Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
395.Menuggu suami pulang S2


__ADS_3

Malam ini mereka merayakan pesta sambil menonton flim dewasa, mereka juga sampai lupa waktu bahkan sampai ketiduran dirumah David.


Ntah apa besok pagi yang akan terjadi, jika mereka pulang?


Jam menunjukkan pukul 3 pagi, Valin bangun dari tidurnya karena mendengar suara ketukan pintu kamarnya, ia mengira suaminya yang pulang tapi ternyata bukan.


"Tok..tok.." suara ketukan pintu.


"Ceklek." Valin membukakan pintu, ia terkejut karena mama mertuanya yang mengetuk pintu kamarnya.


"Mama, ada apa?" Tanya Valin dengan sopan.


"Nak, mama sama papa mau pergi, dengan Tante Alena, Om Bagas, dan Tante Vina sama Om Rian. Kita mau pergi berlibur untuk beberapa hari," Kata Ana pada menantunya.


"Iya ma, jam segini berangkatnya ma?" Tanya Valin dengan nada lembut.


"Iya nak, mama sama papa berangkat dulu ya! Kamu tidurlah lagi sana! Ingat cepat-cepat hamil, ajakin Kevin menyiram sawahnya setiap malam biar subur," Kata Ana, ia tertawa jail pada menantunya itu.


"Iya ma, mama hati-hati ya!"


Valin menyalami tangan mama mertuanya, lalu ia memeluk mama mertuanya dengan penuh kasih sayang.


"Nak, papa juga berangkat ya!" Pamit Rama, ia tersenyum pada anak menantunya, Valin juga menciumn tangan papa mertuanya.


"Oh iya, Kevin mana nak?" Tanya Ana.


Valin terdiam.


"Haruskah, aku memberitahu mama kalau Kevin belum pulang? Tapi janganlah nanti yang ada malah mama kawatir." Batin Valin dalam hatinya.


"Valin, Kevin mana?" Rama mengulangi pertanyaannya istrinya.


"Dia sedang dikamar mandi ma, pa. Katanya perutnya sakit." Jawab Valin, yang terpaksa berbohong pada kedua mertuanya.


Setelah berpamitan, Ana dan Rama langsung pergi. Mereka sengaja berangkat liburan pagi-pagi sekali, karena mereka dan para sahabat-sahabat mereka ingin pergi ke daerah pengunungan dan tentunya juga ingin menghirup udara segar pegunungan jadi harus berangkat pagi-pagi sekali..


Valin kembali masuk ke dalam kamarnya, ia melihat jam dindingnya sudah menunjukkan pukul 3 pagi lewat.


"Kevin, kemana? Kenapa jam segini dia belum pulang juga?" Valin merasa kawatir, ia terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Ia mengambil ponselnya, tapi tidak ada telpon ataupun panggilan masuk dari sang suami.


Valin menggeser layar ponselnya, lalu ia menghubungi no ponsel suaminya dan ternyata ponselnya tidak aktif.


"Sungguh, dia itu kemana? No ponsel sampai tidak aktif segela. Awas saja jika kamu bermain wanita diluaran sana, jangan harap kamu bisa melihatku lagi." Valin marah-marah dalam hatinya.


Valin kembali menggeser layar ponselnya, lalu ia menelpon Ralinsyah.


Mendengar ponselnya berbunyi, Ralin mengangkatnya dengan cepat.


"Hallo, Kak Valin ada apa?" Tanya Ralin.

__ADS_1


"Suamiku, ada dirumahmu tidak Alin?" Tanya Valin.


"Tidak kak, Kenan juga belum pulang kak Katanya pergi sebentar tapi belom pulang juga." Jawab Ralin.


"Aku yakin kak, pasti mereka pergi bersama. Tapi ntah mereka itu pergi kemana?" Kata Ralin ia marah-marah tidak jelas.


"Pasti, awas saja jika mereka pulang nanti!" Sambung Valin.


"Ya sudah Ralin, aku tutup telponnya dulu ya!" Pamit Valin, ia mematikan saluran teleponnya dengan kesal.


"Kemana, suamiku?" Batin Valin dalam hatinya.


Ia kembali tidur, biarpun perasaannya gelisah ia memejamkan matanya.


Ralin komat-kamit sendirian, ia merasa kesal sudah mama dan papa baru saja berangkat liburan dengan para sahabatnya.


Ditambah suaminya belum pulang, rasanya ia pingin menjewer telinga Kenan saat Kenan pulang nanti.


"Awas, saja jika kamu pulang nanti! Jangan harap aku akan mengampunimu," Kata Ralin, ia menahan amarahnya dalam hatinya.


.


.


.


Dirumah David.


"Apa, semalaman dia tidak tidur kamar? Lalu dia kemana?" Tanya Niah, ia merasa bingung karena suaminya ternyata tidak ada samping ia tidur.


