
Ana dan Rama sudah sampai rumah, mereka tidak butuh waktu lama untuk pulang kerumahnya karena rumah mereka begitu dekat hanya dengan beberapa langkah kaki saja sudah sampai.
Dirumah Rama dan Ana.
Rama dan Ana langsung menuju ke kamar mereka, Ana langsung pergi mandi sedangkan Rama menunggu Ana yang sedang mandi.
Setelah beberapa lama akhirnya Ana selesei mandi dan kini Ana sudah memakai pakaian tidurnya.
"Sayang, kamu mandilah dulu!!" suruh Ana pada Rama dengan nada lembut.
"Iya, aku mandi dulu ya" jawab Rama, yang langsung pergi menuju kamar mandi.
Ana duduk di depan meja rias.
"Sebentar lagi aku akan menjadi seorang ibu!! mudah-mudahan kelak hidup kamu dipenuhi dengan kebahagiaan ya nak!!" Doa Ana dalam hati untuk anak yang masih ada perutnya.
Setelah beberapa lama akhirnya Rama keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk.
"Ana mana baju aku?" tanya Rama.
"Sebentar aku ambilkan dulu!!" saut Ana, Ana langsung pergi menuju ke lemari pakaian untuk mengambilkan baju tidur buat suaminya.
Ana menghampiri suaminya dan langsung memberikan baju yang sudah diambil pada suaminya.
"Ana pakaikan!!" pinta Rama dengan nada begitu manja.
Ana menatap Rama kesal namun tetap melakukan apa yang diminta oleh suaminya.
"Apa kamu ini seorang bayi?" tanya Ana.
"Aku akan menjadi bayi kamu selama anak kita belum lahir sayang!!" jawab Rama penuh kemenangan.
"Dasar bayi tua!!" kesal Ana, sambil memakaikan baju buat suaminya.
Setelah selesai memakaikan baju suaminya, Ana dan Rama menuju ketempat tidur. sekarang mereka sama-sama duduk ditepi ranjang.
"Kamu tidak makan malam dulu?" tanya Ana pada suaminya dengan nada lembut.
"Aku sudah kenyang!!" jawab Rama.
Akhirnya mereka langsung tidur tanpa mempraktekkan flim yang mereka tonton bareng dirumah Bagas dan Alena.
Dirumah Bagas dan Alena.
Bagas mengangkat tubuh Alena dari ruang bawah, kini Bagas membaringkan tubuh Alena diatas ranjang tempat tidur mereka.
Sekarang Bagas sudah berbaring disamping Alena dengan tatapan mesumnya.
"Kenapa kamu mengusir Rama dengan cara halus?" tanya Alena ingin tau.
Bagas tersenyum jail pada Alena.
"Aku hanya ingin tuan Rama cepat pulang, biar aku bisa langsung bisa bermain-main denganmu!!" jawab Bagas dengan lembut.
"Memangnya kita mau main apa?" tanya Alena dengan nada kesal.
__ADS_1
"Apalagi? kalau bukan mempraktekkan adegan film yang tadi kita tonton!!" goda Bagas dengan begitu genitnya.
Alena menatap Bagas dengan tatapan kesal.
"Dasar mesum!!" kesal Alena.
"Apa salahnya? aku berbuat mesum dengan istriku sendiri ini!!" bela Bagas yang tidak mau kalah dari Alena.
Tanpa mendengarkan jawaban atau protes dari mulut Alena, kini Bagas sudah membungkam mulut Alena dengan bibir Bagas, Bagas mencium bibir Alena dengan begitu penuh nikmat.
Alena menggigit bibir Bagas dengan pelan, agar Bagas melepaskan ciumannya.
"Kenapa?" kesal Bagas.
"Aku lelah sayang, malam ini kita libur ya!!" ucap Alena dengan nada pelan.
Alena merasa kelelahan, wajarlah permainan Bagas sangat menguras tenaganya Alena dari malam pertama sampai bulan madu Bagas selalu mencari kesempatan untuk bisa bermain di atas ranjang bersama istrinya.
Bagas menghela nafasnya karena merasa kesal.
"Tapi sayang, aku pingin!!" rengkek Bagas.
Alena membelai pipi Bagas dengan begitu lembut.
"Sayang lain kali ya, malam ini izinkan aku istirahat!!" pinta Alena dengan nada begitu lembut.
