Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
338.Tamu dari novel sebelah S2.


__ADS_3

"Siapa yang datang?" Tanya David sambil terus berjalan kedepan untuk membukakan pintu rumahnya.


"Ceklek," David membuka pintu rumahnya.


Melihat ternyata kedua orangtuanya yang datang, Membuat David menyunggingkan senyum bersalahnya.


Shita menatap David dengan tatapan kesal, Dan langsung menjewer telinga David membuat David merintih kesakitan.


"Dasar anak bandel, Sudah pulang dari bulan madu bukannya bilang sama mama dan papa ini malah sih Randi yang kasih tahu kita." Shinta terus mengomeli David sambil menjewer telinganya.


Tadi pagi Dimas menelpon Randi menanyakan tentang David, Dan bilang pada Dimas jika David sudah pulang dari bulan madunya. Makanya Dimas dan Shinta langsung mengunjungi rumah David.


Shinta tidak tahu kalau David pergi keluar negeri ke tempat kakeknya Niah, Yang Shinta tahu David dan Niah pergi bulan madu dengan tiket yang berikan oleh sang papa untuk hadiah pernikahannya.


"Jewer terus saja ma!!" Dimas memberikan dukungan pada sang istri, Untuk terus menjewer anak semata wayangnya.


"Papa bukannya belain David." David ngambek sama papanya.


"Randi sialan, Kamu kenapa bisa-bisanya memberitahu mama aku sudah dirumah dan bodohnya aku pulang bukannya kerumah mama, Ini malah asik main bucin-bucinan sama istri jadi ginikan dijewer sama mama." Gerutu David dalam hatinya.


"Mama lepasin dulu telinga David, David bisa jelasin sama mama." David memohon pada sang mama, Membuat Shinta tidak tega dan langsung melepaskan tangan dari telinga David.


"Mana menantu mama?" Tanya Shinta dengan nada senang.


David memegangi telinganya sambil terus ngedumel tidak jelas, Untung mamanya tidak mendengarnya coba kalau dengar pasti bakal dijewer lagi sama mama.


"Giliran nanyain menantunya saja raut wajahnya jadi senang begitu." Gerutu David dalam hatinya.


"Niah ada dikamar ma." Jawab David yang langsung membawa mamanya dan papanya masuk kedalam kamar dimana Niah sedang tiduran.


Sesampainya dikamar, Shinta melihat Niah hanya berbaring Shinta langsung menghampirinya dengan raut wajah kawatir Shinta memegangi wajah cantik Niah.


"Anak mama, Apa kamu sedang sakit? Katakan pada mama! Apa David berbuat jahat padamu, Biar mama marahi Dia." Dengan begitu bawelnya Shinta bertanya pada Niah.


Nia tersenyum dan mengambil tangan mama mertuanya yang sedang memegangi kedua pipinya.


"Mama Niah tidak sakit, Niah hanya ingin berbaring saja soalnya badan Niah pada sakit." Jawab Niah agar mama mertuanya tidak terus khawatir pada dirinya.


Shinta tersenyum dan menarik Niah kedalam pelukannya, Niah juga membalas pelukan dari mama mertuanya.


"Kamu apakan Niah, Sampai dia hanya ingin berbaring dan badannya pada pegal." Bisik Dimas ditelinga David.


David merasa kesal pada sang papa, Karena papanya suka sekali menjailinnya, Rasanya David ingin memarahi papanya tapi David tidak seberani itu pada papanya, David takut dosa jika marahi papanya.


"Tidak aku apa-apain pa, Namanya pengantin baru." David berbisik ditelinga papanya.


"Lakukan dengan baik, Jangan membuatnya terlalu kelelahan kasian." Dimas kembali membisik ke anaknya.


Dimas dan David mereka saling bisik-bisik, Karena tidak mau obrolan mereka terdengar oleh Niah dan Shinta.


"Niah sayang, Apa kamu sudah membuat adonan dengan David?" Tanya Shinta yang di dengar oleh David.


"Aduh mama kenapa mama bertanya seperti itu?" Gerutu David dalam hatinya.


David yang tahu istrinya begitu polos, Pasti tidak tahu apa maksud pertanyaan dari Mama mertuanya.


"Pasti nanti malam Niah bawel deh nanyain masalah adonan sama aku, Mama kamu membuatku pusing dan Niah kamu membuatku gemas sekali." Gerutu David dalam hatinya.


"Adonan? Adonan apa ma?" Tanya Niah dengan begitu polosnya.


"Mama jangan ngomongin adonan, Niah masih malu-malu." Jawab David yang sudah duduk disamping Niah.


"Kenapa harus malu? Kalian kan sudah menikah." Tegas Shinta dengan tatapan kesal pada David.


Niah menatap David dengan tatapan meminta penjelasan, Sedangkan Shinta menatap Niah dengan penuh kasih sayang.