Niah mencepol rambutnya agak sedikit berantakan, lalu ia beranjak dari tempat tidurnya untuk mencari sosok suami.


"Sayang......!" Niah membuka pintu kamar mandi, tapi suaminya tidak ada di dalam kamar mandi.


Niah agak kesal, dan terus mencari-cari sosok suaminya, ia keluar dari kamar dan menuju ke ruang keluarga.


Diruang keluarga.


Mata Niah membulat dengan sempurna, betapa terkejutnya Niah melihat David, Kevin, Vano dan Kenan tidur berserahkan tidak jelas.


"Apa-apaan mereka ini?" Tanya Niah bingung, ia melihat kearah televisi yang masih menyala mata Niah melolot, ia menggelengkan kepalanya.


"Apa, mereka menonton film dewasa semalaman?" Batin Niah, ia melihat televisi sedang beradegan mesum.


Niah mendekati suaminya, lalu ia mengoyangkan tubuh kekar suaminya.


"Sayang bangun!" Kata Niah dengan nada lembut.


David bergulat, lalu perlahan-lahan membuka matanya. Samar-samar ia melihat wajah cantik istrinya.


"Niah?!" Panggil David, ia tersenyum pada sang istri.

__ADS_1


"Ada apa ini? Kenapa Vano, Kevin dan Kenan, mereka semua ada disini?" Tanya Niah ia merasa bingung.


Bukannya menjawab, David malah membangunkan ketiga sahabatnya itu.


"Kevin, Vano, Kenan, bangunlah!" Kata David, dengan suara agak keras.


Mereka bertiga bergulat, lalu sama-sama membuka matanya perlahan-lahan, mereka merubah posisinya menjadi duduk.


Kevin dan Kenan saling melihat satu sama lain, Niah dan David menatap mereka dengan tatapan bingung sedangkan Vano ia yang paling santai diantara yang lainnya.


"Ken, Vin, kalian pulanglah! Aku yakin istri-istri kalian pasti sudah tidak sabar menunggu kalian pulang," Cetus Vano, dengan begitu santainya.


"Jam berapa sekarang?" Tanya Kenan dengan raut wajah panik.


"Pasti Ralin, sudah memasang tanduknya. Bisa-bisanya aku ketiduran dan Kak David juga bukannya bangunin, dia malah ikutan tidur." Batin Kenan dalam hatinya.


"Sudah hampir jam setengah 7." Jawab Niah.


"Kak Niah, aku tidak mau pulanglah. Aku takut dicakar-cakar sama Valin." Kevin rasanya malas untuk pulang kerumahnya.


"Kalau, kamu tidak pulang yang ada akan menjadi masalah. Sekarang kamu pulanglah bilang kalau kamu ketiduran dirumah Kak Niah!" Jawab Niah, agar adiknya segera pulang kerumahnya.


"Iya Vin, kalau kita tidak pulang nanti istri-istri kita ngamuk." Sambung Kenan, ia hanya bisa pasrah tidak apa-apa jika Ralin marah pada dirinya, yang penting dia tidak macam-macam dengan wanita lain.


Dalam hati Vano, sekarang kalian gusarkan kalau aku mah tenang karena belum punya istri. Nah tuh akibat kalian mengerjain aku kalian akan berurusan dengan istri-istri kalian. siap-siap baku hantam, Vano cekikikan dalam hatinya.


"Kak Vano, ayo sekarang pulang! Kamu yang menyetir mobilnya." Ajak Kenan dengan buru-buru.


Akhirnya mereka bertiga langsung buru-buru pulang, Niah dan David hanya diam ia melihat rumah mereka begitu berantakan dan kaleng bekas minuman berserakan dimana-mana.


"Dasar, suami-suami tidak ada ahklak." Batin Niah dalam hatinya.


"Apa, yang semalam kalian lakukan?" Tanya Niah penasaran.


"Hanya pesta kecil-kecilan, sama itu nonton film dewasa. Sudahlah sayang mereka sudah pulang, ayo kita nonton berdua." Jawab David, ia membawa istrinya ke dalam pelukannya dan akhirnya bukannya mandi, mereka malah menonton film dewasa berdua.


"Aku tidak pernah menonton film seperti itu." Kata Niah pelan.


"Makanya, biar pernah!" Jawab David.


Niah hanya diam dipelukan suaminya, sambil menonton flim dewasa.


Vano menyetir mobilnya menuju kerumahnya, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena biar cepat sampai rumah.


Sesampainya dirumah, Kevin dan Kenan langsung buru-buru masuk ke dalam rumahnya.


Ntah apa yang akan terjadi, pada mereka?


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


Authornya sedang sakit, tapi insyaallah diusahain up 🙏


__ADS_2