Akhirnya Bagas menuruti kemauan Alena.
"Baiklah sayang, kita istirahat saja!!" ajak Bagas, yang kini sudah menarik Alea masuk kedalam pelukannya.
Alena merasa senang karena suaminya begitu pengertian padanya, kini Alena membenamkan wajahnya ke dada bidang Bagas dan akhirnya mereka tidur dengan nyenyak.
Alena bukannya menolak kemauan suaminya apalagi menjalankan tugas sebagai seorang istri, itu adalah sudah menjadi tugas Alena namun malam ini Alena begitu lelah jadi menolak permintaan Bagas untuk melakukan olahraga malam.
Dirumah Rama dan Ana.
Rehan baru saja pulang mengantarkan Ayu, seperti biasanya rumah sudah sepi karena kakak dan kakak iparnya pasti sudah tidur.
Rehan langsung masuk kedalam kamarnya.
"lelah sekali!!" keluh Rehan, yang langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur.
Rehan membuka ponselnya dan ada beberapa pesan yang masuk.
***3 pesan masuk dari Rahel.
"Rehan kenapa kamu tidak membalas pesanku??"
"Rehan, ayolah kita jalan berdua!!"
"Rehan, kalau kamu terus menolakku!! maka aku akan bilang pada semua orang kantor kalau kita sudah pacaran!!"
Rehan membaca pesan Rahel namun hanya membiarkan saja.
"Apa mau Rahel ini!!" kesal Rehan.
__ADS_1
"Untung tadi waktu bersama Ayu, aku tidak bermain ponsel!! coba kalau main ponsel ntah apa yang bakal dilakukan oleh Ayu jika melihat pesan dari Rahel!!" Guman Rehan penuh rasa syukur.
Rehan menaruh ponselnya ke dekat meja tempat tidur tanpa membalas pesan dari Rahel.
Rehan langsung tertidur tanpa mandi terlebih dahulu.
Dirumah Rian dan Via.
Rian dan Via sudah berada diatas ranjang.
"Via, kamu tidak ingin mempraktekkan adegan film tadi!!" goda Rian dengan jail.
"Tidak, anak kita sedang tidak mau dekat-dekat dengan Ayahnya!!" jawab Via.
Rian mendekat ke istrinya namun Via malah merasa mual.
"Huek..huek..!!"
"Kamu kenapa?" tanya Rian panik.
"Rian, aku tidak suka bau tubuhmu!!" jawab Via, yang langsung berlari ke kamar mandi.
Rian mencium bau tubuhnya sendiri.
"Memangnya kenapa dengan tubuhku? perasaan masih wangi dan tadi pulang dari rumah Bagas langsung mandi!!" Rian berbicara pada diri sendiri.
"Wanita hamil itu sungguh aneh!!" kesal Rian.
Via keluar dari kamar mandi.
"Apa sudah baik-baik saja?" tanya Rian.
"Sayang, kamu gantilah bajumu!!" kesal Via.
"Terus jangan pakai parfum apapun!!" suruh Via.
Rian langsung bangun dari ranjang tempat tidurnya untuk berganti pakaian sesuai ke inginan istrinya.
"Mungkin Rama juga merasakan hal seperti ini waktu Ana hamil muda!!" guman Rian dalam hati.
Rian mengambil pakaiannya di dalam lemari, setelah beberapa menit akhirnya Rian sudah selesai ganti pakaian kali ini Rian tidak memakai parfum sesuai keinginan istrinya.
"Sayang, aku udah ganti pakaian" ucap Rian.
"Aku mau kamu tidur membelakangi aku, pokoknya malam ini jangan peluk aku!!" pinta Via dengan nada kesal.
Ntah kenapa malam ini tiba-tiba Via merasa kesal sekali pada suaminya padahal tadi ditempat Bagas dan Alena baik-baik saja.
Mungkin ini bawaan bayi yang sedang Via kandung jadi mau tidak mau Rian harus sabar menghadapi istrinya.
"Rasanya gemas sekali, menghadapi tingkah aneh Via sebentar pingin dekat, sebentar merasa kesal, sebentar pingin jauh-jauh dariku!! rasanya sudah tidak tahan sekali!!" Gerutu Rian dalam hati.
Akhirnya malam ini Rian tidur tanpa memeluk istrinya dan hanya bantal guling yang Rian peluk malam ini.
Bersambung 🙏
__ADS_1