
Hari ini David dan Niah langsung menyusul Orangtuanya keluar negeri, Dengan jet pribadi peninggalan Kakeknya David.
Sesampainya diluar negeri, David dan Niah langsung menuju kerumah sang Kakek.
David dan Niah langsung menuju kerumah kakek Revan, Mereka dijemput langsung oleh Kevin. Karena Niah langsung mengabari Kevin bahwa dirinya dan sang suami sudah sampai di bandara.
Kevin melajukan mobilnya menuju kerumah sang dengan kecepatan tinggi, Diperjalanan Kevin dan Niah juga saling mengobrol sedangkan David hanya duduk melipat kedua tangannya ke dada sambil memejamkan matanya.
"Vin, Gadis yang kemarin dibawa ke pesta pernikahan kakak siapa? Dia cantik sekali." Tanya Niah yang sengaja menggoda sang Adek bungsunya.
"Apasih kak, Dia hanya sekretarisku saja. Aku minta dia menemaniku menghadiri pesta pernikahanmu agar mama dan papa, Tidak terus bawel bertanya, Kevin kapan kamu menikah? Kevin kapan kamu kenalin pacar kamu ke mama dan papa?" Kevin mengadu pada sang kakak, Sambil menirukan gaya bicara mama dan papanya ketika bertanya pada Kevin.
Niah hanya geleng-geleng kepala, Niah tidak percaya kalau adek nya sampai membawa sekertarisnya kehadapan Orangtuanya.
"Sudahlah Vin, Siapa tahu nanti kalian jodoh." Ledek Niah yang membuat Kevin langsung geleng-geleng kepala," Jangan gadis lelet itu menjadi jodohku." Gumam Kevin.
"Kak Niah apaan sih?" Jawab Kevin dengan nada agak kesal, David yang mendengarnya sambil memejamkan matanya langsung berkata pada Kevin.
"Bicara yang lembut pada istriku, Atau aku akan menyuruhmu keluar dari mobil ini." Cetus David yang membuat Kevin dan Niah sama-sama kaget, Lalu Kevin langsung meminta maaf pada Niah.
"Kak Niah maafin aku," Kevin meminta maaf pada Niah, Niah hanya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
"Iya tidak apa-apa, Sudah jangan urusin Kakak Iparmu!" Kata Niah dengan senyum manisnya.
Sampailah dirumah sang kakek, Disana sudah rame, Karena semua keluarga Ardiyansyah berkumpul anak-anaknya dan cucu-cucunya semuanya ada disitu.
Setelah memarkirkan mobilnya, Kevin,Niah dan David langsung masuk kedalam rumah.
Melihat sang kakek sedang duduk dikursi, Niah langsung memeluknya sedangkan David langsung menyalami tangan kedua mertuanya dan juga tangan Ayu dan Rehan yang sekarang sudah menjadi om dan tantenya.
"Niah sayang, Akhirnya kamu sudah menikah." Kata Kakek Revan sambil mengusap rambut Niah dengan penuh kasih sayang.
"Iya kakek, Denger kakek sakit Nia sedih sekali." Kata Niah yang sudah merebahkan kepalanya dipangkuan sang kakek.
Niah memang sangat manja pada sang kakek, Tapi Kakek Revan menang memanjakan ketiga cucu-cucunya.
"Niah, Kenalin suami kamu pada nenek dan kakek, David sini nak!" Pinta Ana, David langsung menghampiri Ana lalu duduk disebelahnya.
Niah bangun langsung mengangkat kepalanya dari pangkuan sang kakek, Lalu memanggil suaminya.
"Aku tidak mungkinkan memanggil dia hanya dengan sebutan nama saja dihadapan keluargaku." Batin Niah.
"Emm suami, Kenalin ini Kakek Revan dan Nenek Diana." Niah mengenalkan kakek dan neneknya pada David laki-laki yang kini telah sah menjadi suaminya.
David langsung menghampiri kakek dan nenek Niah, Lalu menyalami tangan mereka secara bergantian dengan sopan.
__ADS_1
Kini Niah dan David duduk ditengah-tengah kakek dan neneknya.
"Kakek doain keluarga kecil kalian bahagia, Niah kamu jadi istri harus nurut dan patuh pada suamimu ya nak." Doa kakek yang diiringi nasehat buat Niah, Niah tersenyum lalu menyandarkan kepalanya di bahu kakeknya.
"Iya kek, Kakek cepet sehat ya!" Jawab Niah yang juga ikut mendoakan sang kakek.
"Niah, Kamu buatkan kakekmu cicit nanti pasti kakek cepet sehat." Goda Nenek Diana yang membuat Niah malu, Tapi membuat David tersenyum penuh makna.
Dalam hati Niah, Bagaimana bisa membuat cicit nek. Suami saja tidak waras membuat aturan konyol dan yang lebih lagi diantara kita tidak ada cinta, Kita menikah hanya terpaksa.
"Nanti Niah buatkan Nek," Jawab Niah agar sang nenek merasa senang. "Nanti Niah beli tepungnya dulu buat ngadonin." Gumam Niah.
"David kalau buat adonan jangan cuma sekali, Harus berulang kali." Kata Rehan pada David, Yang membuat David hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar. "Siapa juga yang mau menyentuh Niah." Batin David.
"Iya om, Nanti aku coba." Jawab David yang langsung ditatap tajam oleh Niah.
Ralinsyah hanya diam karena merasa sangat Bingung, "Apa yang sebenarnya yang dimaksud adonan oleh mereka." Pikir Ralin.
