Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
217. Nonton bareng.


__ADS_3

Keesokan harinya.


Dirumah Bagas dan Alena.


Bagas sudah siap untuk berangkat kerja sedangkan Alena pagi ini sedang berada didapur untuk menyiapkan sarapan buat suaminya.


Setelah semua masakan sudah matang, Alena langsung menyiapkan semua makanannya dimeja makan.


"Akhirnya selesai juga" ucap Alena dengan nada senang.


Apalagi pagi ini Alena pertama kali menyiapkan sarapan buat suaminya, sebagai pengantin baru.


Bagas baru saja keluar dari kamarnya untuk menuju ketempat makan.


Ditempat makan.


Bagas menghampiri istrinya yang sudah menunggunya dimeja makan.


"Selamat pagi sayang!!" sapa Bagas, sambil mencium kening Alena dengan lembut.


"Selamat pagi suamiku!!" balas Alena dengan nada mesra.


"Sarapan dulu sayang!!" suruh Alena.


Bagas langsung duduk dikursi meja makan dan Alena langsung mengambilkan nasi dan beberapa lauk untuk suaminya.


"Makanlah yang banyak sayang!!" suruh Alena, sambil meletakkan piring yang sudah berisi makanan di depan Bagas.


Bagas tersenyum, karena merasa bahagia.


"Ternyata punya istri itu begitu menyenangkan!! setiap pagi ada nyiapin sarapan, tidur ada yang nemenin, setiap pagi ada yang bangunin tidur!!" Guman Bagas dalam hati, yang saat ini merasakan kebahagiaan.


Bagas menikmati sarapannya dengan begitu tenang, tiba-tiba Alena bicara pada Bagas.


"Sayang, nanti jangan lupa ya bilang pada Rama dan yang lainnya!!" suruh Alena, mengingatkan tentang semalam.


"Iya sayang aku ingat nonton bareng kan!!" jawab Bagas dengan tegas.


Alena menganggukan kepalanya.


Setelah selesai sarapan Bagas langsung menuju ke kantornya.


Setelah menelusuri perjalanan yang begitu rame, akhirnya Bagas sampai dikantornya.


Dikantor Rama.


Rama sudah berangkat dari tadi pagi, karena kemarin libur jadi hari ini Rama berangkat lebih cepat dari biasanya.


Rian juga pagi-pagi sekali sudah datang ke kantor Rama, ntah ada apa Rian pagi-pagi datang menemui Rian.


"Tumben pagi-pagi sekali kamu datang ke kantorku!! katakan ada apa?" tanya Rama tanpa basa-basi.


Rian yang saat ini sudah duduk di sofa yang ada diruangan kerja Rama, Rama juga sudah duduk disampingnya Rian.


"Ram, ceritakan padaku waktu masa ngidam Ana itu seperti apa?" tanya Rian dengan nada lesu.


Rama hanya tertawa mendengar pertanyaan dari Rian.


"Apa kamu kuwulahan menghadapi ngidamnya Via saat ini?" Rama balik bertanya pada Rian.


"Hey, kau ini malah balik bertanya!!" kesal Rian.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu!!


"Tok..tok!!" suara ketukan pintu.


"Masuklah!!" jawab Rama.


Bagas membuka pintu ruangan Rama.


Rian terkejut melihat Bagas yang datang.


"Bagas!!" panggil Rian dengan nada terkejut.


"Kapan kamu kembali dari bulan madumu?" tanya Rama Ingin tau.


"Iya tuan Rian?" saut Bagas.


"Kemarin tuan Rama!!" jawab Bagas.


Bagas tersenyum penuh arti, Rian yang melihat Bagas tersenyum langsung bertanya.


"Kamu kenapa?" tanya Rama dan Rian bersamaan.


"Kebetulan tuan Rian dan tuan Rama sedang bersama, nanti malam datanglah kerumaku!! Alena mengundang kalian untuk menonton bersama" ucap Bagas dengan sopan.


"Baiklah kita akan datang!!" jawab Rian dan Rama secara bersamaan.


Rehan yang sedari tadi berdiri di ambang pintu langsung menimbrung.

