
Setelah ayu pulang diantar oleh Rehan, Rama, ana, mami, papi langsung pulang kerumah Rama karena memang sudah sangat lelah sekali hari ini.
Dikamar mami, mami selesei mandi papi pun langsung tertidur tanpa mandi dulu, mami pun langsung tidur disamping papi.
Dikamar Rama.
Rama selesei mandi namun ana masih sibuk membuka gaun pengantinnya dan membersihkan riasanya didepan meja rias yang sudah disiapkan oleh Rama sebelum Ana menjadi istrinya. Rama yang sudah selesai mandi langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur tapi Ana memanggilnya untuk menolong Ana membukakan restselting gaun pengantinnya.
"Tuan, bisa saya minta tolong" pinta Ana.
"Berhentilah menyebutku dengan sebutan tuan sayang, apa yang kamu butuhkan istriku?" Ucap Rama Sambil menghampiri ana.
"Maaf sayang aku lupa, bantu aku membuka ini" Ucap ana Sambil menunjukkan restselting gaunnya.
"Baiklah" Ucap Rama sambil membuka restseling tersebut.
Setelah selesai dengan urusan gaun pengantinnya ana menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan Rama kembali berbaring ke tempat tidurnya sambil menunggu ana, setengah jam kemudian Ana Keluar dari kamar mandi.
"Kenapa kamu lama sekali sayang" ucap Rama Sambil menatap ana.
"Wanita memang seperti itu sayang, selalu lama dikamar mandi" jawab Ana yang memang masih belum siap dengan malam ini.
"Kemarilah berbaring di sampingku!! pasti kamu hari ini sangat lelah" Ucap Rama Sambil menunjukkan tempat disebelahnya yang masih kosong.
__ADS_1
"Tapi sayang, aku belum siap" jawab Rama dengan nada malu.
"Tidak apa-apa sayang, aku hanya menyuruhmu berbaring di sampingku dan aku tidak ada akan melakukan apapun" Ucap Rama memberi pengertian pada ana.
Dalam hal ini Rama memang harus lebih sabar apalagi ana yang masih berumur 20 tahun pikirannya masih labil beda dengan Rama yang sudah 26 tahun dan Rama harus memberikan pengertian lebih pada ana.
Ana menghampiri Rama dan membaringkan tubuhnya didekat tubuh Rama.
"Sayang, maafkan aku karena aku belum siap melakukan tugasku" Ucap ana pelan.
"Tidak apa-apa aku akan menunggumu sampe siap" Ucap Rama Sambil membelai rambut ana.
Rama menarik ana kedalam pelukannya.
"Sayang, jangan menggodaku aku malu" jawab Ana Sambil membenamkan wajahnya ke dada bidang Rama.
"Katakanlah kalau kamu siap nanti, kalau aku akan siap kapan saja" Goda Rama lagi.
"Akan aku katakan sayang" jawab ana pelan.
Akhirnya Ana tertidur dipelukan Rama dan malam pertamanya belum Rama dapatkan karena memang istrinya yang belum siap sampe memberikan syarat konyol pada Rama untuk tidak melakukannya sebelum Ana siap.
*Tidurlah gadis kecilku, kelak aku akan selalu mencintaimu dan menyangimu setiap hari* Guman Rama Sambil mengecup kening ana yang sedang tertidur.
__ADS_1
Kesesokan harinya, Ana terbangun lebih dulu dari pada Rama ana menatap Rama begitu lama dan membelai pipi Rama dengan tangannya dengan penuh kelembutan.
"Apakah kau sedang menggodaku ana??" tanya Rama tiba-tiba sambil menarik tengkuk leher ana.
"Tidak sayang, Apa yang mau tuan lakukan??" Ucap ana kaget.
"Aku hanya ingin melakukan tugasku sebagai suami barumu" Ucap Rama dengan nada nakal.
"Tapiii... say?" Ucapan ana yang belum selesai karena bibir Rama sudah mendarat di bibir Ana.
"Sayang, aku sungguh menginginkan lebih dari ini" Ucap Rama pelan ditelinga ana.
Ana hanya diam menahan malu.
"Kau belum terlalu pandai menerima ciumanku dengan benar" Ucap Rama kesal.
"Kamu, yang selalu menciumku tanpa izin dulu" jawab Ana dengan polosnya.
Rama menggelengkan kepala melihat sikap istrinya yang masih terlalu polos.
pergilah mandi kamu bau sayang" Suruh Rama pada Ana yang membuat Ana kesal.
Ana bangun dari tempat tidurnya dan meninggalkan Rama sendirian diranjang tempat tidur.
__ADS_1
Nih mumpung authornya lagi nggak sibuk, author up lagi 😘😘