Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
166. Memecat susi


__ADS_3

Setelah mengetahui semuanya rama pun mengucapkan terimakasih pada pak iwan dan pak ari yang telah membantunya menyelidiki semuanya lewat cctv tv tempat acara kantor kemarin malam.


"Pak iwan, pak ari terimakasih ya sudah membantu saya dalam menyelidiki kasus ini" ucap rama dengan rasa penuh terimakasih.


"Sama-sama tuan rama" jawab pak ari


"Sama-sama tuan rama, saya sangat bisa membantu tuan rama" ucap pak iwan dengan senyum yang begitu tulus.


Rama dan rian pun langsung pamit pada pak iwan dan pak ari dengan begitu sopan.


"Kalau begitu saya dan rian pamit dulu ya pak, terimakasih sekali lagi pak iwan, pak ari" ucap rama dengan penuh rasa sopan, rian menganggukan kepalanya kepada pak iwan dan pak ari, pak ari dan pak Iwan pun membalas anggukan kepala rian.


"Iya tuan rama hati-hati ya" ucap pak iwan dan pak ari secara bersamaan, padahal keduanya tidak sedang janjian.


Rama dan rian pun langsung menuju pintu keluar dan segera berlari menuju parkiran mobilnya, kali ini rama akan langsung pergi kerumahnya untuk segera bertemu dengan susi dan ingin segera memecat susi dari rumahnya.


"Kamu tau ian, tidak akan ada curiga pada susi apalagi dia terbilang masih muda dan sangat santun namun ternyata dia mata-mata dari elina, pokoknya aku akan memecat dia sekarang juga" ucap rama pada rian, yang masih penuh dengan amarah yang menggebu-gebu.


Rian tau bagaimana perasaan sahabatnya untuk saat ini, apalagi nyawa istri dan anak yang ada didalam kandungannya menjadi taruhannya. pasti rama tidak akan maafkan semuanya dengan begitu muda.


"Sabar rama, kita seleseiin semuanya baik-baik, kamu jangan marah-marah terus" ucap rian pada rama, rama pun menghela nafas.


"Iya ian, terimakasih ya sudah membantuku" ucap rama pada rian.

__ADS_1


Setelah beberapa saat sampailah dirumah rama, rama pun langsung turun dari mobilnya dan rian segera memarkirkan mobil.


Rama pun berjalan lebih masuk rumah dan langsung memanggil susi.


"Susi, susi" panggil rama dengan nada agak keras, susi yang sedang berada didapur pun langsung berlari menuju ke rama.


"Iya tuan, ada apa?" tanya susi penasaran, karena memang susi belum tau akan kesalahannya dan rama juga jarang sekali memanggil susi karena setiap rama membutuhkan sesuatu pasti selalu yang dipanggil bibi.


Rian pun sudah selesai memarkirkan mobilnya dan langsung masuk kedalam, rian melihat rama dan susi sedang berdiri diruang tengah rian pun langsung menghampirinya karena takut sesuatu terjadi.


"Susi, aku ingin memecatmu mulai sekarang kamu tidak usah berkerja disini lagi" ucap rama tanpa basa-basi pada susi.


"Tapi tuan, kenapa saya dipecat?" tanya susi ingin tau, karena susi merasa dirinya tidak melakukan kesalahan apapun.


Rian hanya melihat rama saja tanpa bertindak apapun karena menurut rian, rama melakukan hal yang benar sedangkan susi sekarang merasa takut dan tubuhnya gemetaran.


"Tuan... tuan rama maafkan saya, saya melakukan semua ini hanya karena uang tuan" ucap susi, dengan tubuh yang gemetaran karena merasa ketakutan.


"Katakan siapa yang sudah menyuruhmu, maka aku akan memaafkanmu tapi jangan harap untuk aku tidak memecatmu, kamu mengerti" ucap rama dengan nada yang masih sangat marah.


"Non..nona elina tuan yang menyuruh saya memata-matai tuan dan nona ana, karena nona elina sangat membenci nona ana yang sudah merebut tuan dari nona elina. jadi nona elina berniat untuk menyingkirkan nona ana dari hidup tuan, bahkan waktu tau nona ana sedang hamil nona elina ingin sekali membunuh bayi yang ada didalam kandungan nona ana" ucap susi menceritakan semuanya dengan jujur, susi pun mengakui kesalahannya dan menerima pemecatan rama dengan ikhlas.


"Elina, kamu sungguh keterlaluan hanya karena ambisimu kamu tega menyakiti orang yang tidak bersalah apa-apa" ucap rama tidak percaya, karena elina yang kenal sangat baik ternyata tidak punya hati dan perasaan.

__ADS_1


"Tuan, saya tau saya salah maafkan saya tuan. saya juga pantas dipecat tuan dan tidak pantas bekerja dirumah tuan lagi. saya tau tuan rama dan nona ana itu orang yang baik, namun karena uang saya sudah salah menilai kalian, saya minta maaf tuan" ucap susi, yang penuh dengan rasa penyesalan.


Rama pun memaafkan susi namun tetap memecat susi, karena tidak mau sampai kejadian yang sama terulang kembali.


"Aku memaafkanmu namun aku akan tetap memecatmu susi" ucap rama dengan tegas.


Rama pun pergi meninggalkan susi ke dalam kamarnya untuk mengambil uang didalam brangkas untuk menggaji susi. setelah selesai mengambil uang didalam brangkas yang ada didalam kamarnya rama pun kembali keruang tengah untuk memberikan uang gajian tersebut untuk susi.


"Sus, ini gajian kamu, kamu kemasilah semua barang-barangmu dan pergi dari rumahku sebelum ana pulang" ucap rama sambil memberikan uang 1 gepok untuk susi, uang tersebut pun sebesar 10 juta, padahal untuk bulan ini susi belum ada satu bulan kerja.


"Tuan, ini kebanyakan" ucap susi, sambil memberikan kembali uang kelebihannya pada rama, namun rama tidak mau menerimanya.


"Ambil saja sus, itu bonus buat kamu dan ingat jangan mau jadi mata-mata orang lagi apalagi sampai harus berbuat jahat, karena itu bisa mematikan rejekimu sendiri mulai sekarang kamu hiduplah lebih baik sus kamu masih muda" ucap rama, susi pun terharu meneteskan air matanya.


"Terimakasih tuan" ucap susi, susi pun meninggalkan rama sambil menangis menyesali semua perbuatannya.


Rama pun merebahkan tubuhnya di sofa yang ada diruang tengah, rian pun ikut duduk.


"Apa aku salah melakukan semua ini?" tanya rama tiba-tiba.


"Tidak, kamu sudah melakukan yang benar rama" ucap rian dengan jujur, bahwa apa yang dilakukan oleh sahabatnya itu benar.


Bersambung ...

__ADS_1


Terimakasih ya buat yang selalu memberikan dukungan author lewat like, komen, rate dan vote, karena dukungan dari kalian semuanya authornya jadi semangat nulisnya 🙏🙏


__ADS_2