"Adonan, Sebenernya apa yang mereka bicarakan?" Gumam Niah.


"Niah, Kamu harus makan yang banyak dan yang bergizi supaya kamu cepat hamil nak." Pinta Shinta dengan penuh perhatian.


"Iya ma, Mama juga harus jaga kesehatan ya!" Pinta Niah dengan penuh kasih sayang.


"Tentu sayang, Mama kan ingin berumur panjang agar mama bisa melihat cucu-cucu mama nanti." Jawab Shinta dengan bahagia.


"Mama, Papa, Kalian makan dulu ya biar Niah siapkan makan siang buat mama dan papa." Ucap Niah dan berniat bangun dari tempat tidurnya.


"Auh..." Rintih Niah.


"Kamu kenapa nak?" Tanya Shinta kawatir.


"Itu gara-gara ulah anakmu pastinya ma." Sambung Dimas sambil menatap jail kearah David.


David menatap kesal pada papanya namun Dimas hanya tersenyum penuh kejailan.


"Niah, Aku kan bilang jangan banyak bergerak sudah tiduran saja! Nanti masalah makan siang buat mama dan papa aku yang akan mengurusnya." David mengomeli Niah membuat Niah malu pada kedua mertuanya.


Shinta tersenyum pada Niah, Niah membalas senyuman sang mama mertuanya.


"Maaf ya ma." Niah meminta maaf pada Shinta karena merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa sayang, Kamu istirahat saja dan patuhi apa kata suamimu!" Dengan lembut Shinta juga menyuruh untuk istirahat.


Betapa bahagianya Niah saat ini, Punya mertuanya yang begitu sayang pada dirinya dan laki-laki pilihan papanya juga ternyata tidak seburuk yang Niah kira.

__ADS_1


Dimas duduk ditepi ranjang di dekat Niah berbaring.


"Niah sayang, Saat papa melihatmu papa jadi ingat sama mamamu waktu muda dulu, wajah kalian berdua itu sama-sama polos dan kalian juga punya wajah yang mirip." Ucap Dimas membuat Niah mengembangkan senyumnya.


"Apa papa mengenal mama aku sudah lama?" Tanya Niah ingin tahu.


"Sudah nak, Dari kita kuliah dulu mamamu adalah sahabat baik papa dulu." Jelas Dimas.


"Aku yakin pasti kalian sahabat yang sangat dekat, Oh iya pa kenapa papa menjodohkan David dengan aku?" Niah kembali bertanya karena penasaran.


"Karena papa yakin anak dari Anatasya, Pasti akan sebaik dan selembut Anatasya." Alasan Dimas yang begitu singkat.


Dimas menjodohkan anaknya dengan anak Ana, Yang karena Dimas yakin kalau Niah itu akan seperti Ibunya yang begitu ramah, Lembut dan sopan. Selain itu Dimas juga ingin menyambung silaturahmi yang sempat terputus karena dirinya tidak ada kabar selama bertahun-tahun dan siapa yang menyangka takdir mempertemukan dengan Rama suaminya Ana, Dan dari situlah perjodohan David dan Niah direncanakan oleh Dimas dan Rama.


"Niah kamu jangan terlalu capek ya, Kamu harus jaga kesehatan, Biar kamu cepat hamil." Ucap Dimas sambil mengusap rambut Niah dengan tangannya.


"Iya pa, Papa juga harus jaga kesehatan!" Jawab Niah, Yang meminta sang papa mertua juga menjaga kesehatannya.


"Iya nak, Kamu istrihatlah mama dan papa mau pulang soalnya ada acara malam ini." Pamit Dimas pada menantunya.


"Mama dan papa tidak makan dulu?" Tanya David sambil melihat kearah mama dan papanya.


Shinta melihat David dengan senyum kesalnya karena David setelah sampai bukannya kerumahnya dulu, Ini malah tidak jadi Shinta kesal pada anaknya.


"Tidak, Kamu jaga Niah jangan buat Niah terlalu kecapean atau mama akan menjewer telingamu lagi." Jawab Shinta yang juga memberikan ancaman pada David.


Biarpun David suka tengil dan songong tapi David paling takut kalau Shinta sudah marah atau merasa kesal pada dirinya, David Pratama seorang pengusaha muda yang terkenal playboy, Punya banyak j*lang dimana-mana tapi apalah dia nyalinya ciut kalau mamanya sudah marah padanya.


"Iya mama, Aku akan menjaga menantu mama dengan baik setiap hari." Jawab David yang tidak berani membantah perintah sang mama tersayang.


"Oh iya ma, David tidak jadi tinggal dirumah Mama dan papa sementara karena renovasi rumahnya juga sudah selesai jadi David langsung tempati rumah David saja." Ucap David pada sang mama.


