
Dikantor Rama, Rama sedang sibuk dengan kerjaannya. kini Rama dibantu oleh Alvin salah satu orang kepercayaan Rama. karena Bagas sedang libur kerja gara-gara ulah manja istrinya.
"Vin, kamu sudah menyiapkan keperluan untuk metting hari ini?" tanya Rama.
"Sudah Tuan, kita berangkat sekarang" ajak Alvin.
Setelah semuanya siap kini Rama dan Alvin langsung menuju ke tempat metting.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, Akhirnya Rama dan Alvin sampai ditempat tujuan.
Direstauran XX
Seorang wanita muda nan cantik sudah menunggu Rama, Rama langsung menuju ke tempat wanita itu duduk.
"Selamat siang Nona" sapa Rama dengan menyunggingkan senyum manisnya.
"Tampan sekali!!" gumam wanita tersebut.
"Selamat siang juga Tuan, kenalkan nama saya Vanesa" jawab Vanesa, dengan senyumannya yang begitu genit.
Kini keduanya saling berjabat tangan, namun dengan sengaja Vanesa diam-diam menggegam tangan Rama begitu lama dan itu membuat Rama begitu kesal.
"Maaf Nona Vanesa, bisa tolong lepaskan tangan saya!" pinta Rama, karena Vanesa sengaja mencari-cari kesempatan.
Vanesa melepaskan tangan Rama dengan begitu pelan.
"Vin, kita mulai mettingnya sekarang" pinta Rama, yang kini sudah merasa kesal.
Alvin langsung mempresentasikan semuanya dengan baik, hingga setengah jam kemudian metting selesai.
Setelah semua berkas ditanda tangani, Akhirnya perusahaan mereka sudah sepakat untuk bekerja sama.
"Tuan Rama, tampan sekali" puji Vanesa, dengan nada yang dibuat-buat.
"Terimakasih" jawab Rama cuek.
Vanesa diam-diam memegang tangan Rama dengan tangannya, Rama langsung mengibaskan tangan Vanesa dengan kasar.
"Maaf Nona, Saya sudah menikah jadi mohon jaga sikap Anda" kata Rama yang penuh dengan penegasan.
"Vin, kita balik ke kantor sekarang ya" kata Rama pada Alvin.
"Nona Vanesa, terimakasih atas waktunya" kata Rama, dengan begitu sopan.
Rama dan Alvin, langsung pergi meninggalkan Vanesa yang masih duduk.
"Dasar sombong sekali Dia, Aku yakin laki-laki sepertimu pasti punya banyak wanita" gumam Vanesa yang merasa kesal.
Rama dan Alvin langsung menuju ke kantor.
Skip
Rama dan Alvin sudah sampai kantor, kini keduanya kembali sibuk diruangan masing-masing.
"Vin, nanti Kamu urus ini ya" Rama menyuruh Alvin untuk menyelesaikan salah satu tugas Bagas yang harus selesai hari ini.
"Baik Tuan" jawab Alvin, yang langsung menerima map tersebut.
Skip
Waktu menunjukkan pukul 5 sore, kini menujukan bawah mereka harus pulang.
__ADS_1
Rehan dan Rama pulang bersama.
"Kamu yang menyetir mobilnya, Han!" pinta Rama, sambil melemparkan kunci mobilnya kearah Rehan.
Rehan menangkap kunci mobil itu dengan tangannya.
Kini Rama dan Rehan sudah berada di dalam mobil, Rehan langsung melajukan mobilnya menuju rumah.
"Kak Rama kenapa? mukanya kok kesal gitu?" tanya Rehan, yang dari tadi melihat muka Rama seperti sedang kesal.
"Habis ketemu sama emaknya cabe" jawab Rama.
Rehan melihat kearah Rama dengan tatapan wajah yang begitu binggung.
"Emangnya cabe punya emak?" tanya Rehan.
"Wanita mana yang habis Kakak temui?" tanya Rehan, yang tau pasti Kakaknya habis bertemu dengan wanita yang membuatnya kesal.
"Diamlah Kau Han" kesal Rama, yang langsung memejamkan matanya.
Setelah menempuh perjalanan dari kantornya akhirnya Rama dan Rehan, sampai dirumahnya.
Rehan memarkirkan mobilnya, sedangkan Rama turun lebih dulu dari mobil lalu meninggalkan Rehan.
Melihat Ana sedang berdiri di dapur, Rama langsung memeluknya dari belakang.
"Rama, ada Bibi di depan kita" omel Ana.
"Tidak apa-apa Nona Ana" saut Bibi.
"Itu Bibi saja tidak masalah" timpal Rama.
"Bibi, Ana ke kamar dulu ya" pamit Ana pada Bibi yang sedang sibuk memotong sayuran.
Dikamar Rama
Rama langsung merebahkan tubuhnya di sofa yang ada dikamarnya, lalu menarik tangan Ana agar duduk disebelahnya.
