Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
379.Pernikahkan gabungan S2.


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, hari ini adalah tepat hari pernikahan Kevin dan Valin, Kenan dan Ralinsyah.


Semua mempelai pengantin sedang berada di sebuah ruangan, kini mereka semua sudah rapi dengan dan terlihat bersinar mungkin karena merasa bahagia.


Valin dan Ralin, mereka sangat cantik dengan gaun pengantin warna putih dan di hiasi dengan mahkota kecil di atas kepala mereka.


"Lihat calon-calon istri kita, cantik sekalikan?" Mata Kevin tidak bisa lepas dari pandangan Valin, ia terus menatapnya tanpa berkedip.


"Ntahlah, pikiran aku sudah mesum melihat kecantikanmu hari ini gadis lemot." Batin Kevin dalam hatinya


"Iya Vin kamu benar, oh iya apa mulai sekarang aku harus memanggil kamu dengan sebutan Kakak Kevin?" Mata Kenan juga tidak teralihkan, ia terus menatap Ralin yang begitu cantik dan anggun hari ini.


"Aku membayangkan malam pertama nanti, akan sepolos apa dirimu Alin." Kenan tertawa dalam hatinya.


Sosok laki-laki tampan datang sambil mengandeng tangan seorang gadis cantik, membuat mata Kevin, Valin, Ralin, Kenan, Niah dan David tertujuh pada laki-laki itu dan gadis yang di gandengnya itu.



Visual Vano dan Vina.


"Vano, siapa yang bersamanya? Cantik sekali." Niah terus melihat Vano, membuat David langsung menyentilnya.


"Ingat, ada suamimu disini jaga matamu! Jangan terus melihatnya!" Kata David, Niah langsung memegangi telinganya ia memayunkan bibirnya.


"Aku cuma melihat Vano dan gadis cantik itu." Kata Niah, sambil memegangi telinganya yang tadi disentil oleh suaminya.


Vano tersenyum pada semuanya, membuat semuanya membalas senyuman.


"Kak Vano, siapa gadis cantik itu?" Tanya Kevin yang mewakili semuanya.


"Dia adalah kekasihku." Jawab Vano sambil tersenyum pada semuanya.


"Oh iya kenalkan, nama dia Vina." Vano memperkenalkan Vina pada semua sahabatnya.


Niah dan yang lainnya langsung mengembangkan senyumnya pada Vina. Mereka memperkenalkan dirinya satu persatu.


"Niah, cantik tidak?" Tanya Vano dengan senyum manisnya, membuat David agak kesal.


"Cantik, segeralah menikah! Lihat aku saja sudah hamil." Niah mengelus-elus perutnya yang sudah semakin membuncit.


"Suamimu hebat juga, nikah belum baru beberapa bulan sudah jadi saja adonannya." Vano senyam-senyum pada Niah, membuat pipi Niah malu karena merah.


"Sudahlah, kalian berhentilah mengobrol. Ayo saksikan pernikahan kita." Kata Kevin dengan diiringi senyum bahagianya di sudut bibirnya.


Kevin bergandengan tangan Valin, Kenan jaga bergandengan tangan Ralin. Kini Niah dan David, Vano dan Vina, menjadi pengiring mereka dihari pernikahan mereka.


Semua keluarga sudah datang, pesta pernikahan mereka di gelar di sebuah taman yang begitu indah. Karena mereka ingin menikah dengan tema pesta kebun.


Ana, Rama, Bagas, Alena, Rehan, Ayu, Via, Rian, Kakek Revan dan Nenek Diana. Mereka juga sudah datang kini mereka duduk di meja yang sama.


Melihat putra-putri keluar dari ruang make up, Rama, Ana, Bagas dan Alena. Mereka langsung berjalan menghampiri anak-anak mereka.


Hari ini Rehan mengantarkan putrinya untuk menikah dengan Kenan anak sahabatnya.


Valin tersenyum matanya berkaca-kaca, di hari bahagianya ia tidak punya siapa-siapa dan hanya sendirian. Saudaranya pun tidak ada yang datang sama sekali, ia yang hanya gadis yatim piatu sungguh sedih dihari pernikahannya ia hanya sendirian.


"Ralin, bahagia sekali menjadi kamu, kamu punya ayah dan ibu yang begitu lengkap. Sedangkan aku, aku tidak punya siapa-siapa." Batin Valin dalam hatinya.


Tiba-tiba Ana dan Rama datang, lalu menghampiri Valin.


"Ayo nak sama mama, semua tamu sudah menunggu." Ana dan Rama sudah mengandeng tangan Valin, membuat Valin terharu dan ingin sekali menangis.


"Terimakasih sudah memberikan mertua yang baik untukku." Batin Valin dalam hatinya.

__ADS_1


Ana dan Rama, mengandeng anak dan menantunya ditengah-tengah mereka. Sedangkan Alena dan Bagas mengandeng Kenan ditengah-tengah mereka, Rehan dan Ayu juga mengandeng Ralin ditengah-tengah mereka.


.


.


Pernikahan mereka semua dilaksanakan dengan sakral, semua saksi yang menyaksikan pernikahan mereka mengucapkan sah dengan kompak.


Setelah selesai, para mempelai meminta restu pada orang tua mereka.


.


.


Pesta pernikahan mereka juga langsung di gelar di hari ini itu juga, semua tamu memberikan selamat pada para pengantin.


Nenek Diana dan Kakek Revan, berjalan menghampiri cucu-cucunya.


"Selamat ya cucu-cucu nenek, kalian sudah besar dan sudah menikah. Nenek juga senang bisa hadir di acara pernikahan kalian semua." Nenek Diana, memeluk semua cucu-cucunya itu secara bergantian.


