
Setelah beberapa tahun berlalu, kehidupan Niah dan David sangat bahagia. Anak kembar mereka juga tumbuh cantik dan sehat.
Khalisa dan Shakila, mereka sudah bisa bermain lari-larian bersama, masak-masakan bersama, tidak jarang mereka juga sering meributkan hal sepele, apalagi kalau mereka memakai baju yang berbeda pasti salah satu di antara akan ngambek. Jadi David dan Niah selalu membelikan apa-apa yang kembar agar keduanya tidak saling ngambek.
Malam ini, Niah dan David mengadakan acara ulang tahun sih kembar saat ini mereka sudah berusia 2 tahun.
Malam yang begitu terang bulan, taman yang indah itu sudah di hiasi dengan balon-balon cantik dan lilin-lilin cantik.
Keluarga Ardiyansyah semuanya juga hadir, Mami Diana dan Papi Revan juga hadir mereka datang langsung dari luar negeri untuk menghadiri acara ulang tahun cucu kembarnya.
"Mama, apa hari ini Dede ulang tahun?" Tanya Shakila dengan nada suara yang begitu imut.
"Iya nak, malam ini adalah hari ulang kamu dan Kakak Khalisa." Jawab Niah, dia duduk di tengah-tengah kedua putrinya.
Kahlisa dan Shakila sama-sama tersenyum dengan penuh gemasnya keduanya mencium pipi mamanya, David yang melihat hal itu dia tersenyum.
"Van, Vin, Ken, aku ke anak-anakku dan istriku dulu ya." David berlalu pergi dari hadapan mereka, dia berjalan menghampiri anak dan istrinya yang sedang berpelukan seperti Teletubbies.
"Apa, hanya mama yang kalian peluk anak-anak papa?" Cetus David, membuat anak-anaknya melepaskan pelukannya dari mamanya.
"Papa....!" Teriak sih kembar, mereka berlari dan memeluk papanya.
David memeluk kedua anak-anaknya, lalu mengendongnya membawa kembali ke mamanya.
"Ayo acara dimulai, sudah malam!" Kata David sambil tersenyum pada kedua putri kembarnya.
Semua anak-anak sudah berkumpul ada Gavin, Raka, Rey dan anak-anak lainnya. Mereka bertepuk tangan sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun.
Malam ini semua bahagia, mereka yang datang menikmati hidangan yang di sediakan oleh David dan Niah.
Mami Diana dan Papi Revan, mereka tampak bahagia melihat anak-anaknya, cucu-cucunya semuanya bahagia.
"Bersyukur sekali ya mi, kita diberi umur panjang sehingga kita bisa menyaksikan malam yang bahagia ini, lihat mi semuanya berkumpul tanpa terkecuali." Tangis bahagia Papi Revan pecah begitu saja.
Sorot Mami Diana juga tidak kalah bahagia, matanya tampak berbinar-binar karena rasa bahagia dalam hatinya.
"Iya pi, bahagianya melihat mereka semua, sekarang mereka mereka semua sudah bahagia dengan keluarga kecil mereka masing-masing." Jawab Mami Diana, dia mendekati sang suami lalu memeluk suaminya dengan penuh kasih sayang.
Ana, Rama, Via, Rian, Ayu, Rehan, Alena dan Bagas, mereka juga sangat bahagia melihat anak-anak dan cucu-cucunya bahagia.
Selain melihat kebahagiaan anak-anaknya dan cucu-cucunya, mereka juga menjadikan malam ini sebagai malam reuni untuk persahabatan mereka yang selama ini mereka jalin dengan baik.
David, Niah, Vano, Vina, Kevin, Valin, Kenan dan Ralin. Mereka semua sedang duduk bersama sambil memperhatikan anak-anak mereka semua yang sedang asik bermain.
"Tidak terasa, kita semua sudah berkeluarga." Kata Niah dia tersenyum pada suaminya, David juga membalas senyum istrinya dengan senyum bahagianya.
__ADS_1
"Iya kak, kita juga sudah punya anak." Sambung Ralin, dia melihat anaknya yang sedang asik bermain dengan yang lainnya.
"Kita harus membesarkan anak-anak kita dengan baik, agar mereka bisa seperti kita menjadi sahabat." Kata Vano sambil senyam-senyum membayangkan jika anak-anaknya sudah besar nanti.
Valin hampir menangis, matanya sudah sangat berkaca-kaca karena merasa sangat bahagia, dirinya yang gadis yatim piatu bisa menjadi salah satu dari keluarga Ardiyansyah. Siapa yang menyangka, dia yang hanya sebagai sekretaris Kevin dan sekarang dia sudah menjadi istri dari Kevin Putra Ardiyansyah.
"Rasanya sudah tidak sabar menunggu mereka dewasa, terus mereka semua menikah." Timpal Kenan, membuat Ralin tertawa kecil.
"Mudah-mudahan, saat mereka dewasa nanti kita masih bisa bersama-sama dengan mereka, melihat mereka menikah dan punya anak." Sambung Vina, sorot matanya penuh dengan harapan baik.
Malam semakin larut, banyak tamu yang sudah pulang anak-anak mereka juga mengeluh meminta pulang karena mereka sudah mengantuk.
Semua pulang dari tempat acara ke rumah masing-masing.
David dan Niah.
David baru selesai mandi, sih kembar sudah lelap tertidur karena sangking lelahnya, Niah juga sudah tertidur di samping anak-anaknya.
