
Setelah selesai makan malam dirumah Rama dan Ana. Ayu dan Rehan tidak langsung pulang melainkan mereka bermain dulu dengan Niah.
Ayu sedang asik mengobrol dengan Niah, ntah apa yang Ayu obrolankan pada seorang Bayi hanya Ayu yang tahu.
"Kak Rama, kira-kira nanti Anakku mau diberi nama siapa ya?" tanya Rehan pada Rama.
"Memangnya Kamu sudah tahu jenis kelamin Anakmu, Han?" tanya Ana.
"Belum sih Kak." jawab Rehan sambil tersenyum.
"Dasar, nanti saja kalau sudah tahu jenis kelamin baru kita pikirkan namanya." kata Rama sambil melihat kearah Rehan.
Ayu terus menjaili Niah, sampai Niah menangis.
"Ayu jangan dibuat menangis." omel Rehan.
"Iya iya, maafkan Mami Ayu ya sayang." kata Ayu pada Niah sambil mencium pipi Niah.
Ayu mengendong Niah, lalu dengan senang hati Ayu bernyanyi untuk Niah sampai Niah tertidur.
"Kak, Niah tidur." kata Ayu pada Ana.
"Bawa sini Yu, biar Kakak bawa ke kamar." jawab Ana sambil menerima Niah dari gendongan Ayu.
Ana langsung pergi ke kamar untuk menidurkan Niah diatas ranjang, lalu Ana berkata pada semuanya.
"Kalian lanjutkanlah ngobrolnya, Aku ke kamar dulu." kata Ana pada semuanya.
"Kak Ana, Kita juga mau pulang sudah malam." kata Rehan pada Ana.
Akhirnya Rehan dan Ayu pulang, Ana langsung menuju ke kamarnya, sedangkan Rama mengantar Ayu dan Rehan kedepan. setelah Ayu dan Rehan pergi Rama langsung mengunci pintu rumahnya, lalu langsung menyusul Ana ke dalam kamarnya.
Dirumah Bagas dan Alena.
Alena sedang berbaring diatas tempat tidurnya, sedangkan Bagas yang sibuk menjaga Kenan.
Dalam hal ini Bagas harus siap menjadi Suami yang siaga, mengingat Alena melahirkan secara Caesar jadi Alena belum terlalu banyak gerak dulu.
"Eaaakk...eeahhk.." suara tangisan Kenan.
Bagas langsung beranjak dari tempat tidurnya, lalu langsung mengambil Kenan yang ada didalam BOK Bayi.
"Sayang Anak Papa, kenapa Kamu menangis Nak?" tanya Bagas sambil terus berusaha menenangkan Kenan.
"Sayang, mungkin Kenan buang air kecil atau Mungkin Dia haus pingin nyusu." kata Alena pada Bagas.
Dengan cepat Bagas langsung menaruh Kenan diatas ranjang tempat tidurnya, lalu Bagas mengecek pampers Kenan.
"Pampres masih kering Kok sayang." kata Bagas pada Alena.
"Mungkin Dia haus, bawa kemari biar Aku susuin dulu!" pinta Alena.
Bagas langsung memberikan Kenan pada Alena, lalu Alena langsung menyusui Kenan, setelah menyusu akhirnya Kenan langsung berhenti menangis.
__ADS_1
"Kamu benar, ternyata Kenan haus." kata Bagas sambil terus melihat kedua penuh bahagia.
Bagas terdiam, sambil melihat Alena dan Kenan.
"Aku bersyukur Allah menyelamatkan keduanya, coba kalau salah satu dari kalian meninggalkanku, Aku tidak tahu apa yang akan terjadi." gumam Bagas.
Bagas sangat bahagia sekali, karena melihat Alena dan Kenan sekarang merekalah yang menjadi semangat dalam hidupnya.
"Ken, sudah tidur." kata Alena.
"Sini biar Aku taruh di BOK bayi." jawab Bagas.
Alena manaruh Kenan disamping dirinya tidur, lalu Alena berkata pada Bagas.
"Biar Dia tidur ditengah-tengah Kita suamiku." kata Alena sambil melihat kearah Bagas.
Bagas tersenyum pada Alena, lalu membaringkan tubuhnya disamping Kenan.
"Kamu juga tidurlah! pasti Kamu kecapean, biarkan Kenan Aku yang menjaganya." kata Alena pada Bagas.
Bagas mulai memejamkan matanya, Karena memang dirinya juga sangat lelah dan ngantuk sekali.
"Sekarang Aku punya dua jagoan yang kelak akan melindungiku dan menghiasi hidupku." kata Alena penuh rasa syukur.