__ADS_1


"Apa hanya mereka berdua yang diundang kak Bagas??" tanya Rehan tiba-tiba.


"Lalat pengganggu datang!!" celetuk Rama.


"Kamu juga datanglah, ajak ayu juga!!" ucap Bagas.


"Baiklah kak Bagas!!" jawab Rehan.


"Obat nyamuk, aku pamit pulang cepat!! aku mau menjemput ayu!!" ucap Rehan.


"Dasar adik kurang ajar!!" kesal Rama.


"Hahaha!!!" Rehan tertawa penuh kemenangan.


"Selesaikanlah pekerjaanmu!! lalu langsung pergi jemput Ayu!!" pinta Rama.


"Baiklah kak Rama!!" jawab Rehan, yang langsung pergi meninggalkan ruangan Rama tanpa berpamitan lebih dulu.


Rama hanya menggelengkan kepalanya.


"Kita jadikan Rehan bahan olok-olokan buat nanti malam!!" ucap Rian tiba-tiba.


"Hahaha kamu benar!!" jawab Rama.


"Ide bagus!!!" timpal Bagas.


Setelah obrolan mereka selesei, Rian segera pamit dan langsung pergi menuju kantornya sedangkan Rama dan Bagas langsung kembali mengerjakan pekerjaannya.


"Bagaimana bulan madumu kemarin" tanya Rama Ingin tau.


"Sangat menyenangkan tuan!!" jawab Bagas.


Bagas kembali keruangannya untuk segera menyelesaikan pekerjaannya yang lumayan menumpuk.


Sore hari kemudian, Rehan pulang lebih dulu untuk menjemput Ayu, Rama juga langsung pulang, Bagas juga langsung pulang menuju Kerumahnya.


Setelah melewati perjalanan yang lumayan macet akhirnya Rama sampai dirumah, Bagas juga sudah sampai rumah. Rumah Rama dan Bagas sangat dekat karena permintaan Bagas untuk hadiah pernikahannya dari Rama.


Dirumah Bagas dan Alena.


Alena sudah menyiapkan beberapa cemilan buat nonton bareng nanti malam bersama para sahabatnya.


Dirumah Rama dan Ana.


Rama sudah mandi dan sudah berpakaian rapi, Ana sedang duduk diruang tengah.


"Sayang, ayo kerumah Bagas!!" ajak Rama.


Rama langsung menarik tangan istrinya dengan lembut untuk segera datang kerumah Bagas dan Alena.


Tidak butuh waktu lama hanya jalan kaki karena rumah Bagas berada di depan rumah Rama.


Sampailah dirumah Bagas dan Alena.


"Tok..tok!!" Rama mengetuk pintu.


Bagas berlari untuk membukakan pintu rumahnya.


"Tuan Rama, nona Ana silahkan masuk!!" ajak Bagas.


Rama dan Ana mengikuti Bagas untuk masuk kedalam rumahnya.


"Mana yang lain?" tanya Rama.


"Belum datang tuan!!" jawab Bagas.


Alena langsung menarik tangan Ana untuk duduk disampingnya.


"Ana, bersyukur sekali kita punya rumah yang begitu dekat!!" ucap Alena.


"Iya kamu benar!!" jawab Ana.


Dirumah Rian dan Via.


Rian dan Via sudah berangkat dari rumahnya untuk menuju kerumah Bagas dan Alena.


Ayu dan Rehan.


Ayu dan Rehan baru saja sampai dirumah Bagas dan Alena.


"Tok..tok!!" Rehan dan ayu mengetuk pintu.


"Masuklah, pintunya tidak dikunci!!" jawab Bagas dengan nada keras.


Ayu dan Rehan langsung masuk kedalam rumah Bagas dan Alena.


"Kak Rian dan kak Via mana?" tanya Rehan.


"Belum datang!!" jawab Bagas.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Via dan Rian sampailah dirumah Bagas.


tanpa mengetuk pintu lebih dulu Rian dan Via langsung masuk kedalam rumah Bagas, sengaja karena mereka ingin mengagetkan yang lainnya.


"Dooorrrr....!!!!" Rian dan Via mengangetkan mereka.


"Rian, Via kalian mengagetkan saja!!" kesal Rama.


