Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
181. Mabuk


__ADS_3

Rama tetap melanjutkan minumnya biarpun rian sudah melarangnya bahkan sampai marah pada rama, namun karena pengaruh minuman rama membrontrak dan melanjutkan minumnya.


"Rian, kamu juga minumlah sedikit!!" ucap Rama, namun rian menolaknya.


"Tidak ram, ayo rama kita pulang sekarang sudah jam 7 malam kasian istrimu" bujuk rian


Namun rama malah tertawa dan minum lagi.


"Biarkan saja dia ian, aku tidak peduli padanya" ucap rama yang makin ngelantur.


Dirumah Rama.


Ana sedang duduk ditepi ranjang, memikirkan Rama kemana perginya rama, seperti biasanya Rama mematikan ponselnya dan ana tidak bisa menghubunginya sama sekali.


"Rama, kenapa kamu itu selalu salah paham, lagian kenapa kamu bodoh sudah jelas-jelas Angga sudah melepaskanku dan merelakan aku untukmu. dasar bodoh" ucap ana yang merasa kesal sama suaminya.


Sekarang kamu kemana? pergi dari siang sampai jam segini belum pulang. Guman ana.


Di bar.


Rian terus membujuk rama untuk pulang namun rama malah makin ngelantur dan dengan terpaksa, rian menghajar rama dan membuat rama terjatuh dan tersungkur dilantai.


"Dengarkan aku baik-baik, jika kamu punya masalah dengan istrimu selesaikan secara baik-baik tapi bukan ditempat ini!! kamu bisa menyelesaikan diranjang sebelum tidur, kamu bisa bicarakan semuanya baik-baik padanya, tidak seperti ini menjadi pengecut dan berlari ke minuman ini bukan kamu rama, Rama yang aku kenal tidak pernah seperti ini" ucap rian dengan penuh ketegasan.


Rama pun hanya terdiam, rian langsung membangunkan rama dan membawanya ke mobil. rian pun langsung melajukan mobilnya menuju rumah rama sedangkan mobil rama, rian sudah menghubungi supir Rama untuk mengambilnya.


*Dirumah Rama*.


Ana mondar-mandir tidak tenang memikirkan suaminya yang belum sampai sekarang, padahal sudah hampir jam 9 malam.


Ana mendengar ana suara mobil ana pun melihat dari jendela kamarnya ternyata mobilnya rian, ana pun segera turun menuju ruang bawah.


"Tok..tok.. ana" panggil rian


Rehan yang sedang duduk diruang keluarga akhirnya keluar membukakan pintu.


"Kak rian, kak Rama" ucap rehan terkejut.


"Rehan bantu aku, membawa rama ke kamarnya!!" ucap rian.


Ana yang baru turun dari kamarnya kaget melihat keadaan suaminya.


"Rama, kenapa kak Rian?" tanya ana.


"Dia mabuk ana, dia tadi terlalu banyak minum" jawab rian.


Rama, apa hanya karena foto kamu sampai seperti ini. Sesal ana.

__ADS_1


Rian dan rehan membawa rama ke kamarnya, ana mengikuti dibelakang mereka. sampai dikamar rian dan rehan membaringkan rama ditempat tidurnya.


"Ana, rehan, aku pulang dulu ya" ucap rian.


"Iya kak, terimakasih ya kak rian" ucap ana dan rehan bersamaan.


Rian pun meninggalkan kamar Rama dan segera pulang karena istrinya sendirian dirumah.


"Kakak ipar, rehan ke kamar dulu ya" pamit rehan.


"Iya han, terimakasih ya" jawab ana.


Ana pun melepaskan sepatu rama dan baju rama, karena sangat bau alkohol dan membuat ana tidak tahan setelah selesai ana menyelimuti tubuh suaminya dengan selimut tebal.


"Sayang, kenapa kamu seperti ini" ucap ana, sambil membelai pipi lembut rama.


"Dasar laki-laki brengsek, aku akan menghajarmu dan kau ana aku tidak akan mengampunimu" ucap rama yang masih terpengaruh alkohol.