Karena Bagas dan Kenan tidur, Alena juga ikut tertidur.
Dirumah Rehan Dan Ayu.
Ayu dan Rehan tadi baik-baik saja dirumah Rama, namun ntah karena apa? Rehan tiba-tiba kesal dengan Ayu.
"Kamu kok gitu sih." kata Rehan pada Ayu.
"Gitu apa sih Han? jelas-jelas Aku tidak membalas komentar laki-laki itu." jawab Ayu yang tidak mau salah.
"Lagian Kamu pake posting foto yang begitu cantik, jadi banyak laki-laki yang memujimu bahkan mereka menggodamu." kata Rehan dengan begitu kesal pada Ayu.
Ayu menyerahkan ponselnya pada Rehan,lalu berkata pada Rehan.
"Ini hapus saja, lagian Kamu cuma gara-gara komen kaya gitu saja ngambek." kata Ayu sambil memberikan ponselnya pada Rehan.
"Tetap saja mereka laki-laki, Aku tidak mau wajah cantik istriku dinikmati oleh laki-laki lain." jawab Rehan dengan begitu tegas.
Akhirnya Rehan menghampusi semua postingan Ayu yang ada disalah akun media sosial Ayu. Rehan hanya menyisakan foto-foto Ayu yang berdua dengan dirinya.
"Ini udah, jangan posting foto-foto cantik lagi atau Aku akan menghancurkan ponselmu." Ancam Rehan sambil melihat Ayu.
"Iya iya, Aku tidak akan melakukannya lagi." jawab Ayu sambil memeletkan lidahnya.
"Dasar suami cemburuan, istri sudah berbadan dua saja, masih saja terus cemburu." gumam Ayu.
"Ayo tidur sekarang!" ajak Rehan.
Ayu langsung mengikuti langkah kaki Rehan menuju ke kamarnya, setelah sampai dikamar Rehan langsung menarik Ayu kedalam pelukannya.
__ADS_1
"Kamu hanya milikku sayang." kata Rehan ditelinga Ayu.
"Iya Aku tahu Suamiku." jawab Ayu yang langsung mempererat pelukannya.
"Memangnya Aku mau jadi milik siapa? kalau bukan milik Rehan Ardiyansyah?" gumam Ayu sambil memejamkan matanya.
Rehan terus memeluk Ayu, apalagi karena rasa cemburunya hari ini, membuat Ayu begitu kesal padanya.
Dirumah Rian dan Via.
Via sedang duduk sambil menjaga Vano yang sedang tertidur, Rian yang baru saja keluar dari kamar mandi bertanya pada Via.
"Sayang, kok belum tidur?" tanya Rian yang sudah duduk disamping Via.
"Aku belum ngantuk, Aku kangen sama Kakek." jawab Via sambil memeluk tubuh kekar Rian.
"Sayang, Kita doakan agar Kakek bahagia di surga sana ya." jawab Bagas sambil membelai rambut Via.
"Tidurlah sekarang sudah malam!" kata Rian pada Via.
Via melepaskan dirinya dari pelukan Rian,lalu Via berkata pada Rian.
"Suamiku, apa Kamu akan terus mencintaiku sampai kapanpun?" tanya Via dengan tatapan mata yang begitu serius.
Rian kembali menatap mata Silvia, lalu menjawab pertanyaan dari Silvia.
"Pertanyaan macam apa ini? tentu saja Aku akan terus mencintaimu sampai akhir hayatku." jawab Rian dengan begitu tegas.
Via langsung memeluk tubuh kekar Rian, lalu Rian langsung mengarahkan bibirnya ke bibir Via.
"Cup.." Rian mendaratkan ciuman dibibir Via.
Karena Vano masih tertidur, Via menikmati permainan suaminya agak lama, bahkan Rian terus mencium bibir Silvia sampai dirinya puas.
Sedang nikmat-nikmatnya berciuman tiba-tiba Vano menangis.
"Eeahhk.. Eeahhk..." Suara tangisan Vano.
Via langsung menggigit bibir Rian, agar Rian melepaskan ciumannya.
"Ahh Auh.." rintih Rian.
"Maaf sayang, Vano menangis jadi Kita lanjutkan nanti lagi ya." kata Via sambil tersenyum.
Via langsung mengambil Vano, lalu menggendongnya. sedangkan Rian merasa sangat kesal.
"Vano, Kamu bangun disaat yang tidak tepat Nak, padahal Papa tadi berencana mengajak Mamamu membuatkan adik Untukmu." kata Rian sambil memegangi bibirnya.
Via sedang menenangkan Vano, jadi tidak mendengarkan perkataan Rian.
Bersambung 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
__ADS_1