"Semuanya sudah datang!!" ucap Rehan.


"Saatnya nonton bareng!!" timpal Alena nada semangat.


Akhirnya Bagas, Alena dan yang lainnya langsung menuju ke halaman belakang untuk nonton bareng. dihalaman belakang Alena sudah menyiapkan semuanya termasuk cemilan untuk mereka menonton nanti. bahkan Alena juga menyiapkan bahan-bahan untuk BBQ an karena siapa tau setelah nonton bareng mau lanjut dengan acara BBQ an.


Semuanya duduk dengan tenang, flim sudah dimulai. malam ini Bagas dan Alena sengaja menyetel flim romantis.


Adegan demi adegan dimulai berbagai kata-kata terlontar dari mulut mereka.


"So sweet banget!!" puji Alena yang melihat adegan ciuman diflim tersebut.


"Aku juga mau!!" celetuk Via.


"Ana nanti sebelum tidur kita praktekkan ya!!" ajak Rama.


"Rama jangan bicara seperti itu!!" pinta Ana.


"Via adegannya bikin aku pingin cepet-cepet pulang!!" ucap Rian.


"Rian, jangan seperti itu kasian yang belum menikah!!" sindir Via.


"Ayu, sepertinya kita salah ikut hadir ditengah-tengah mereka!!" sesal Rehan.


"Yang masih pengantin baru, nanti malam pasti langsung praktekin adegan diflim ini!!" celetuk Rian dengan jail.


"Iyalah pasti, wajar masih anget!!" timpal Rama.


"Kasian yang belum menikah!!" jawab Bagas dengan tawanya.


Rehan dan Ayu hanya diam saja dengan mendengarkan berbagai kata-kata untuk mereka yang terucap dari para seniornya malam ini, malam ini Rehan benar-benar menjadi bahan olok-olokan mereka semua.


Adegan film semakin panas dan kali ini adegan diranjang.


Rehan langsung menggelengkan kepalanya.


"Aku rasa kak Bagas dan Alena salah menyetel flim!!" keluh Rehan, yang merasa kesal apalagi dirinya saat ini belum menikah.


"Tidak ada yang salah, kamu saja yang salah belum menikah!!" jawab Rama dengan tawanya.


"Segeralah menikah!!" celetuk Alena.


"Sayang adegannya bikin pingin!!" ucap


Bagas.


"Bagas, kamu benar!!" timpal Rian.


Kali ini Rama hanya diam, apalagi saat ini istrinya sedang hamil besar jadi melihat adegan film tersebut hanya bisa menelan ludahnya saja.


"Ram, sabar ya!! kamu puasa saja dulu!!" ucap Rian dengan kejailannya.


"Aku yakin setelah pulang dari kalian langsung tidur!!" doa Rama.


Rian dan yang lainnya tertawa bersamaan.


"Kita nanti malam mau begadang!!" jawab Rian dengan tawanya.


"Haha aku juga mau ngajak Alena lembur nanti!!" celetuk Bagas.


"Rehan, kamu mau ngajak lembur siapa?" tanya Rian dan Bagas secara bersamaan.


"Siapa lagi? kalau bukan bantal guling!!" jawab Rama dengan tawanya.


"Sabar Rehan, bantal guling masih setia kok!!" timpal Bagas penuh kemenangan.


"Ayu besok kita menikah ya!!" ajak Rehan.


"Iya kalau besok tidak kesiangan!!" jawab Ayu dengan nada bercanda.


"Ayu kamu telpon aku saja biar besok tidak terlambat!!" ledek Rehan.


Semuanya yang ada disitu akhirnya tertawa bersama, karena mendengar ucapan Rehan.


Setelah beberapa jam, akhirnya flimnya selesei.


"Malam ini senang sekali!!" ucap Alena.


"Jangan pada pulang dulu ya, ayo kita BBQ an dulu!!" ajak Alena dengan penuh semangat.


"Baiklah!!" jawab semuanya dengan begitu kompak.

__ADS_1


Akhirnya setelah selesai nonton bareng malam ini mereka lanjutkan dengan BBQ an bersama.


Bersambung


__ADS_2