tangannya sudah dipegang oleh Kenan dan Kevin.


"Kalian mau apa? Jangan apa-apakan aku, atau aku akan berteriak!" Kata Vano, ia seolah-olah seperti wanita yang akan di nodai oleh dua laki-laki.

__ADS_1


"Kak Vano jangan gila deh, kamu kan mau menikah. Jadi ayo malam ini kita bersenang-senang." Ajak Kenan dan Kevin, ia langsung menarik Vano masuk ke dalam mobilnya.


Malam ini Kenan dan Kevin membawa Vano dengan mobil Vano, ntah mereka aan membawa Vano kemana malam ini?


Dikamar Valin.


Valin gelisah, karena suaminya tidak kunjung pulang-pulang. Padahal ia sudah kangen pingin dipeluk sama Kevin.


"Kevin, itu kemana? Dia bilang mau ke saung depan tapi sudah jam 9 malam dia tidak kunjung pulang." Tanya Valin pada dirinya sendiri.


Kevin tadi berpamitan dengan Valin, untuk pergi ke saung dan pamitnya sebentar tapi ini malah lama sekali.


Valin gulang-guling tidak jelas sambil menunggu suaminya pulang.


Dikamar Ralin.


Raline sedang memakai masker, ia juga sama seperti Valin sedang menunggu suaminya yang tidak pulang-pulang.


"Dasar suamiku, kamu itu kemana sih?" Ralin marah-marah pada dirinya sendiri.


"Tadi bilangnya mau ke saung dekat rumah, tapi malah tidak tahu dia tidak pulang-pulang." Ralin terus mengoceh sendirian.


Karena menunggu suaminya lama, akhirnya Ralin memilih untuk tidur saja.


.


.


Kembali ke Vano, Kevin dan Kenan.


Kevin menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Niah, tentu saja pasti dia maksud tertentu.


"Tunggu kak, aku telpon Kak David dulu." Kevin merogoh saku celananya, lalu ia mengeluarkan ponsel miliknya.


Kevin menelpon David.


David yang baru saja mau merebahkan tubuhnya, dan tiba-tiba mendengar ponsel miliknya berbunyi.


"Siapa yang menelpon malam-malam?" Tanya Niah pada David.


"Kevin yang menelpon, aku angkat sebentar!" David menggeser tombol ijo yang ada di ponselnya.


"Hallo Vin..." sapa David.


"Kak, keluar aku di depan rumah kakak. Ayo malam ini kita rayakan masa lajang Kak Vano yang akan segera berakhir!" Ajak Kevin.


"Istriku sendirian dirumah, dia sedang hamil jadi aku tidak bisa ninggalin dia malam-malam sendirian." Jawab David.


"Lalu, baiklah apa kita boleh merayakan semuanya dirumah kakak?" Tanya Kevin.


"Tentu saja boleh," Jawab David.


Kevin langsung mematikan saluran teleponnya, dan mengajak Vano dan Kena ke rumah David.


"Kok, kerumah Kak David?" Tanya Kenan.


"Kita pesta disini saja biar rame, lagian kan Kak Niah sedang hamil pasti Kak David tidak mau ikut dengan kita." Jelas Kevin.


"Kalian mau pesta apaan sih?" Tanya Vano dengan malas-malasan.


"Sebelum, kamu menikah mari kita senang-senang kak!" Kevin tertawa jail.

__ADS_1


Vano pasrah, dan mereka langsung turun dari mobil, lalu berjalan menuju kerumah David.


"Tok...tok...!" Suara ketukan pintu.


Mendengar suara ketukan pintu, David langsung keluar dari kamarnya menuju ke depan, untuk membukakan pintu rumahnya.


"Ceklek....." David membuka pintu rumahnya.


"Hallo kak," sapa Kenan dan Kevin dengan penuh semangat.


"Masuklah!" David mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam rumahnya.


Kini mereka sudah duduk diruang tengah, dan David menatap mereka dengan bingung.


"Kak, mana makanan, cemilan dan minuman kaleng buat kita?" Tanya Kevin pada kakak iparnya itu.


"Vin, kamu ambil saja semuanya ada di kulkas!" Jawab David, ia malas beranjak dari tempat duduknya.


Akhirnya Kevin dan Kenan, mereka langsung pergi menuju ke dapur, mereka mengambil Banyak cemilan dan berbagi minuman kaleng.


"Van, siap-siap kamu jadi olok-olok mereka!" David tersenyum simpul.


"Ntahlah Vid, apa yang dipikirkan oleh mereka. Bahkan mereka meninggalkan istri-istri mereka," Jawab Vano, ia hanya duduk santai.


Kenan dan Kevin, mereka memang menyebalkan bahkan mereka pergi tanpa berpamitan pada istri-istri mereka lebih dulu. Mereka tidak tahu kalau istri-istri mereka gelisah menunggu mereka pulang.


Kevin dan Kenan, mereka membawa banyak cemilan dan minuman di tangan-tangan mereka.


"Saatnya pesta!!" Kata Kenan dan Kevin dengan kompak.


"Kalian, mau pesta, apa berantakin rumah orang? Dasar para cecungkuk." Omel David, ia menggelengkan kepalanya.


"Dua-duanya kak, biar adil." Jawab Kevin, kini Kevin dan Kenan menaruh semua makanan dan minuman di atas meja.


"Kalau mau pesta, lebih baik ke club malam disana banyak wanita-wanita cantik." David mulai jail, ia merancuni para cecungkuk itu.


"Aku sih mau kak." Jawab Kevin dengan semangat.


"Aku tidak mau kak, takut Alin ngamuk, nanti aku tidak dapat jatah lagi." Kenan tersenyum simpul.


Kini mereka hanya menikmati makanan dan minuman yang ada.


Niah gulang-guling dikamar sendirian, ia ingin keluar dari kamar tapi malas. Akhirnya ia memilih tidur dan membiarkan suaminya di ruang tengah bersama para sahabatnya.


Malam ini mereka merayakan pesta dirumah David, mereka juga sudah menyiapkan cemilan dan minuman kaleng yang mereka ambil dari kulkas David.


"Kalau hanya, makan dan minum tidak asik. Kak nonton flim dewasalah!" Ajak Kenan dan Kevin, ia pikiran mereka mulai mesum.


Otak-otak mesum mereka, itu semua menurun dari papa-papa mereka.


"Setel saja!" Jawab David, malam ini ia menjadi tuan rumah yang begitu patuh.


Malam ini mereka merayakan pesta sambil menonton flim dewasa, mereka juga sampai lupa waktu bahkan sampai ketiduran dirumah David.


Ntah apa besok pagi yang akan terjadi, jika mereka pulang?


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


Maaf ya baru up, lagi sakit kepala soalnya dari tadi 🙏

__ADS_1


__ADS_2