"Iya mama tahu, Kamu hiduplah yang rukun bersama istrimu!" Pinta mama dengan tatapan penuh kasih sayang.


Shinta dan Dimas berpamitan dengan Niah, Shinta memeluk Niah, Niah juga menyalami tangan kedua mertuanya secara bergantian, David juga melakukan hal yang sama.


"Aku antar mama dan papa ke depan dulu ya, Kamu tiduran saja!" Pamit David dan yang pergi meninggalkan kamarnya untuk mengantarkan mama dan papanya ke depan rumahnya.


Sesampainya di depan rumah, Dimas kembali membisiki David dengan jail.


"David, Ingat mainnya pelan-pelan saja! Kasian kan Niah sampai tidak bisa jalan seperti itu." Bisik Dimas ditelinga anaknya.


Dimas dan Shinta menaiki mobilnya setelah mobil papanya sudah tidak terlihat David kembali masuk kedalam kamar untuk kembali menemui istrinya.


"Dasar papa, Iseng banget sih, Tapi memang aku semalam mainnya agak kasar gimana tidak kasar punya Niah masih sempit sekali untuk membobolnya, Aku harus berjuang keras." Gumam David sambil cengar-cengir tidak jelas.


Sesampainya dikamar David duduk disampingnya Niah, Sambil mengusap-usap rambut panjang Niah.


"Istriku, Jangan lupa ya malam ini Tuan Daniel Carrol akan berkunjung kerumah kita kamu harus dandan yang cantik." Ucap David sambil terus mengusap-usap rambut istrinya.


"Tentu saja tidak, Aku dengar kekasihnya Tuan Daniel itu juga cantik, Jadi Niahku harus lebih cantik!" Jawab David dengan tatapan penuh arti.


Niah menganggukan kepalanya dan David mencium pipi Niah dengan lembut, Membuat Pipi Niah langsung merah karena masih malu.


"Dasar mau cium tidak bilang-bilang, Kan aku malu." Gumam Niah.


Jam menunjukkan pukul setengah 7 malam, Niah sudah berdandan dengan cantik karena malam ini rekan bisnisnya David akan berkunjung kerumah mereka.



Visual Raniah.


David juga sudah rapi dengan setelan jas warna hitamnya.



Visual David.


Niah menghampiri sang suami yang sudah duduk di sofa, Dengan lembut Niah menatap wajah tampan suaminya.


"Dia sangat tampan sekali aku baru sadar." Batin Niah diam-diam.


"Kenapa bengong?" Tanya Niah yang membuat David kaget.


"Niah kamu mengangetkanku." Ucap David.


"Duduklah, Sebentar lagi Tuan Daniel datang." David meminta sang istri untuk duduk disampingnya.


Sedang asik berbincang sambil bercandaan tiba-tiba bel rumahnya berbunyi, Niah dan David jalan bergandengan untuk menyambut kedatangan Tuan Daniel Carrol.


"Ceklek," David membukakan pintu.


Melihat Daniel, David tersenyum dan mereka berjabatan tangan.


"Wihh yang baru nikah segeran ya, Aku yakin asupan dari istri pasti bagus." Goda Daniel sambil melirik Devita, Gadis cantik yang ada disampingnya saat ini.


"Tuan Daniel bisa saja, Ayo silahkan masuk!" Jawab David yang langsung mengajak Daniel dan Devita untuk masuk.


Kini mereka duduk di sofa ruang tamu, Daniel memperkenalkan Devita pada Niah dan juga David, David juga memperkenalkan Niah pada Daniel.


"Kenalkan Istriku Niah." David memperkenalkan Niah pada Daniel.


"Salam kenal, Aku Daniel." Daniel memperkenalkan dirinya pada Niah.

__ADS_1


Tapi mereka tidak berjabat tangan karena David melarangnya, Jadi Daniel hanya salam sapa saja pada Niah.


"Kenalkan ini Devita." David memperkenalkan Devita pada Niah dan David.


"Kenalkan Nona Vita, Aku Raniah panggil saja aku Niah!" Niah memperkenalkan dirinya pada Devita.


"Iya Nona Niah." Jawab Devita dengan canggung.


"Panggil saja Niah, Jangan pake nona!" Pinta Niah dengan sopan.


"Iya Niah." Jawab Devita dengan lembut.


Niah dan Devita mereka sepertinya masih seumuran jadi Niah meminta Devita memanggilnya cukup dengan namanya saja.


Setelah Niah memperkenalkan dirinya, Sekarang gantian David yang memperkenalkan dirinya pada Devita.


"Kenalkan aku David, Aku yakin pasti Tuan Daniel sudah menggodamu dengan baik hati-hati dia bisa menjadi buas kapan saja!" David memperkenalkan dirinya pada Devita, Bahkan David meledek Devita membuat Daniel menatapnya dengan kesal.


