Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
175. Dipantai (Melamar)


__ADS_3

Sore hari jam 3 rama dan yang lainnya pun menuju ke pantai dekat villa.


"Indah sekali" ucap ana


"Apa kamu suka" tanya rama


"Aku suka sekali, aku mau main ombak sayang" ucap ana sambil berlari kebibir pantai.


"Sayang hati-hati" ucap rama.


Yang lainnya pun sedang bermain volly didekat pantai, kali ini ayu dan rehan melawan Bagas dan kekasihnya. sedangkan rian dan via duduk ditepi pantai menikmati pemandangan pantai sore ini yang begitu indah.


"Sayang, tidak usah pergi bulan madu jauh-jauh menghabiskan waktu bersama seperti ini saja sudah membuatku bahagia" ucap via.


"Sayang, kalo inikan liburan bersama beda dengan bulan madu yang hanya berdua saja" jawab rian tidak mau kalah.


"Itu menurutmu saja sayang, bulan madu kita cukup dikamar saja nanti!!" bisik via ditelinga rian dengan genit.


"Lihat saja nanti malam sayang" jawab rian.


Rehan dan Bagas pun saling aduh mulut.


"Aduh kak bagas jangan curang dong" ucap rehan yang melihat bagas bermain curang.


Bagas pun tersenyum penuh kelicikan pada rehan.


"Aku bosan main volly, ayu ayo kita bermain ombak saja dengan ana disana" ajak alena, sambil menarik tangan ayu dan membiarkan kedua laki-laki itu aduh mulut.


Alena dan ayu pun berlarian ditepi pantai dan mengambil foto bersama, biarpun ayu dan alena baru kenal namun alena sangat baik dan muda bergaul membuat ayu juga tidak canggung.


"Ana, istirahat dulu nanti kecapean" suruh rama, karena takut istrinya kelelahan apalagi saat ini ana sedang hamil.


Ana pun duduk dibibir pantai, rama juga duduk disamping ana.


"Sayang, kita sudah lama tidak ketempat bibi rani. aku juga ingin bertemu siska" ucap ana.

__ADS_1


"Kamu benar, ya udah kapan-kapan kita berkunjung ke tempat bibi lagi. terakhir kita tempat bibi itu awal kamu hamil" jawab rama.


Ana merasa senang mendengar jawaban dari suaminya, ana pun menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


"Kita jarang sekali pergi berlibur" ucap ana


"Itu karena kamu yang selalu menolak aku ajak berlibur, aku ajak kamu keluar negeri saja kamu tidak mau" jawab rama, yang memang kadang sangat susah mengajak ana berlibur.


bulan madu yang sudah direncanakan saja dilupakan begitu saja oleh ana.


"Rama, ana dan yang lain semuanya kemarilah" teriak rian.


Rama dan yang lainnya pun menghampiri Rian dan via.


"Ada apa" tanya mereka semua bersamaan


"Jangan terlalu kompak aku jadi takut pada kalian semua" Ledek Rian, yang mendengar jawaban yang begitu kompak dari semuanya.


"Kita makan dulu, via sudah memesan makanan" ucap rian.


"Rehan segeralah menikah dengan ayu dan kamu bagas segeralah menikah dengan Alena" ucap via pada rehan dan bagas.


"Aku akan segera menikahi ayu kak" jawab rehan dengan penuh semangat.


"Lalu kamu bagas?" tanya rama


Bagas pun terdiam dan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, bagas memang sudah merencanakan ini semua dan mungkin ini saat yang tepat. Bagas mengeluarkan kotak kecil yang berisi cincin berlian menbuat semuanya terkejut.


"Tuan rama, ingat janji tuan padaku ya aku tunggu dihari pernikahanku" ucap bagas, rama pun menjitak kepala bagas dengan pelan.


"Dasar sekertaris sialan, kamu tidak melibatkanku dengan rencanamu" protes rama pada bagas, Bagas sengaja merencanakan semuanya sendiri dan cincin itu juga sudah disiapkan sejak lama.


"Tuan diam dulu, aku mau serius kali ini" ucap bagas, rama menuruti ucapan bagas untuk diam.


"Alena, aku tau mungkin kamu kaget karena tiba-tiba aku melamarmu dan aku berharap Kamu tidak menolakku didepan semua manusia-manusia ini atau mereka akan menjadikanku bahan tertawaan untuk mereka" ucap bagas dengan penuh keberanian, walaupun dihatinya sangat takut ditolak oleh Alena.

__ADS_1


"Bagas aku minta maaf aku tidak bisa menolakmu karena aku sudah terlanjur mencintaimu" jawab alena dengan nada malu-malu didepan semuanya.


"Romantis sekali" ucap ayu tiba-tiba, rehan yang melihat exfresi kekasihnya pun mencubit pipinya dengan pelan.


"Jadi artinya kamu menerimaku Alena?" tanya rehan dengan antusias pada Alena.


"Iya aku menerimamu bagas" Jawab Alena.


Bagas pun langsung membuka kotak cincin berlian tersebut dan langsung menyematkan cincin berlian itu dijari manis Alena.


Semua yang melihat pun bertepuk tangan dengan penuh kebahagiaan.


Tiba-tiba Bagas pun mencium bibir alena, alena pun membalas ciuman tersebut dengan penuh cinta.


"Tidak ku sangka bagas" kagum rian


"Diam-diam menghanyutkan" ucap Rama


"Aku mau" ucap ana


Rehan pun menutup kedua mata ayu agar tidak melihat ciuman tersebut.


"Kamu tidak boleh melihatnya" ucap rehan sambil menutup kedua mata ayu.


"Lalu kau sendiri" protes ayu.


"Pokoknya menurut lah padaku" jawab rehan, sambil membuka mata ayu karena ciumannya Bagas dan alena sudah selesai.


Bagas melepas ciumannya dengan pelan dan sekarang bagas memeluk alena dengan erat.


Hari pun semakin gelap matahari juga sudah mulai terbenam, akhirnya Rama dan yang lainnya pun kembali ke villa.


Karena malam ini mereka akan BBQ di villa yang mereka tempati.


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan rate ya🙏 biar authornya lebih semangat lagi 😘😘


__ADS_2