
Rama dan ana sudah berada ditempat acara sedangkan rian dan silvia belum datang
"Selamat malam tuan rama" ucap riana, yang tak lain adalah rekan bisnis rama.
"Selamat malam ria, kamu sama siapa datangnya?" tanya rama yang melihat ria sendirian.
"Aku datang sendiri, maklum belum punya pasangan. oh iya siapa gadis yang bersamamu ini" tanya ria, penasaran karena memang tidak tahu kalau rama sudah menikah.
"Oh iya, kenalkan ini anatasya ardiyansyah dia adalah istriku" ucap rama, yang selalu menyertakan nama belakangnya dinama istrinya.
"Nona ana, kenalkan saya riana rekan bisnis tuan rama" ucap riana, dengan nada senang.
"Iya nona, senang berkenalan dengan anda nona ria" ucap ana dengan begitu santun.
"Hey rama, kamu sudah datang" ucap toni tiba-tiba, membuat rama terkejut.
"Hey ton, aku sudah datang dari tadi" jawab rama apa adanya dengan nada biasa aja.
"Tuan rama, nona ana saya pamit ya mau menemui rekan-rekan yang lain" ucap riana dengan begitu sopan.
Ana dan rama pun mengangguk kepalanya pada riana, riana pun tersenyum pada ana dan rama.
"Rama, siapa gadis yang kau bawah ini dia begitu cantik nanti selesei acara bolehlah ram kamu berikan gadis ini padaku" ucap toni yang memang sangat mata keranjang, dan ditambah toni tidak tahu kalau rama sudah menikah karena rama sengaja tidak mengundangnya.
Rama pun merasa sangat kesal dan sudah mengepalkan kedua tangannya, rasanya ingin sekali menghajar toni dengan kedua tangannya. namun ana menggegam tangan rama agar rama tidak meluapkan emosinya di depan semua rekan bisnisnya.
"Kenapa, kamu diam saja ram ini hanya satu gadis dan kamu bisa membayar gadis yang lain lagi nanti" ucap toni, sambil menepuk bahu rama, namun kemarahan rama sudah tidak bisa ditahan lagi.
Rama pun melepaskan tangannya dari genggegaman tangan
istrinya, membuat istrinya terpental namun untung saja ditangkap oleh rian yang baru saja datang. rian pun membenarkan posisi ana.
__ADS_1
"Kamu tidak apa-apa ana?" tanya rian.
"Kak rian, ana tidak apa-apa tapi kali ini rama benar-benar sangat marah kak, ana takut sekali" ucap ana dengan nada ketakutan.
"Biar aku yang mengurusnya, via kamu jaga ana ya sayang" ucap rian sambil, memberikan ana pada via, via pun mengandeng ana dan menenangkan ana seperti anak kecil.
"Ana, jangan takut ya, rian akan mengurus semuanya dengan baik" ucap via, yang sekarang sudah memeluk ana dengan lembut
Rama dan toni.
Sekarang, rama mencengkram kra kemeja toni dengan begitu kuat.
"Kamu bilang apa tadi, kamu menginginkan gadis yang aku bawah apa kamu tidak tahu siapa gadis itu, berani-beraninya kamu menghina gadis itu didepanku" ucap rama pada toni, dengan nada penuh amarah.
"Rama, kenapa hanya demi gadis murahan seperti dia kamu bisa semarah ini" ucap toni, masih dengan nada santai.
"Kamu tahu, siapa gadis yang sudah kamu hina? kamu tahu, dia adalah istriku dan calon ibu dari anakku" ucap rama, sambil men*njok bagian sudut bibir toni.
Rama pun kembali menghampiri toni, dan menarik toni dengan begitu kasar.
"Ini untuk kamu yang mata keranjang" ucap rama sambil mem*kul toni untuk kedua kalinya.
"Dan ini untuk kamu yang sudah menghina istriku" ucap rama, yang terus melanjutkan pukulannya.
Ketika rama akan memukul toni untuk kesian kalinya, tiba-tiba rian pun datang dan menahan tangan rama dengan begitu kuat.
"Rama, sudah jangan kotori tanganmu lagi untuk memukul orang yang tidak tahu diri seperti Toni, kasian istri kamu ketakutan sekarang" ucap rian, sambil menarik tangan rama dan meninggalkan toni yang masih tersungkur di lantai.
Rama pun langsung mengikuti langkah rian sedangkan toni sudah dibawah oleh satpam untuk keluar dari ruangan acara tersebut.
Dan semua tamu pun sudah kembali sibuk.
__ADS_1
Rama melihat ana menangis, rama pun langsung menghusap air mata istrinya dan merasa bersalah karena tidak bisa menahan emosinya, apalagi laki-laki tadi sudah menghina Istrinya bahkan menyebut ana sebagai wanita murahan.
"Maafkan aku sayang, aku tadi sangat marah karena aku tidak terima kamu dihina oleh Toni" ucap rama yang merasa bersalah.
Ana pun langsung memeluk rama, setelah beberapa saat akhirnya ana dan rama sudah tenang dan kembali seperti permata kali datang lagi.
Sekarang ana, rama, rian dan via duduk dalam satu kursi yang sama.
"Kak rian, kalau tidak salah tadi kakak memanggil dokter via dengan sebutan sayang" tanya ana pada rian.
Rian pun hanya tertawa kecil pada ana namun penuh tanda tanya.
"Apa kamu tidak salah dengar sayang?" Timpal rama pada ana.
Via pun tersenyum malu-malu.
"Pasti ada bau-bau rahasia, katakan pada kami rian, via" ucap rama tegas, karena melihat rian juga dari tadi begitu senang dan tidak seperti biasanya.
Via pun menjawab pertanyaan rama.
"Kita sudah kembali bersama" ucap via singkat, dan penuh dengan rasa bahagia.
"Sungguh?" tanya ana dan rama bersamaan.
"Kecilkan suara kalian" ucap rian pada ana dan rama.
"Iya kita sudah kembali bersama dan aku akan segera menikah dengan silvia" ucap rian, sambil membelai rambut silvia dengan begitu lembut.
Bersambung.....
Terimakasih semuanya, karena para pembaca setia authornya jadi semangat buat up. biarpun lagi capek tapi buat kalian semua author pasti akan up setiap hari 🙏🙏😁😁
__ADS_1