"Jangan dengarkan apa yang dibilang oleh David, Dia itu yang punya banyak j*lang dimana-mana." Elak Daniel dan malah kembali meledek David.


Daniel sudah biasa memanggil sebutan nama David dengan David tanpa embel-embel Tuan.


David dan Daniel mereka adalah rekan bisnis, Tapi jika diluar kantor mereka bersahabat yang bisa saling meledek kapan saja.


"Istriku tidak peduli jika aku punya banyak j*lang diluar sana Daniel." Jawab David yang langsung ditatap tajam oleh Niah.


"Siapa bilang aku tidak perduli, Nanti dikamar aku akan mencabik-cabik dirimu." Batin Niah yang merasa kesal.


Niah dan Devita mereka hanya saling geleng-geleng kepala, Mendengar obrolan kedua laki-laki yang ada disamping mereka.


"Oh iya selamat ya buat pernikahan kalian, Maaf aku baru sempat datang, Aku ada kado untuk kalian." Daniel mengucapkan selamat pada Niah dan David, Daniel juga memberikan mereka kado ntah apa isinya?


"Terimakasih, Tidak apa-apa aku tahu pasti kamu sangat sibuk sekali." Jawab David sambil menerima kado yang diberikan oleh Daniel.


"Oh iya kapan kamu menikah dengan gadis cantik itu?" Tanya David pada Daniel, Sambil menatap Devita yang duduk disamping Daniel.


"Secepatnya, Kamu harus datang ke acara pernikahan kita nanti." Pinta Daniel.


"Aku tidak bisa janji, Tapi kalau tidak sibuk pasti aku akan datang." Jawab Davjd.


Sambil mengobrol dan bercanda Daniel dan Devita juga menikmati hidangan yang sudah disediakan oleh Niah diatas meja.


"Ini buatan siapa?" Tanya Daniel.


"Tentu saja buatan istriku." Jawab David.


"Pantes rasanya manis, Seperti yang buat." Daniel menggoda Niah dan David langsung menatapnya dengan kesal.


"Jangan menggoda Istriku! Nona Vita lihatlah kamu yakin akan menikah dengannya? Dihadapan kamu saja dia berani menggoda istriku." Omel David yang membuat Daniel tersenyum simpul, Devita juga hanya tersenyum malu-malu.


"Untuk hal itu aku juga masih memikirkannya." Jawab Devita yang membuat Daniel kesal.


"Apa kamu masih mikir-mikir untuk menikah denganku? Laki-laki tampan dan kaya raya seperti aku." Daniel kesal pada Devita.


Devita kembali tersenyum malu-malu, Niah sudah mengeluarkan tawanya dengan suara kecil, David merasa menang sudah membuat dua sejoli yang sedang dilanda cinta itu saling berdebat kecil.


"Masih saya pertimbangkan Tuan Daniel." Jawab Devita dengan jujur.


"Vita kamu benar, Pernikahan itu hal yang sakral dan kamu harus benar-benar memikirkan dengan baik." Ucap Niah pada Devita.


"Iya Niah, Kamu benar sekali." Devita setuju dengan Niah.


Malam semakin larut, Daniel dan Devita berpamitan untuk pulang pada Niah dan David.


"David, Niah, Terimakasih sudah menerima kunjungan kita dengan baik ya, Sudah malam Aku dan Vita pamit pulang dulu, Tidak enakan bawa anak gadis orang sampai larut." Daniel berpamitan dengan Niah dan David.


"Iya terimakasih juga kalian sudah datang, Terimakasih kadonya." Jawab David sambil mengucapkan terimakasih balik pada Daniel.


Daniel tersenyum penuh arti, Membuat David bingung.


"Sebenarnya apa kado dari dia?" Gumam David yang merasa penasaran.


"Niah aku pulang dulu ya, Senang berkenalan denganmu." Pamit Vita sambil memeluk Niah.


"Aku juga senang berkenalan denganmu."Jawab Niah yang membalas pelukan dari Vita.


Setelah berpamitan Daniel dan Devita pulang, Sebelum naik ke mobil Daniel berbisik pada David.


"Mudah-mudahan kado dariku bermanfaat." Bisik Daniel ditelinga David, Dan David hanya geleng-geleng kepala.


"Aku yakin dia pasti memberikan kado aneh padaku." Batin David.


Daniel dan Devita menaiki mobilnya, Setelah mobil Daniel berlalu dan sudah tidak terlihat David dan Niah kembali masuk kedalam rumahnya..


"Kira-kira apa kado dari Tuan Daniel Carrol?"


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


Oh iya Tuan Daniel Carrol dan Nona Devita, Mereka adalah tamu dari novel sebelah😊


Ini judul novel mereka, Ceritanya bagus 😘

__ADS_1



__ADS_2