David yang baru berganti pakaian dengan baju tidur, dia tersenyum lalu membelai pipi Niah dengan lembut, merasakan adanya belaian perlahan-lahan Niah membuka matanya dan langsung tersenyum melihat suaminya tersenyum.
"Maaf, aku ketiduran." Kata Niah, dia membenarkan posisinya menjadi duduk.
David berpindah tempat duduk, kini dia duduk di samping Niah, dia memegang tangan Niah dengan penuh cinta.
"Istriku, terimakasih untuk kasih sayang dan cintamu selama ini, terimakasih juga kamu sudah menjadi ibu dari anak-anakku." Kata David, dia membawa Niah masuk ke dalam pelukannya.
Mereka sama melepaskan pelukannya, kini mereka berbaring di samping anak-anaknya mereka, kini Khalisa dan Shakila berada di tengah-tengah David dan Niah.
Pada akhirnya Niah dan David hidup bahagia bersama dua putri kembarnya, keluarga kecil mereka begitu harmonis.
Biarpun awal menikah mereka di jodohkan, pada akhirnya perjodohan itu membuat mereka saling mencintai satu sama lain.
Vano dan Vina.
Vano dan Vina sedang tidur, kini Rey berada di tengah-tengah mereka.
Vano menatap Vina dengan tatapan penuh cinta, membuat Vina tersenyum bahagia.
"Sayang, terimakasih sudah melahirkan anakku dan menjadi ibu dari anakku." Kata Vano, dia mengangkat kepalanya lalu mengarahkan bibirnya ke kening Vina, dia mencium kening Vina dengan hangat.
"Sama-sama suamiku," Jawab Vina, dia memeluk anaknya dan Vano juga memeluk anaknya.
Kini keduanya sama-sama tersenyum bahagia, melihat yang tidur begitu nyenyak.
"Aturan, kita buatkan adik untuk Rey!" Kata Vano sambil senyam-senyum jail pada Vina.
__ADS_1
"Sudahlah sayang, sudah malam ayo tidur!" Jawab Vina dengan lembut.
Pada akhirnya, keluarga kecil Vina dan Vano bahagia dan mereka dikaruniai satu anak yang diberi nama Reynaldi Hardiyanto.
Kevin dan Valin.
Setelah anaknya terlelap tidur, Valin dan Kevin memadukan cinta mereka di atas sofa yang ada di dalam kamar mereka.
Kevin sungguh bersemangat, karena dia masih berharap untuk punya anak lagi, biar nanti rumahnya tidak sepi.
Valin terus mendesah keenakan menikmati permainan suaminya, Setelah selesai Valin dan Kevin segera memakai baju-baju mereka.
"Sayang, masih pingin." Kata Kevin dengan begitu manja.
"Takut Gavin nangis, lain kali saya sayang!" Jawab Valin, saat sedang ehem-ehem dia sangat takut anaknya terbangun gara-gara mendengar desahannya.
Pada akhirnya keluarga kecil Kevin dan Valin juga bahagia, mereka dikaruniai satu anak yang diberi nama Gavin Putra Ardiyansyah. Tapi Kevin masih pingin nambah anak lagi cuma belum berhasil sampai saat ini.
Kenan dan Ralin.
Kenan dan Ralin, mereka adalah pasangan yang begitu menggemaskan. Sungguh Ralin yang manja, Kenan yang selalu mengalah membuat mereka bisa saling melengkapi.
"Sayang, jagalah Raka sebentar!" Suruh Ralin, dia sedang sibuk merias dirinya biar cantik.
"Raka sudah tidur, kamu ngapain sih sayang dari tadi tidak udah-udah?" Tanya Kenan, raut wajahnya tampak kesal.
Kenan beranjak dari tempat duduknya, dia pergi menuju ke tempat Ralin sedang duduk.
Dengan lembut, Kenan membenamkan wajahnya di leher jenjang Ralin, sekali-kali dia menciumi leher Ralin dan menggigitnya hingga meninggalkan bekas merah disana.
"Sayang, jangan nakal! Raka masih terlalu untuk punya seorang adik." Cegah Ralin, agar Kenan tidak melakukan lebih.
Kenan itu sama seperti Kevin, dia masih ingin punya anak lagi. Ralin saja kadang marah-marah jika suaminya mengeluarkan cairan hangatnya di dalam rahimnya. Tapi beberapa kali nembak, untungnya belum gol juga dan sampai saat ini belum ada tanda-tanda ke hamilan pada Ralin.
Pada akhirnya Ralin dan Kenan juga hidup bahagia bersama satu anaknya yang diberi Nama Raka Putra Kenan.
Pada akhirnya mereka bahagia, persahabatan yang mereka jalin begitu indah dan semua keluarga kecil mereka juga bahagia dengan keluarga yang lengkap.
TAMAT
"Terimakasih buat para pembaca setia yang sudah mengikuti cerita ini sampai akhir, karena dukungan dari kalian semuanya akhirnya Author bisa menyelesaikan cerita Author sampai tamat 😊
Mudah-mudahan suka dengan cerita yang Author buat. Ditunggu ya kakak-kakak semuanya karya baru Author dengan judul.
"Menikah kontrak 100 hari"
__ADS_1
Sambil menunggu karya baru, baca yuk karya Author yang laninya juga 🙏