
Ana dan mami sedang asik mengobrol, rehan sedang duduk sambil bermain ponselnya sedangkan via mengajak rama keruangannya untuk membacakan hasil tes minuman yang telah diminum ana waktu ditempat acara kantor.
"Rama, ikutlah keruanganku aku ingin bicara denganmu" ajak silvia, sambil menunjukkan amplop yang ada ditangannya.
"Baiklah, mami aku ruangan silvia dulu, ana aku kamu sama mami sama rehan dulu ya sayang" ucap rama pada via, mami dan ana.
"Iya sayang" jawab ana dan mami bersamaan.
Rama pun langsung mengikuti langkah kaki silvia untuk menuju ruangan silvia.
Diruangan kerja silvia.
Silvia pun duduk dikursi kerjanya, silvia juga mempersilahkan rama untuk duduk.
"Duduklah ram, aku akan membacakan hasil tes dari minuman yang ana minum" ucap silvia sambil membuka amplop tersebut dan mengambil selembar kertas yang ada didalamnya.
Rama pun mendengarkan apa yang dijelaskan oleh silvia dengan begitu detail.
"Rama, dites ini minuman itu mengandung obat penggugur kandungan dan dosisnya juga agak besar, beruntung ana dan bayinya tidak apa-apa rama mereka kuat" ucap silvia pada rama dengan penuh ketegasan.
__ADS_1
Rama pun mencerna setiap penjelasan dari via dengan baik.
"Kamu bilang, obat yang dimasukkan kedalam minuman ana itu obat penggugur kandungan. tapi via kehamilan ana tidak ada orang luar yang tau hanya keluarga saja tau" ucap rama yang memang tidak mengumbar kehamilan ana selama ini.
"Aku yakin rama, ini semua pasti udah direncanakan dan pasti lebih dari satu orang. oh iya kamu bilang kehamilan ana hanya keluarga saja ya tau, apa dirumahmu ada CCTV ram?" tanya via ingin tau.
"CCTV ada via, aku memasang cctv disetiap ruangan dirumahku hanya saja aku tidak pernah mengecek apa saja yang terjadi dirumahku melalui cctv itu" ucap rama, yang memang terlalu malas untuk mengecek cctv dirumahnya apalagi dirumahnya hanya keluarganya saja yang tinggal jadi rama selalu percaya dengan semuanya.
"Kamu cek cctv dirumah kamu dan pantau semuanya, nanti kita juga harus mengecek ditempat acara kemarin aku yakin orang yang memberikan obat tersebut pasti akan terlihat di cctv" ucap via dengan kepintaran yang dimiliki oleh dirinya.
"Baiklah via, aku akan selidiki semuanya terimakasih ya via aku pergi dulu" ucap rama, lalu langsung pergi meninggalkan via diruangan.
"Rama, kenapa kamu begitu terburu-buru?" tanya rian, yang melihat ternyata yang tabrakan dengan dirinya ada rama.
"Rian, kebetulan kamu datang ikutlah denganku sekarang" ucap rama, langsung menarik tangan rian, rian pun mengikuti langkah rama.
"Tapi rama, ini makan siang untuk ana dan via bagaimana?" tanya rian yang merasa kebingungan.
Rama pun mengambil makanan tersebut dan langsung memberikan pada suster yang lewat didepannya.
__ADS_1
"Sus, tolong berikan ini pada dokter silvia ya bilang saja dari tuan rian" ucap rama, yang langsung meninggalkan suster tersebut dengan terburu-buru.
Suster tersebut pun merasa bingung tapi langsung pergi membawa makanan tersebut keruangan silvia.
Dimobil rama.
"Rama katakan padaku apa yang membuatmu begitu terburu-buru seperti ini?" tanya rian sambil membenarkan posisi duduknya.
"Bantu aku selidiki semuanya rian, soalnya bagas sedang berada diluar kota" ucap Rama tiba-tiba.
"Selidiki kejadian pada ana?" tanya rian memastikan.
Rama pun menganggukkan kepalanya pada rian dengan cepat.
"Baiklah, ayo kita selidiki semuanya rama aku akan membantumu" ucap rian penuh semangat.
Rama pun langsung menuju Kerumahnya sesuai dengan arahan via, bahwa rama harus mengecek cctv dirumahnya.
Bersambung...
__ADS_1
Terimakasih ya, buat yang sudah membaca memberikan like, komen, vote dan rate, terimakasih untuk dukungannya buat author ππ maaf ya kalau author suka up nya lama soalnya authornya kalau jam segini masih kerjaππ