Rama kembali diam dan memejamkan matanya dan mulai tertidur sedangkan ana terus memandangi wajah tampan suaminya.


"Awas saja kau besok pagi, aku akan mengomelimu Rama" ucap ana, yang kesal melihat suaminya mabuk.


Ana pun membaringkan tubuhnya disebelah suaminya dan mulai memejamkan matanya.


Keesokan harinya.


"Aduh.. kepalaku sakit sekali" rintih rama sambil memegang kepalanya.


"Rama, kamu tidak apa-apa?" tanya ana dan langsung menghampiri rama ditempat tidur.


Namun rama mengabaikan ucapan istrinya.


"Kamu terlalu banyak minum, lagian bisa-bisanya kamu minum sampai mabuk. apa sebenarnya yang kamu pikirkan? apa hanya karena masalah foto? kamu bisa mengambil ponselku bahkan kamu juga boleh membuang ponsel ini!! kita bisa bicarakan baik-baik semuanya rama" ucap ana dengan penuh kekesalannya.


"Diamlah, apa aku menyuruhmu bicara" bentak rama dan langsung pergi meninggalkan ana ke kamar mandi.


Ana yang sabar, rama sedang emosi kamu tidak boleh terbawa emosi juga. Guman ana dalam hati.


Rama sudah selesai mandi dan sudah berganti pakaian biasa karena hari ini rama tidak berangkat ke kantor.


Kenapa ana hanya terdiam, apa aku tadi sudah keterlaluan bahkan aku sampai membentaknya. Sesal rama


"Aku ambilkan sarapan untukmu" ucap ana.


"Tidak usah, aku tidak lapar" jawab rama.


Rama duduk disofa yang ada di dalam kamarnya. ana pun duduk disamping rama.

__ADS_1


"Sayang, aku minta maaf jika aku salah. aku sungguh tidak menyimpan foto-foto itu aku hanya lupa menghapusnya" ucap ana dengan nada lembut.


Namun rama semakin mengabaikannya.


Aku harus bagaimana sekarang?


"Sayang, bicaralah padaku!!" pinta ana.


"Aku tidak mau" jawab rama cuek.


"Ya sudah kalau tidak mau, aku lapar aku mau sarapan kita lanjutkan nanti saja kalau aku udah makan" kesal ana, ana pun bangkit dari duduknya. namun rama menarik tangannya.


"Lepaskan, jangan sentuh aku" kesal ana.


"Hey, istri macam apa kamu? disini suamimu yang sedang marah bagaimana bisa kamu pergi makan begitu saja?" protes rama.


Ana menahan tawanya melihat sikap suaminya yang seolah-olah tidak mau diabaikan oleh dirinya.


"Lalu, kamu sendiri suami macam apa mengabaika penjelasan dari istrimu begitu saja dan malah pergi minum sampai mabuk" jawab ana tidak mau kalah.


"Aku hanya kesal padamu" jawab rama.


"Bilang saja kau cemburu" ledek ana.


Ana pun tersenyum pada suaminya dan gini ana sudah duduk dipangkuan suaminya.


"Sayang, maafkan aku" ucap ana, sambil mencium pipi rama dengan pelan.


"Sayang, rian bilang kalo punya masalah dengan istri lebih baik diselesaikan diatas ranjang" ucap rama penuh kegenitan.


Ana pun tersenyum malu.


"Bisa saja kamu sayang, ayo sarapan dulu!! ajak ana, yang memang sudah lapar.


"Terus urusan ranjangnya bagaimana?" tanya rama kesal.


"Kita seleseikan nanti malam saja sayang" jawab ana, ana pun turun dari pangkuan suaminya.


"Aku tunggu" jawab rama.


Ana menarik tangan rama untuk menuju meja makan karena sudah sangat lapar sekali.


Ana senang karena suaminya sudah redah amarah dan kembali menjadi rama yang seperti biasanya.


Bersambung ...


Jangan lupa like, komen, vote dan rate ya biar authornya makin semangat 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2