Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
349.Panggil aku sayang S2.


__ADS_3

Kevin berniat membantu Valin agar sandiwaranya lebih menyakinkan dihadapan orang tuanya.


"Valinnn hati-hati!!" Teriak Kevin yang langsung berlari kearah Valin.


Valin yang tersandung karena berjalan tidak hati-hati, Hampir saja terjatuh untung saja Kevin dengan cepat menangkap tubuh mungil Valin dan akhirnya Valin terjatuh dalam pelukan Kevin.


Kini wajah keduanya saling tatapan-tatapan mata Valin terus melihat sorot mata Kevin, Valin bisa merasakan hembusan nafas dari mulut Kevin, Kevin juga diam-diam mencuri-curi pandang.


"Bibirnya lembut sekali, Rasanya ingin sekali aku mencicipinya, Ahh Kevin apasih yang kamu pikirkan." Pikiran Kevin mulai kacau.


Melihat adegan tersebut Niah senyam-senyum sendiri, Lalu dengan jail melewati Kevin dan Valin.


"Ternyata adikku yang br*ngsek ini bisa juga membawa gadis cantik kerumah." Dalam hati Niah tidak percaya.


Niah selalu berpikir kalau Kevin itu akan terus main-main dengan banyak wanita diluaran sana, Tapi ntalah dedemit mana yang mengoyakan hati Kevin dan akhirnya membawa Valin kerumah dan langsung mengenalkan kepada keluarga. Niah tidak tahu saja kalau semua ini sandiwara sang adik.


"Ehem-ehem sudah jangan main tatap-tatapan terus, Nanti hilaf loh." Ledek Niah sambil berdehem.


Valin dengan cepat membenarkan posisi dan kini posisinya sudah berdiri dengan tegak.


"Kak Niah membuatku jadi salah tingkah saja." Batin Valin dalam hatinya.


"Hati-hati kalau berjalan jadi kesandungkan." Dengan lembut Kevin bicara pada Valin, Membuat Valin diam-diam tersenyum.


"Ternyata Tuan Kevin bisa bicara selembut ini, Apa telingaku tidak salah mendengarnya?" Tanya Valin dalam hatinya.


Seorang Kevin Putra Ardiyansyah yang selalu bicara dengan nada jutek pada Valin dan hari ini bicara dengan begitu lembut, Membuat Valin benar-benar tidak percaya.


"Dasar gadis lelet, Seperti inilah kamu kalau tidak lelet dalam bekerja ya ini apa-apa serba jatuh, Ntah kenapa bisa aku mempertahankan sekretaris seperti dirimu Valin." Kevin terus ngedumel dalam hatinya.


"Maaf Tuan Kevin tadi aku tidak hati-hati!" Jawab Valin sambil menundukkan kepalanya.


Kevin berdecak kesal, Lalu dengan lembut mengangkat dagu Valin dengan tangannya membuat mata mereka kembali saling menatap.


"Sayang jangan panggil aku Tuan Kevin, Aku ini kekasihmu panggil aku dengan sebutan sayang!" Kevin melarang Valin memanggilnya dengan sebutan Tuan, Dan dengan begitu manisnya Kevin menyuruh Valin memanggilnya dengan sebutan sayang.


Hati Valin begitu tersentak, Hari ini Kevin benar-benar membuat dirinya meronta-ronta.


"Memanggil Tuan Kevin dengan sebutan sayang." Dalam hati Valin tidak percaya.


"Coba panggil aku sayang." Pinta Kevin dengan manja.


"Sa.... yang." Dengan nada terbata-bata Valin memanggil Kevin dengan sebutan sayang.


Ternyata banyak mata yang menatap kearah Kevin dan Valin, Kini mereka semua tersenyum simpul.

__ADS_1


"Niah....." Panggil David dengan jail.


"Iya kenapa?" Jawab Niah bingung.


"Niah panggil aku sayang dong!" Rengkek David dengan nada bercanda.


David dan Niah saling menatap lalu mereka sama-sama tertawa.


Kevin mengalihkan sorot matanya ke Niah dan David.


"Dasar suami-istri sukanya iseng sekali." Gumam Kevin dalam hatinya.


Ana dan Ayu juga ikut tertawa, Menurut mereka Valin dan Kevin itu sangat lucu, Ralin juga dari tadi terus memperhatikan Kevin dan Valin.


"Mereka so sweet sekali, Ternyata Kak Kevin bisa romantis juga." Gumam Valin.


"Mama Valin juga mau manggil sayang, Tapi sama siapa?" Dengan manja Ralin membuat semuanya geleng-geleng kepala.


"Alin itukan dekat rumah calon suamimu, Kamu panggil dia kesini gih, Terus panggil Kenan sayang." Jawab Niah dengan penuh kejailannya.


"Sudah-sudah ayo semuanya makan dulu!" Lerai Niah agar tidak terjadi perdebatan di antara mereka.


Semuanya duduk dimeja makan, Mereka makan bersama dengan penuh kebahagiaan.


"Valin makan yang banyak nak, Jangan malu-malu kita semua adalah keluarga." Rama Menyuruh Valin makan yang banyak.