Hari sudah mulai siang, Mereka semua langsung menuju keruang makan untuk makan siang bersama.
Setelah makan siang Kevin dan Ralin langsung pergi jalan-jalan, Sedangkan David dan Niah langsung pergi ke kamar untuk istirahat.
Rama, Rehan, Ayu, Ana dan Mami Diana sedang menemani Papi Revan dikamarnya.
"Rama, Ana, Akhirnya kalian sudah menantu." Kata Mami Diana sambil membelai pipi Ana dengan tangannya.
"Ayu, Rehan, Kalian juga segera nikahkan Ralin mumpung papa masih hidup!" Pinta Papi Revan, Ayu langsung duduk dihadapan Papa Revan lalu memeluknya.
"Apa yang papi katakan, Papi harus berumur panjang!" Omel Ayu yang sudah menyayangi papi Revan seperti orangtua kandung sendiri.
Kalau mengingat masalalu, Mami Diana dan Papi Revan memang mertua yang sangat baik dan sangat diidamkan oleh setiap orang.
Obrolan demi obrolan mereka obrolkan, Tawa canda dan kesedihan mereka ceritakan, Ana menceritakan tentang Niah dan Kevin, Ayu juga menceritakan tentang Ralinsyah pada mertua mereka.
Sedangkan Rama dan Rehan hanya duduk, sambil memperhatikan istri-istri mereka dengan penuh senyum kebahagiaan.
Dikamar Raniah.
Kakek Revan dan Nenek Diana, Mereka sengaja menyiapkan kamar masing-masing untuk cucu-cucu mereka. Karena agar muda jika mereka berkunjung mereka bisa menempati kamar mereka masing-masing.
"Niah kamu tadi memanggilku apa? Suamiku?" David mendekat kearah Niah lalu berisik ditelinga Niah. Membuat Niah kurang nyaman karena hembusan nafas David bisa Begitu Niah rasakan.
"Aku terpaksa, Karena itu semua dihadapan keluargaku." Kata Niah yang langsung menghindar dari David, Namun David langsung menarik tangan Niah.
"Kenapa kamu menghindar? Apa kamu takut pada suamimu sendiri." David kembali menggoda Niah membuat Niah semakin risih.
__ADS_1
Niah langsung mendorong David, Lalu menginjak kaki David membuat David merintih kesakitan.
"Niah....." Teriak David.
"Apa? Aku mau mandi!" Ketus Niah yang langsung masuk kedalam kamar mandi.
Niah terdiam sesaat kini Niah berusaha mengatur detak jantungnya, Yang berdetak lebih kencang dari biasanya.
"David ini apa-apaan sih? Dia yang membuat janji konyol tapi dia juga yang terus berusaha mendekatiku." Pikir Niah.
Dengan pikiran yang sedang kacau, Niah langsung mandi sedangkan David duduk ditepi ranjang sambil memegangi kaki yang sakit karena diinjak oleh Niah.
"Dasar istri kurang ajar, Suami sendiri diinjak kakinya." Kesal David sambil memegangi kakinya.
David berjalan menuju ke lemari kamar Niah, Lalu David membukanya karena merasa penasaran dengan isinya.
David membuka lemari pakaian Niah, Lalu mengeceknya, "Baju dia disini banyak sekali, Tapi dia dijalan heboh gara-gara tidak membawa baju, Dasar wanita itu memang rempong." Batin David.
David memilah-milah pakaian Niah, Banyak dress-dress cantik dan bermacam-macam baru tidur yang lucu dan terbuka. Membuat David hanya geleng-geleng kepala.
"Aduh dasar gadis b*doh belum menikah saja kamu sudah menyimpan baju-baju tidur sexy seperti ini." Batin David yang terus memperhatikan baju tidur tersebut, Dengan kasar David langsung menelan ludahnya.
David menaruhnya kembali baju tidur tersebut, Lalu membuka lemari sebelahnya betapa terkejutnya David karena isinya pakaian laki-laki seperti kemaja, Celana dan dalaman pria. David langsung ternganga dan terus menggelengkan kepalanya.
"Niah ini pakaian siapa? Apa ada laki-laki lain yang pernah menidurimu? Lalu kamu menaruh pakaian dia dalam lemari pakaianmu untuk kenang-kenangan." Pikiran David mulai traveling kemana-mana.
Rasanya David sudah sangat kesal sekali, Karena wanita yang baru saja kemarin dinikahin ternyata menyimpan banyak pakaian laki-laki di dalam lemarinya.
David langsung duduk ditepi ranjang, Kini wajahnya sudah memerah karena rasa kesalnya.
"Berapa banyak laki-laki lain yang pernah tidur denganmu, Sampai ada banyak baju laki-laki dilemari pakaianmu Niah." Teriak David dalam hatinya.
Niah yang baru saja keluar dari kamar dengan handuk kimononya, Merasa bingung karena David menatapnya dengan tatapan kesal bahkan ingin menerkamnya.
"Niah....." Teriak David yang membuat Niah kaget, Niah langsung mendekati David lalu bertanya.
"Ada apasih teriak-teriak," Bentak Niah tanpa rasa bersalah sama sekali.
"Kamu bilang kenapa? Katakan padaku laki-laki mana saja yang sudah menidurimu." Dengan tatapan kesal David bertanya pada Niah.
Niah terus menatap David tanpa menjawab pertanyaan dari David.
Kira-kira pakaian laki-laki yang ada didalam lemari Niah, Pakaian siapa ya?
BERSAMBUNG 🙏
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😊