Kakek Revan juga melakukan hal sama yang dilakukan oleh istrinya.


"Terimakasih nek, nenek, kakek sehat-sehat ya biar bisa melihat anak-anak Kevin dan Valin." Kata Kevin dengan senyum bahagianya.


"Terimakasih nenek dan kakek," Kata Kenan dan Ralin secara bersamaan, mereka terlihat sangat bahagia sekali.


"Buatlah segera anak-anak yang lucu." Kakek Revan, memberikan sesuatu di tangan Kevin dan Kevin langsung memasukkan sesuatu itu ke dalam kantong jas nya.


"Ini apa, yang diberikan oleh kakek." Batin Kevin dalam hatinya.


"Valin, Kevin agak bandel jadi kalau dia bandel dijewer saja telinganya." Kata Nenek Diana pada Valin, membuat Valin tertawa kecil.


"Siap nenek." Jawab Valin penuh semangat.


.


.


"Ini apa yang Kakek berikan padaku?" Batin Kenan dalam hatinya.


"Kakek, ini apa?" Tanya Kenan penasaran.


"Itu untukmu, gunakan nanti waktu malam pertama." Bisik Kakek Revan ditelinga Kenan.


Setelah memberikan selamat pada cucu-cucunya Kakek Revan dan Nenek Diana, kembali duduk sambil menikmati hidangan yang ada.


Ana, Rama, Alena, Bagas, Rehan, Ayu, Via dan Rian. Mereka juga memberikan selamat kepada Kevin dan Valin, Kenan dan Ralinsyah.


Setelah memberikan selamat pada mereka, semuanya kembali ke meja mereka. Kini mereka duduk sambil mengobrol sambil mengenang masa lalu mereka.


"Jadi ingat waktu kita masih muda dulu." Kata Ana sambil tersenyum.


"Iya An, melihat mereka aku juga ingat kita dulu." Alena melihat keatas panggung, disana anaknya dan anak-anak sahabatnya sedang asik mengambil foto selvi.


"Bagaimana kalau kita juga ambil foto kita buat kenang-kenangan." Rian sudah mengarahkan ponselnya untuk mengambil foto selvi.


Mereka bahagia mengenang masa-masa indah dulu waktu masih muda. Di acara pernikahan Kevin dan Valin, Kenan dan Ralin sungguh menjadikan sebuah reuni untuk mereka karena hari ini mereka semuanya bisa berkumpul.


.


.


Diatas panggung juga tidak kalah bahagia, mereka sedang asik selvi bersama.

__ADS_1


"Sudah-sudah hentikan foto-fotonya, kalian belum memberikan selamat pada kita." Kevin menatap kesal pada semuanya.


Siapa yang tidak kesal, naik ke panggung hanya foto-foto saja. Bukannya memberikan selamat pada para pengantin.


Vano tersenyum, lalu menepuk bahu Kevin.


"Selamat calon adik iparku yang tidak jadi." Vano mengucapkan selamat pada Kevin dengan begitu jail.


"Terimakasih kak, hati-hati nanti Kak Vina marah loh." Kevin tersenyum jail pada Vano.


"Aku tidak marah, aku sudah tahu semuanya. Kevin dan Valin selamat ya atas pernikahan kalian." Vina memeluk Valin.


"Terimakasih kak Vina." Valin membalas pelukan dari Vina.


.


.


"Kenan, Alin, selamat ya atas pernikahan kalian." Kata Vano dan Vina dengan begitu bahagia.


"Terimakasih kak." Kenan dan Ralinsyah menjawabnya secara kompak.


"Kalian segeralah menikah, tidak enak tahu kak tidur sendirian terus tiap malam." Canda Kenan, yang membuat Vano tersenyum penuh arti.


"Sial, mentang-mentang sudah pada nikah. Sekarang aku jadi bahan ledekan." Gumam Vano dalam hatinya.


"Tunggu saja undangan dari kita!" Kata Vano dengan senyum bahagianya.


.


.


Niah dan David sudah-sudah sama tersenyum, mereka melihat adik-adiknya yang akhirnya menikah dihari yang sama.


"Selamat ya adik-adikku, kakak doakan mudah-mudahan pernikahan kalian bahagia selalu." Kata Niah dengan senyum bahagia, ia memeluk adik-adiknya secara bergantian.


"Terimakasih ya Kak Niah, aku bahagia sekali akhirnya aku menikah dengan Kenan." Kata Ralin, yang kini sudah memeluk Niah dengan begitu erat.


Niah melepaskan pelukannya dari tubuh mungil Ralin, lalu ia menuju ke Valin.


"Kakak Niah, terimakasih!" Valin langsung memeluk Niah dengan erat.


"Sama-sama adik iparku, kamu jaga Kevin ya kalau dia bandel jewer saja telinganya." Niah melepaskan Valin dari pelukannya.


Setelah istrinya, kini giliran David yang mengucapkan selamat pada para mempelai pengantin.


"Selamat ya semuanya, doaku dalam hati saja dan ini hadiah untuk kalian." Kata David dan memberikan sebuah kado pada Valin, dan Ralinsyah.


"Hanya mereka kak yang dikasih kado?" Tanya Kenan dan Kevin secara bersamaan.


"Iya satu kado untuk dua orang." Jawab David sambil tertawa kecil.


Kenan dan Kevin saling menatap, mereka penasaran dengan kado yang diberikan oleh David pada Ralinsyah dan Valin.


.


.


Setelah acara pesta selesai semua keluarga langsung pulang kerumah masing-masing, sedangkan para pengantin baru langsung pergi bulan madu.


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2