"Valin ambilkan aku nasi!" Suruh Kevin dengan lembut.


"Iya sayang aku ambilkan." Jawab Valin dan langsung mengambilkan nasi dan berbagai lauk buat Kevin.


"Berasa suami istri, Tapi ingat Valin ini hanya sandiwara jangan sampai baper." Hati Valin mengingatkan.


"Ini makanlah!" Valin menaruh piring yang berisi nasi dan lauk dihadapan Kevin.


"Aku mau kamu menyuapiku!" Pinta Kevin yang membuat Valin agak terkejut.


"Lihat saja Valin aku akan terus mengerjaimu." Dalam hati Kevin terus terawa jahat.


Valin mengambil piring yang ada dihadapan Kevin, Dengan rasa kesal dan juga harus sabar Valin menyuapi Kevin.


"Dasar licik, Sandiwaramu begitu bagus." Dalam hati Valin merasa kesal.


Ana terus memperhatikan Valin dan Kevin, Dalam hati Ana mudah-mudahan Valin adalah gadis yang akan menjadi istri Kevin, Ana senang melihat Valin yang dari tadi sabar menghadapi Kevin yang banyak mau membuat Ana yakin kalau Valin adalah gadis yang cocok untuk Kevin.


"Kalian itu serasi nak." Batin Ana dalam hati.

__ADS_1


Obrolan demi obrolan membuat mereka semua terlihat akrab, Candaan, Perdebatan-perdebatan kecil, Membuat semuanya bahagia.


Hadirnya Valin hari ini membuat keluarga Ardiyansyah bahagia dan Valin sebagai gadis yatim piatu yang terbiasa hidup sendiri, Kini ditengah-tengah keluarga Ardiyansyah Valin merasa sangat bahagia dan berasa memiliki keluarga yang begitu lengkap, Ana yang begitu lembut dan penyayang membuat Valin berharap bisa menjadi menantunya tapi Valin sadar ini semua hanya sandiwara Kevin.


"Keluarga Tuan Kevin begitu baik, Aku kira mereka seperti keluarga kaya yang lainnya akan sombong tapi ternyata tidak, Maafkan aku, Aku melakukan ini hanya untuk membantu Tuan Kevin aku tidak bermaksud membohongi kalian semuanya." Dalam hati Valin sebenarnya sangat menyesal sudah membohongi semua keluarga Ardiyansyah.


Setelah selesai makan bersama Kevin berpamitan dengan semuanya untuk mengantarkan Valin pulang kerumahnya.


Valin menyalami satu-persatu yang ada disitu, Semuanya juga cipika-cipiki dengan Valin kecuali David, Rama dan Rehan, Valin hanya bersalaman lalu mencium tangannya sebagai bentuk hormatnya pada yang lebih tua.


Kevin pergi mengantar Valin pulang, Ralin pergi kerumah Kenan selain untuk menganggu Kenan ya paling Ralin akan mengajak Kenan menemaninya belanja.


Niah dan David masuk kedalam kamar mereka, Sedangkan Ayu dan Ana diruang tengah mengobrol.


Rama dan Rehan juga sudah pergi ntah kemana? Bilangnya sih mau beli ikan buat ditaruh di kolam ikan depan rumah.


Dikamar Niah...


Niah duduk ditengah-tengah ranjang tempat tidurnya sambil memegangi perutnya yang agak nyeri karena sedang datang bulan.


David menatapnya dengan tatapan kawatir, David berjalan menghampiri Niah lalu duduk disebelah Niah.


"Kamu kenapa?" Tanya David dengan sorot mata kawatir.


"Hanya sedikit nyeri gara-gara lagi datang bulan." Jawab Niah pelan.


David membaringkan tubuh Niah, Lalu David mengusap-usap perut Niah dengan lembut.


"Kita kerumah sakit saja, Aku takut kamu kenapa-kenapa." Dengan perasaan kawatir David meminta Niah agar mau dibawa kerumah sakit.


Niah memiringkan posisinya, Lalu menarik David agar tidur disampingnya, Setelah David tidur disampingnya Niah membenamkan wajahnya di dada bidang David.


"Kita tidak perlu kerumah sakit hanya karena sedang datang bulan, Nyeri saat datang bulan itu wajar dan setiap wanita pasti merasakan." Sambil membelai-belai dada bidang David Niah memberikan pengertian pada suaminya, Agar tidak terlalu kawatir pada dirinya.


David yang tidak tahu menahu tentang datang bulan, Saat ini pikiran terus kawatir takut sang istri kenapa-kenapa.


"Tidurlah, Katakan kalau masih sakit kita pergi kerumah sakit saja!" Pinta David nada lembut.


Niah memejamkan matanya, David terus mengusap-usap perut Niah agar mengurangi rasa nyerinya.


"Istriku kalau kamu kenapa-kenapa, Pasti aku akan memarahi diri aku sendiri." David marah pada dirinya sendiri gara-gara terlalu kawatir pada sang istri.


Gara-gara Niah sedang datang bulan, David terus kepikiran Niah kenapa-kenapa?


BERSAMBUNG 🙏

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2