"Katakan ada apa?" tanya Ana.
"Aku hanya sedang merindukan istriku saja" jawab Rama.
"Dasar Kamu ini, setiap hari kita bertemu masih saja merindukan" omel Ana, sambil mencubit hidung Rama.
Rama langsung mencium pipi Ana dengan lembut.
"Karena Kamu istriku, jadi Aku selalu merindukanmu" jawab Rama.
"Mandilah dulu, Aku akan menyiapkan baju ganti untukmu" pinta Ana.
Rama langsung melepaskan jasnya, lalu pergi menuju kamar mandi sedangkan Ana sedang mengambil baju ganti untuk Rama.
Dikamar Rehan.
Ayu baru selesai mandi, setelah berganti pakaian kini Ayu duduk didepan meja rias untuk merias dirinya, sambil menunggu Suaminya pulang. tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.
"Sayang..." panggil Rehan.
"Suamiku, Kamu sudah pulang" kata Ayu, yang langsung menghambur ke pelukan Rehan.
"Kenapa Kamu dikamar saja?" tanya Rehan.
__ADS_1
"Aku habis mandi, tadi seharian berkebun dengan kakak ipar" jawab Ayu.
Ayu melepaskan pelukannya dari tubuh kekar Rehan. lalu melepaskan jas suaminya dari tubuhnya.
"Mandilah dulu" pinta Ayu.
Namun Rehan malah langsung ******* bibir Ayu dengan bibirnya. kini tangan Rehan sudah memegang tangan Ayu agar Ayu tidak memberontak kepadanya.
"Eemmhh" desahan dari mulut Ayu.
Rehan melepaskan lumatannya dari bibir Ayu.
"Sayang, Aku pingin biarkan Aku bermain sebentar denganmu" kata Rehan, yang nafasnya sudah memburu.
"Tapi Kamu...." kata Ayu yang terpotong karena Rehan langsung kembali ******* bibirnya.
Rehan langsung mengangkat tubuh Ayu, lalu mengarah ke pintu untuk mengunci pintu kamarnya.
"Ceklek" Rehan mengunci pintu kamarnya.
Kini Rehan terus melanjutkan aksinya, Rehan langsung merebahkan Ayu diatas sofa tanpa membuka rok yang sedang Ayu pakai, Rehan hanya mengangkat rok Ayu sedikit keatas lalu langsung membuka c***na d**am Ayu lalu membuangnya.
Nafas Rehan makin memburu, desahan dan erangan keluar dari mulut Ayu karena ulah Rehan.
Rehan sedikit menurunkan celananya, lalu langsung mengeluarkan miliknya, kini tangan Rehan langsung membantu miliknya agar masuk kedalam bagian sensitif Ayu.
"Ahh Rehan ...." Ayu memanggil nama Rehan dengan desahannya yang membuat Rehan semakin ganas.
"Nikmatlah sayang..." saut Rehan yang masih berusaha memasukkan miliknya.
Setelah beberapa lama akhirnya milik Rehan masuk dengan sempurna ke milik Ayu.
"Ahhhcchhh ahhhcchhh" kini desahan keluar dari mulut keduanya.
Kini Rehan mulai mengeluar masukan miliknya, lalu menghentak-hentaknya dengan keras agar Ayu merasa puas.
"Sayang, Aku mau...." kata Ayu yang kembali terpotong karena Rehan memotongnya.
"Tahanlah sebentar lagi sayang" pinta Rehan, yang masih terus menghentakkan miliknya.
Sampai beberapa menit berlalu, akhirnya Rehan dan Ayu sama-sama mencapai puncaknya, Rehan langsung mengeluarkan cairan hangatnya dirahim Ayu.
Ayu sedang mengatur nafasnya, Rehan sudah mencabut miliknya lalu langsung memakai kembali celananya dengan benar.
Rehan langsung memakai kembali c**ana d**am Ayu lalu membenarkan rok Ayu.
"Maaf sayang, Aku tadi sudah tidak tahan sekali melihatmu yang habis mandi" kata Rehan, yang merasa penuh salah.
Ayu masih merebahkan tubuhnya diatas sofa.
"Tidak apa-apa, asalkan nanti malam tidak minta jatah lagi" ancam Ayu, dengan senyum jailnya.
"Mana boleh seperti itu" protes Rehan.
"Kan ini sudah diambil jatahnya" saut Ayu, sambil tersenyum penuh kemenangan.
Rehan mencium bibir Ayu, lalu meninggalkan Ayu ke dalam kamar mandi.
"Tunggulah Aku mandi sebentar" pamit Rehan.
Ayu hanya menganggukkan kepalanya, Rehan langsung masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
"Rehan, kamu selalu saja melakukan aksimu tanpa persetujuan dariku dulu" gumam Ayu, yang kini sudah membenarkan posisi menjadi duduk.
Bersambung 🙏